PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) SPESIFIK LOKASI MELALUI SEKOLAH LAPANG DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI
Pengembangan komoditas pertanian utamanya padi dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman secara Terpadu (PTT) hingga saat ini masih dipandang sebagai pendekatan paling menyeluruh dalam rangka peningkatan produktivitas. Pendekatan PTT spesifik lokasi merupakan pendekatan pengelolaan lahan, air, tanaman dan organisme pengganggu tanaman(OPT) secara terpadu dan berkelanjutan berdasarkan kebutuhan, keinginan dan kehendak petani. PTT bertujuan memperoleh produktivitas yang optimal, meningkatkan pendapatan pelaku utama dalam hal ini adalah petani, meningkatkan kesejahteraan petani dan keberlanjutan fungsi lingkungan. Pengelolaan Tanaman secara Terpadu (PTT) ini dikemas dalam kegiatan yang biasa disebut dengan Sekolah Lapang (SL), dipadukan menjadi Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT). Di wilayah Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, kegiatan SL PTT tahun 2020 dilaksanakan di 17 poktan yang tersebar di 11 desa. Dalam pelaksanaannya, SL-PTT melibatkan anggota kelompok tani sejumlah 15-20 orang menggunakan satu lahan percontohan penerapan teknologi disebut Laboratorium Lapang (LL) seluas 1 ha. Pelaksanaan SL-PTT dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan dengan materi pesemaian, tanam jajar legowo, pemupukan sesuai rekomendasi lokalita dan pengendalian OPT menggunakan agen hayati. SL-PTT menganut falsafah sebagai berikut: 1. Mendengar, saya lupa; 2. Melihat, saya ingat; 3. Melakukan, saya paham; 4. Menemukan sendiri, saya kuasai. Berdasarkan falsafah tersebut diharapkan para peserta tidak hanya datang, mendengar dan melihat sebagai penggugur kewajiban melainkan turut serta melakukan transfer teknologi melalui pendekatan PTT. Dari keterlibatan langsung para peserta diharapkan mampu merubah perilaku, keterampilan dan sikap dalam berbudidaya padi sehingga peningkatan produktivitas dapat tercapai.Ye Firma Yani Yuanisa, S.Pt – PPL Kec. Kalitidu