Salah satu permasalahan yang sulit dihadapi peternak pada saat ini adalah tidak teratasinya penyakit yang menyerang ternaknya, sehingga tidak jarang peternak putus asa, kemudian berpindah ke bidang usaha lain, menyebabkan prodaksi daging dalam negeri kekurangan. Dilain pihak kebutuhan terhadap konsumsi daging semakin lama semakin meningkat akibat laju pertumbuhan penduduk, sehingga harga daging di pasaran semakin meningkat.Untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui tulisan ini akan diuraikan salah satu jenis penyakit utama yang sering menyerang ternak kambing yaitu kembung perut atau disebut juga bloat atau timpani.I. Penyebab Penyakit Penyebab Kembung Perut adalah, 1. Faktor dari luar ; antara lain suhu lingkungan yang dingin dan tiupan angain yang mengandung air atau embun. Saat udara dingin , ternak akan berusaha menjaga panas tubuh dengan memperbanyak makan. Akibatnya aktivitas mikrobia rumen meningkat dan akhirnya menimbulkan gelembung-gelembung gas. 2. Faktor dari Ternak Sendiri, misalnya (1) ternak yang baru hamil, karena letak janin, rumen mengalami pergeseran dan penyempitan (2) ternak yang mengeluarkan air liur berlebihan dan keasamannya tinggi, maka ternak tersebut lebih mudah terkena kembung perut.II. Tanda-tanda Penyakit1. Perut sebelah kiri bertambah besar dam bila dipukul dengan jari berbunyi seperti gendang.2. Kambing nampak gelisah dan tidak tenang, karena tidak dapat mengeluarkan gas dari perutnya. 3. Nafsu makan menurun atau tidak mau makan sama sekali.4. Nafas semakin cepat, karena sekat rongga badan terdesak rumen dan ruang gerak paru-paru menjadi terbatas. 5. Bila sudah parah, ternak kambing tidak dapat bangun dan jika tidak cepat ditolong dapat menyebabkan kematian.III. Pencegahan1. Ternak ditempatkan pada kandang yang terlindung dan diberi tempat pembakaran untuk memanasi lingkungan dan mengusir nyamuk, serta diberi pakan sedikit demi sedikit agar aktivitas mikrobia rumen tidak tinggi. 2. lantai kandang dibuat miring, agar air kencing atau air kotoran dapat mengalir dan tuntas dalam air cepat kering tidak ada yang menggenang. 3. Hindari ternak dari pemberian hijauan yang masih basah, hijauan muda, pakan yang berjamur atau hijauan yang terlalu banyak dipupuk urea. 4. Tidak melepas ternak terlalu pagi, tetapi setelah embun pada rumput hilang terkena sinar matahari. 5. Ternak tidak diberi hijauan jenis leguminosa (daun kacang-kacangan) yang berlebihan. 6. Pada saat membeli ternak pilih ternak yang air liurnya tidak berlebihan.IV. Pengobatan1. Ternak dikeluarkan dari kandang, syukur bila mau dan kuat di ajak jalan -jalan di tempat yang agak naik untuk membantu keluarnya gas dari rumen.2. Kambing diusahakan agar tetap berdiri dengan kaki bagian depan lebih tinggi.3. Perut di bagian kiri di urut - urut sambil ditekan supaya gas dapat keluar. 4. Ternak diberi minum dengan campuran :a. Minyak angin dan air hangat dengan takaran untuk kambing dan domba yaitu 10 tetes minyak angin dicampur dengan 1 (satu) gelas air hangat. b. Neo meotril dan air hangat dengan dosis untuk kambing dan domba : o,5 cc neo meotril diacampur dengan 1 (satu) gelas air hangat.c dapat juga diberikan obat-obatan kembung perut lainnya seperti Intizin, Therabloat, Tympasol dan Veratri albi yang ukurannya dapat dilihat pada kemasan masing - masing.d. Cara lain untuk mengobati kembung kambing adalah dengan memasukkan selang ke dalam mulut menuju ke lambung. Pada proses memasukkan selang ke lambung harus hati-hati karena bisa masuk ke dalam paru-paru kembing, jadi dalam hal ini harus benar dan dipastikan bahwa selang menuju ke lambung , setelah ujung selang berada di lambung, maka gas akan keluar dari lambung. kemudian disarankan untuk memasukkan antibloat dan penstrep ke dalam lambung melalui selang tersebute. Pembedahan , tindakan ini merupakan usaha terakhir yaitu mengeluarkan gas dalam rumen dengan cara melubangi perut ternak bagian kiri. Alat yang digunakan adalah : Trocart, kanula dan yodium. Bila tidak ada trocart dapat digunakan jarum suntik ukuran 16 G, atau gunting yang runcing. Sedangkan sebagai pengganti kanula dapat menggunakan selang plastik, batang daun pepaya atau bilah bambu. Cara Penggunaannya : Trocart ditusukkan pada perut bagian kiri yaitu antara tulang iga terakhir dengan tulang pinggul. Kanula dimasukkan pada bekas tusukan trocart untuk mengeluarkan gas, bila gas sudah keluar kanula ditarik dan lika diobati dengan yodium.f. Meskipun sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, bloat masih dapat terjadi. Memanggil dokter atau mantri hewan merupakan tindakan yang dianjurkan. Namun hal ini tidak selalu dapat dilakukan karena berbagai keterbatasan. Semoga bermanfaat Penulis : Hamzar, SP