PENCATATAN ANALISA USAHATANI BAWANG MERAH DI DESA GLONGGONG KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES
Salah satu kelemahan mendasar petani di era perdagangan bebas saat ini adalah lemahnya kemampuan manajerial petani dalam mengelola usaha tani yang dilakukannya. Perbaikan kemampuan manajerial perlu dilakukan agar petani dapat mengambil keputusan usahatani berdasar data/informasi yang terukur. Seiring berjalannya waktu Petani di Desa Glonggong saat ini sudah mulai melakukan kegiatan pencatatan analisa usahatani. Kesadaran ini tumbuh dikarenakan pemahaman yang kurang baik tentang pencatatan usahatani serta implikasinya terhadap keadaan sekarang dan akan datang dapat memposisikan petani pada kondisi rentan berkaitan dengan kemampuannya untuk tetap bertahan di dalam percaturan agribisnis yang penuh persaingan. Analisa usahatani merupakan perkiraan dari semua penerimaan dan pengeluaran usahatani selama satu siklus produksi. Informasi yang terkandung di dalam analisa usahatani dapat dimanfaatkan oleh pelaku agribisnis, petugas penyuluh pertanian, lembaga keuangan, institusi pemerintah serta pihak lain yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan usahatani. Analisis usahatani dapat digunakan untuk : Mengetahui tingkat efisiensi usahatani. Menghitung manfaat dan biaya dari adanya perubahan teknik budidaya. Memberikan dasar perencanaan usahatani. Memberikan data dukung untuk pengajuan kredit. Pencatatan analisa usahatani yang disusun di bawah ini adalah berdasarkan kondisi petani di Desa Glonggong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes musim tanam ke III pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2019. Luas lahan yang digunakan adalah 875 m2. Kondisi lahan bekas tanaman Kedelai. Varietas yang digunakan adalah varietas Bima yang berumur 60 simpan 60 hari. Jarak tanam yang digunakan yaitu 10 cm x 18 cm. Analisa Usahatani Bawang Merah Desa Glonggong NO URAIAN Kuantitas Nominal 1 SEWA TANAH 875 m2 1.000.000 2 BIBIT 150 kilogram @ 20.000 3.000.000 3 TENAGA KERJA 3.716.000 NGOLAH TANAH - NYUWAT/NYOLOK BORONGAN 100 CENGKAL 700.000 - NGUNGKAB 1 + NGEPRAS 5 HOKP @ 60.000 300.000 - NJEBLOS 2 HOKP @ 60.000 120.000 - NGUNGKAB 2 (NGODOL) 7 HOKP @ 60.000 420.000 PENANAMAN (MANJA) 5 HOKW @ 40.000 200.000 MENYIRAM BORONGAN 500.000 MELEPA (MALEM) 3 HOKP @ 60.000 180.000 PEMUPUKAN 3 HOKP @ 30.000 90.000 PENGENDALIAN OPT MANUAL (NGAMA) 3 HOKW @ 40.000 120.000 NYEMPROT RACUN 6 HOKP @ 30.000 180.000 PANEN - MBEDOL (CABUT) 6 HOKW @ 40.000 240.000 - SONGGOL (ANGKUT) BORONGAN 200.000 PASCA PANEN - MENJEMUR (NGELER) 2 HOKP @ 40.000 120.000 - MENUNGGU JEMURAN 4 HOKP @ 30.000 (MALAM) 120.000 - MENGIKAT (NGGEDENG) 220 GEDENG @ 300 66.000 - TALI BAMBU (TUTUS) 10 IKAT @ 5.000 50.000 - MEMBERSIHKAN (MBUTIK) 220 GEDENG @ 500 110.000 4 PUPUK 503.000 SP-18 25 kilogram @ 2.000 50.000 UREA 25 kilogram @ 1.800 45.000 KCl 10 kilogram @ 6.000 60.000 NPK PHONSKA 20 kilogram @ 2.300 46.000 DAP 30 kilogram @ 6.500 195.000 ZA 20 kilogram @ 1.600 32.000 KAMAS 10 kilogram @ 7.500 75.000 5 PESTISIDA 770.000 FURADAN 1 kilogram @ 100.000 100.000 BEST MORE 2 liter @ 50.000 100.000 PREVATON 500 ml @ 250.000 250.000 ANTRACOL 1 kilogram 95.000 90.000 GOAL 100 ml @ 50.000 50.000 MARSHAL 1 liter @ 100.000 100.000 RHIZOTINE 1 liter @ 80.000 80.000 6 PENGAIRAN (pompanisasi) BORONGAN 400.000 Total Biaya Produksi (TBP) 9.389.000 Total Produksi (TP) askip 1.000 Nilai Total Produksi (NTP) = TP x harga 1.000 kg x Rp 12.000 12.000.000 Keuntungan (NTP – TBP) 2.611.000 B/C Ratio (NTP / TBP) 1,28 BEP (TBP / TP) 9.389