Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) merupakan bentuk percepatan peningkatan populasi sapi/kerbau menuju ketahanan pangan hewani demi tercapainya swasembada ternak (daging). Pencanangan UPSUS SIWAB dilaksanakan di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, tanggal 21 Maret 2017. Kick Off pencanangan ditandai dengan pemukulan Gong dan Penyerahan Peralatan Inseminasi Buatan (IB) kepada Petugas Inseminator oleh Penjabat Bupati Flores Timur yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III). Dalam sambutannya Asisten III menegaskan bahwa : 1) Program Upsus Siwab melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA) hendaknya dilakukan secara bersama-sama (sejalan/tidak berdiri sendiri), terprogram dan selalu dimonitor perkembangannya. 2) Teknologi IB dan INKA merupakan instrumen yang efektif dan efisien dalam mencapai target peningkatan populasi sehingga program Swasembada Daging Sapi/Kerbau dapat tercapai. Keberhasilan program Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA) harus didukung dengan sistem manajemen reproduksi dan ketersediaan hijauan pakan ternak dan konsentrat yang berkualitas. Untuk itu diperlukan keseriusan dari Intansi Teknis yang menangani fungsi peternakan dan Stake Holder Peternakan untuk mendukung sepenuhnya UPSUS SIWAB di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan khususnya di Kabupaten Flores Timur. Hadir dalam kegiatan ini antara lain: Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktur Jenderal Peternakan, Kesehatan Hewan Kementan (pejabat yang mewakili), Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang selaku Tim Supervisi untuk Kabupaten Flores Timur, Kepala Dinas Pertanian sebagai pelaksana kegiatan UPSUS SIWAB Kabupaten, Anggota Forkopinda Kab. Flotim, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Flores Timur, Kepala Desa Pululera, Para Kepala BPP beserta para Penyuluh dan Kelompok Tani Ternak. Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur menegaskan bahwa dengan Kick Off Pecanangan Upsus Siwab di Kabupaten Flores diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama dan peran serta semua pihak sehingga pelaksanaan IB boleh berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan menuju pertumbuhan dan peningkatan populasi ternak baik dari segi kualitas maupun jumlah ternak sapi dapat tercapai demi kesejahteraan masyarakat di Lewotanah Lamaholot Flores Timur. (Karolus Kelemur, Distan Flotim)