Loading...

Pendampingan Petani Jeruk Desa Belancan – Kintamani Studi Tiru Ke Belitjestro Batu-Malang Oleh : I Made Gastawan, SP.

Pendampingan Petani Jeruk Desa Belancan – Kintamani Studi Tiru Ke Belitjestro Batu-Malang Oleh : I Made Gastawan, SP.
Kegiatan studi tiru petani Desa Belancan ini antara lain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani terkait pengembangan varietas jeruk unggul untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas serta nilai jual buah jeruk ditingkat petani. Sehingga produk jeruk petani Belancan khususnya dan Bangli secara umum dapat diterima oleh konsumen lokal maupun internasional, dan mampu menjadi kompetitor yang sehat serta memiliki pangsa pasar tersendiri.Kegiatan kunjungan lapangan (Studi Tiru) petani Jeruk Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 23 Mei 2018 pagi. Kegiatan studi tiru ini sejatinya merupakan lanjutan dari kegiatan pelatihan budi daya tanaman jeruk yang sehat, yang telah terselenggara sebelumnya. Kegiatan studi tiru ini diikuti oleh 41 orang peserta petani anggota Subak Abian dan Gapoktan Desa Belancan serta 2 orang pendamping dari penyuluh pertanian dan BPP Kintamani Timur mewakili Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli. Dalam kegiatan tersebut, rombongan disambut oleh Bapak Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Batu-Malang. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwasannya Balitjestro Batu-Malang secara khusus meneliti mengenai tumbuhan atau tanaman jeruk dan buah subtropika lainnya. Balitjestro Batu-Malang mengemban misi sebagai berikut; Merekayasa, Merakit dan Menghasilkan Inovasi Teknologi Jeruk dan Buah Subtropika Berbasis Sumber Daya Lokal yang Efisien; Berdaya Saing Tinggi serta Sesuai Kebutuhan Pengguna; Menjalin dan Mengembangkan Jaringan Kerjasama Nasional dan Internasional Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas dan Profesionalisme Sumber Daya Manusia serta Penguasaan Inovasi Teknologi Jeruk dan Buah Subtropika; Menyebarluaskan Teknologi Inovatif dan Produk yang Telah Dihasilkan Kepada Pengguna; Meningkatkan Kapasitas dan Publisitas Balitjestro; Melestarikan, Memanfaatkan dan Mengembangkan Potensi Sumber Daya Genetik Jeruk dan Buah Subtropika Mendukung Diversifikasi Produk serta Digunakan Sebagai Pusat Wisata Buah Berbasis Pendidikan. Hingga saat ini Balitjestro sudah mengembangkan 248 aksesi Koleksi Plasma Nutfah Jeruk serta pengembangan varietas baru subtitusi import yang memiliki berbagai keunggulan. Dari 248 jenis dan varietas tanaman jeruk tersebut, beberapa diantaranya merupakan tanaman jeruk unggulan yang sudah biasa dibudidayakan oleh petani di Desa Belancan khususnya dan petani jeruk di Kabupaten Bangli pada umumnya. Beberapa diantaranya adalah Pamelo atau Jeruk Bali dengan berbagai keunggulan, Jeruk keprok Tejakula, siem madu, keprok selayar, dan siem Kintamani. Selain jeruk tersebut, balitjestro juga mengembangkan tanaman jeruk unggul hasil dari pemuliaan genetika sehingga bisa dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa varietas unggulan tanaman jeruk selain jeruk Siam Kintamani yang dapat di budidayakan di Bali, utamanya di Kabupaten Bangli yang secara geografis dominan dataran tinggi antara lain, jeruk siem madu, Keprok SoE 86 seedless, jeruk baby krispi manis, jeruk nipis manis serta jeruk nipis tanpa biji.Petani Desa Belancan dapat mengembangkan tanaman jeruk hasil pengembangan balitjestro Batu-Malang. Namun perlu diingat dan menjadi pertimbangan penting bagi petani dalam menentukan varietas tanaman yang akan dibudidayakan, wajib mempertimbangkan kesesuaian varietas dengan agroklimat di wilayah masing-masing. Karena hal ini akan mempengaruhi daya tahan dan tingkat produktivitas tanaman jeruk yang akan dibudidayakan. Bapak I Ketut Mendra, SPd, selaku Kepala Desa Belancan dalam kesempatan itu pula menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan salah satu jenis varietas yang kiranya cocok dengan agroklimat Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali sebagai alternatif pengganti tanaman jeruk siem kintamani yang saat ini pamornya sudah mulai turun.meskipun demikian keinginan beliau selaku kepala desa hamper sama dengan petani yakni untuk menimba sebanyak-banyaknya ilmu budidaya tanaman jeruk yang sehat di Balitjestro Batu-Malang. Ilmu yang diperoleh sebanyak mungkin akan diadopsi oleh petani Belancan untuk meningkatkan kualitas komoditas jeruk siem Kintamani dan nilai jualnya ditingkat petani. (admin : dwieq)