Loading...

Pendampingan Pengembangan Kawasan Hortikultura Program Bawang Merah Bagi Penyuluh Pertanian Dan Petani Di Bpp Muara Uya Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan Dengan Pola Covid 19

Pendampingan Pengembangan Kawasan Hortikultura Program Bawang Merah Bagi Penyuluh Pertanian Dan Petani Di  Bpp Muara Uya Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan Dengan Pola Covid 19
Penulis : Unang Setiawan S.Pt. (PP. Supervisi) Dalam rangka mendukung kegiatan pengembangan kawasan bawang merah di Kabupaten Tabalong, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menyelenggarakan “Pelatihan Tematik Tumpang Sari Anggkatan ke II” dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 22 April 2020 bertempat di BPP Muara Uya Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta pelatihan terdiri dari 10 orang Penyuluh Pertanian dan 20 orang Petani penerima bantuan sarana pengembangan kawasan bawang merah, yang berasal dari kecamatan Muara Uya dan Kecamatan Jaro. Kegiatan pelatihan ini menyesuaikan dengan situasi Pandemi Covid-19 saat ini, dimana Metode Pembelajaran menggunakan pendekatan pendampingan pembuatan demplot dimana lokasi pendampingan dibagi dalam 2 kelompok @15 orang perkelompok dengan jadwal dibagi dua sesi yaitu pukul 08.00 - 12.00 Wit. (8 orang peserta) selanjutnya pukul 13.00 - 17.00 Wit (7 orang peserta). Adapun teknis didampingi oleh seorang pelatih/fasilitator. Materi Pembelajaran antara lain kebijakan pengembangan komoditas hortikultura, dinamika kelompok, kebijakan dan implementasi Konstratani , metode kaji terap, persiapan lahan dan tanam, pengendalian OPT, panen dan penanganan pasca panen, Narasumber/ Pemateri/ Fasilitator : Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si ( Kepala BBPP - Binuang), Drh. Saswoko (DISTAN TABALONG), Yana Mulyana, SP. MP (Penyuluh), H. Abdul Muin, SP (POPT), Hasbullah (Praktisi Hortikultura). Diharapkan dengan adanya pendampingan ini petani dapat mensukseskan program bawang merah sehingga produksi bawang di Kabupaten Tabalong dapat meningkat. Walaupun pada situasi pandemi covid 19 saat ini, tetapi kegiatan pendampingan tetap berjalan demi keamanan pangan di Kabupaten Tabalong dengan tetap memperhatikan pola SOP covid 19. Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang dapat menekan terjadinya inflasi, sehingga perlu adanya pendampingan yang intensif dan kontinyu terhadap para kelompok tani sebagai pelaksana penanaman bawang merah. Pengolahan tanah yang tepat dan pemilihan bibit yang baik merupakan salah satu langkah awal untuk memproduksi bawang merah yang bagus. Pemberian kapur yang tepat pada tanah yang PH nya rendah juga salah satu yang harus dilakukan. Pengapuran dilakukan paling baik 1 bulan sebelum tanam dan tidak mencampurnya dengan pupuk. Pencampuran dengan pupuk menurut Yana Mulyana akan mengurangi kadar pupuk yang kita berikan sehingga kurang efesien dalam penggunaan pupuk Kunci keberhasilan bawang merah juga terletak pada penanganan OPT bawang merah khususnya penyakit layu Fusarium. Menurut Muin, pengendalian penyakit layu Fusarium dapat dilakukan dengan Agens Hayati Trichoderma sbg musuh alami dari pada penyakuit tersebut. Penggendalian ramah lingkungan ini tidak memerlukan biaya yang mahal. Pada saat penanganan pasca panen merupakan salah satu penentu terhadap daya simpan bawang merah. Penanganan yang tepat dapat meningkatkan daya simpan bawang merah serta didukung oleh system budidaya yang tepat pula. Proses pasca panen bawang merah dimulai dari pelayuan, penjemuran, pengikatan hingga pengasapan di dalam gudang merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi kehilangan hasil panen ungkap Hasbullah. Panitia : Hj.ZulZana Efriani S.Pi (Bidang Penyuluhan Distan), Sri Astuti SP (Bidang Hortikultura Distan), Riana Agustina S.AP (Staf BPP). #Pertanian Tidak Berhenti beraktivitas, Jaga jarak, Pakai Masker, Konsumsi makanan dan minuman bergizi# BPP Muara Uya Distan Kabupaten Tabalong