Loading...

PENCEGAHAN DAMPAK SOSIAL BUDIDAYA AYAM POTONG TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT

PENCEGAHAN DAMPAK SOSIAL BUDIDAYA  AYAM POTONG TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT
Usaha ternak ayam potong komersial mulai berkembang di Kecamatan kaligesing, saat ini memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena permintaan masyarakat akan daging cukup tinggi terutama pada saat hari raya, para peternak tidak mengalami kesulitan untuk menjual hasil ternaknya karena mereka telah menjalin kemitraan dan keuntungan yang didapat para peternak cukup menjanjikan. Namun dalam menjalankan usahanya banyak kendala yang harus dihadapi oleh para peternak ayam potong tersebut. Seperti hasil produksi yang rendah, harga daging yang tidak stabil juga adanya pro dan kontra dengan kehidupan social masyarakat di Kecamatan Kaligesing.Peternakan ayam yang dekat dengan pemukiman penduduk cukup mengganggu masyarakat karena banyak warga masyarakat yang mengeluhkan dampak buruk dari kegiatan peternakan berupa limbah yaitu feses, sisa pakan, bangkai ternak. Dampak lain dari ternak ayam potong adalah lalat. Karena bau kandang yang menyengat bersumber dari gas ammonia yang dihasilkan oleh feses ayam. Selain dapat merugikan kesehatan manusia ammonia juga dapat mengganggu kesehatan ayam itu sendiri.Jika diteliti lebih jauh gas amonia yang dihasilkan juga merupakan penyebab pemanasan global dan dari sector peternakan ayam merupakan penyumbang gas amonia peringkat kedua terbesar penyumbang gas amonia dari sector usaha peternakan. Selain ikut berpartisipasi pada pemanasan global, gas amonia memiliki daya iritasi yang tinggi bagi ternak yang menyebabkan gangguan pernafasan akibat selanjutnya menurunkan produksi .Dampak buruk yang cukup signifikan dari usaha budidaya ayam potong adalah lalat.Tingginya populasi lalat akan merugikan kesehatan baik ayam itu sendiri maupun kesehatan manusia. Karena lalat merupakan vector (pembawa dan penyebar bibit penyakit dari satu tempat ke tempat lain atau dari ternak satu ke ternak yang lain) seperti virus, bakteri, protozoa dan telur cacing. Salah satu penyakit yang ditularkan melalui vector lalat adalah malaria, dan ini sangat merugikan kesehatan manusia.Untuk mengatasi timbulnya masalah bau dan kontaminasi lalat ada baiknya peternak ayam potong melakukan tindakan pencegahan sejak dini. Usaha pencegahan tersebut antara lain dengan Mengurus ijin usaha, perizinan harus lengkap mengikuti peraturan daerah yang ada. Hal ini untuk menghindari penggusuran dan penutupan. Ada surat persetujuan dengan masyarakat sekitar, rekomendasi dari desa, izin pemerintah, izin pendirian bangunan dan analisa dampak lingkungan surat izin gangguan. Pembangunan kandang dengan jarak yang jauh dari pemukiman penduduk, menurut Peraturan mentri pertanian No.40/ Permentan/ OT.140/7/2011 tahun 2011 jarak antara pemukiman dengan kandang ternak minimal 500 meter dari pagar. Penanganan limbah diperlukan karena merupakan salah satu penyebab konflik dengan masyarakat sekitar. Limbah utama dalam peternakan ayam adalah feses. Dan jika dibiarkan akan menjadi sumber pencemaran udara dan sarang berkembang lalat. Penanganan limbah feses ini dapat dilakukan dengan cara pengomposan. Penggunaan decomposer akan membantu membantu mempercepat proses pengomposan, hasil dari proses pengomposan akan berguna untuk tanaman yaitu sebagai pupuk. Langkah selanjutnya untuk meminimalisir pencemaran lingkungan adalah perbaikan manajemen pemeliharaan, seperti pembuatan kandang yang sesuai dengan standar, penggunaan alat-alat dan bahan serta mengatur kepadatan kandang.Dengan terkontrolnya masalah bau dan populasi lalat maka dampak sosial negative yang muncul dari usaha peternakan ayam pedaging di Kecamatan Kaligesing juga akan berkurang.Oleh : Arnita EC.S.TP. THL-TBPPBPP Kec.Kaligesing DINPPKP Purworejo