Kementerian Pertanian pada Tahun 2017 ini telah mentargetkan produksi padi hingga 78 juta ton. Untuk mewujudkan sasaran tersebut dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan meningkatkan indeks pertanaman melalui program IP 300 dan percepatan tanam rendeng serta tanam gadu.Kabupaten Indramayu sebagai lumbung pangan (padi) di Jawa Barat dan bahkan nasional mempunyai andil yang cukup besar dalam peningkatan produksi padi.. Luas areal sawah di Kabupaten Indramayu mencapai 118.513 ha, dengan produksi per tahunnya tidak kurang dari 1,7 juta ton gabah. Pembangunan pertanian di Kabupaten Indramayu sendiri dititikberatkan pada upaya intensifikasi usahatani padi di daaerah-daerah berpengairan teknis dan pengembangan komoditas palawija atau sayuran di daerah-daerah sawah tadah hujan dan daerah non irigasi teknis. Untuk mewujudkan target produksi tersebut, pada tanggal 10 Februari 2017 bertempat di Kelompoktani Asri Wijaya, Desa Karanglayung Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, Menteri Pertanian yang diwakili oleh Kepala Badan Karantina dan juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Jawa Barat, Danrem Gunung Jati, serta Wakil Bupati Indramayu melakukan gerakan tanam serentak.Wakil Bupati Indramayu dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indramayu merupakan kabupaten yang masih mempunyai lahan pertanian yang cukup luas. Namun demikian masih dijumpai berbagai permasalahan yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah saja. Kalau masalah teknologi peningkatan produksi itu gampang, ada penyuluh pertanian yang membimbing petani, tapi teknologi tidak akan mampu meningkatkan produksi manakala air untuk kehidupan tanaman tidak ada. Lahan sawah di Kabupaten Indramayu sendiri diairi dari dua sumber irigasi yaitu Daerah Irigasi Rentang dan Daerah Irigasi Jatiluhur. Daerah Irigasi Jatiluhur meliputi Kecamatan Anjatan, Sukra, Patrol, Bongas, dan Kandanghaur serta Gabuswetan seluas 40.000 ha. Kalau airnya cukup petani dapat menanam padi, tetapi bila airnya kurang, maka akan terjadi kegagalan panen. Jangan heran sekarang saja di musim hujan terjadi kekeringan, hal ini terjadi karena curah hujan terbatas dan air irigasi yang ada kurang. Untuk itu kami berharap pemerintah pusat dapat membantu untuk membangun embung, memperbaiki jaringan irigasi, dan merehabilitasi bendung-bendung yang ada serta membangun long storage. Kita punya banyak bendung seperti bendung Bolang, bendung Cipancuh serta bendung Cipanas. Alhamdulillah tahun ini bendung Cipancuh akan direhabilitasi. Dengan adanya perhatian pemerintah pusat dalam membangun embung, long storage, Kabupaten Indramayu mampu mempertahankan produksi padi dan tetap menjadi lumbung pangan nasional. Dekimian pula halnya dengan masalah harga, kalau produksi melimpah tapi harganya kurang bagus tetap petani tidak sejahtera. Oleh karena itu HPP gabah agar dievaluasi kembali. Selain itu dimohon kepada BUMN dalam hal ini Pertamina agar mengalokasikan CSR nya untuk kegiatan pertanian. Karena pembangunan pertanian harus didukung oleh semua pihak tidak hanya oleh pemerintah.Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Jawa Barat menyampaikan bahwa program JITUT, JIDES, embung di Jawa Barat masih ada di tahun ini. Kemudian untuk pengendalian tikus harus dilakukan dengan gropyokan, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Bila ada serangan hama baik WBC ataupun PBPP silahkan usulkan ke dinas kami mempunyai anggaran untuk pengendalian OPT padi. Dalam sambutannya Kepala Badan Karantina menyampaian bahwa pemerintah bertekad untuk tetap memantapkan swa sembada pangan. Untuk itu pemerintah merencanakan membuat embung, long storage, memperbaiki jaringan irigasi, agar pad saat musim kemarau masih dapat memanen air. Pembiayaan dalam pembuatan kegiatan tersebut berasal dari anggaran kementerian pertanian dan kementerian desa. Kementerian desa akan memfokuskan pembangunan di sektor pertanian terutama pembangunan irigasi. Kabupaten Indramayu telah masuk usulan identifikasi awal pembangunan embung, long storage dan jaringan irigasi, namun kalau masih ada usulan yang memenuhi persyaratan silahkan diajukan kembali, karena kegiatan ini akan dilaksanakan pada tahun sekarang. Pemerintah dalam hal ini kementerian pertanian sudah mengantisipasi hama penyakit yang diduga akan menyerang tanaman padi. Oleh karena itu Pemerintah telah menyediakan pestisida dan obat-obatan lainnya. Bila terjadi serangan dan membutuhkan pestisida untuk pengendalian secara serempak usulkan ke dinas. Pada kesempatan itu pula dinformasikan bahwa OPT pada musim rendeng ini perlu diwaspadai, petani tidak boleh lengah. Salah satu pengendalian tikus adalah dengan jarak tanam JARWO (jajar legowo) dan plastik fiber. Gerakan Tanam Serentak Jangan SeremonialPara petani diharapkan jangan hanya menanam satu varietas secara terus menerus seperti ciherang, karena suatu varietas pada saatnya nanti akan tidak tahan terhadap hama. Oleh karena itu pergiliran varietas sangat penting juga untuk menjaga kelangsungan produksi padi. Balai Penelitian Padi sudah banyak mengeluarkan varietas baru, ada inpari 30, inpari 32, ada varietas yang tahan genangan dan lain sebagainya. Semua varietas bagus dan mempunyai potensi hasil yang tinggi. Untuk memperkuat gerakan tanam serentak ini kementerian pertanian telah menyediakan alsintan baik hand traktor, powerthreser, combine harvester, transplenter sebanyak 1.800 unit dan untuk Indramayu kami mengalokasikan lebih banyak dari kabupaten lainnya. Selain itu untuk memotivasi para pemuda untuk terjun dalam usaha pertanian khususnya usahatani padi, pemerintah menyediakan alsintan mulai dari pra panen sampai pasca panen. Sehingga para pemuda tersebut dapat mengelolanya dengan efisien dan efektif. Bagi para pemuda yang berminat dan mempunyai motivasi tinggi untuk terjun di bidang pertanian silahkan membuat usulan dan disampaikan kedinas. Indramayu seringkali mengalami kebanjiran dan kekeringan, untuk menanggulangi permasalahan tersebut kementerian pertanian telah memprogramkan JITUT, JIDES, embung, dan long storage. Semua program ini ditujukan untuk mengatasi kekurangan air dimusim kemarau. Begitu juga bila petani gagal panen karena kebanjiran, kekeringan maupun terkena hama, maka ada jaminan AUTP (Asuransi Usahatani Pertanian) namun tentunya para petani harus membayar iuran terlebih dahulu.Acara tanam serenatak ini jangan hanya sekedar seremonial, tapi terus rmenerus dilakukan baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat kecamatan. Hal ini supaya tanaman padi aman dari serangan OPT. Semoga dengan dengan tanam serentak ini Indramayu mampu mencapai target tanam dan target produksi yang sudah ditetapkan. (Edi Harnadi)