Mancani (BPP Telluwanua) – Sudah menjadi tradisi sebelum turun sawah petani di kelurahan Mancani dan kecamatan Telluwanua pada umumnya melaksanakan kegiatan musyawarah tudang sipulung atau rembug tani untuk menentukan kapan mereka bisa melaksanakan penanaman padi secara serentak. Walaupun ditengah pandemi covid 19, kegiatan tersebut masih tetap dilaksanakan dengan tetap mengindahkan prosedur pencegahan wabah covid 19. Kegiatan musyawarah tudang sipulung atau rembug tani yang dilaksanakan di Kelurahan Mancani Kecamatan Telluwanua Kota Palopo pada hari kamis tanggal 18 Juni 2020 dihadiri oleh para petani perwakilan seluruh kelompok tani komoditi padi, petugas POPT-PHP, Kepala BPP Telluwanua, Penyuluh Pertanian serta pemerintah setempat. Maksud dan tujuan kegiatan musyawarah tudang sipulung adalah untuk menentukan waktu tanam yang tepat, rekomendasi teknologi yang menjadi anjuran, prediksi hama dan penyakit tanaman padi serta hal-hal lain yang berkaitan dengan bagaimana meminimalisasi kerugian berusaha tani dan upaya meningkatkan produksi musim tanam ini. Kepala BPP Telluwanua Abidin Palemmai, SP dalam arahannya pada musyawarah tudang sipulung mengapresiasi inisiatif para petani bekerjasama dengan penyuluh pertanian di Kelurahan Mancani untuk melaksanakan kegiatan musyawah tudang sipulung ini. Lebih lanjut Kepala BPP Telluwanua mengharapkan agar musyawarah tudang sipulung ini dilaksanakan secara demokratis dengan menjunjung nilai-nilai budaya masyarakat kita serta bagaimana hasil musyawarah ini dapat dipatuhi pelaksanaannya secara konsisten oleh para petani sebagai pelaku utama. Moderator dalam acara musyawarah tudang sipulung ini adalah penyuluh pertanian Kelurahan Mancani Baso A. Parana, STP sedang sebagai nara sumber adalah Bapak Kepala BPP Telluwanua Abidin Palemmai, SP dan Bapak petugas POPT-PHP Muhammad Basir, SP. Pada sesi pemaparan materi, Kepala BPP Telluwanua sebagai salah satu nara sumber memaparkan waktu tanam yang ideal berdasarkan petunjuk ‘ombo bulan’ (metode kearifan lokal yang diwariskan dari orang-orang tua) sedang Bapak Muhammad Basir banyak menekankan tentang prediksi Hama dan Penyakit yang kemungkinan berpotensi menyerang pertanaman pada musim ini dan tehnik-tehnik pengendalian yang bisa dilaksanakan oleh para petani. Adapun hasil keputusan yang diambil dalam musyawarah tudang sipulung MT. II tahun 2020 di Kelurahan Mancani Kecamatan Telluwanua Kota Palopo adalah sebagai berikut : I. Anjuran Waktu Tanam Untuk Bulan Juli Tahun 2020 disarankan : a) Tabela (Tanam Benih Langsung) tanggal 26 s/d 30 Juni dan 1 s/d 5 Juli 2020 b) Tapin (Tanam Pindah) tanggal 6 s/d 14 Juli 2020 c) Hambur benih mulai tanggal 16 s/d 24 Juni 2020 Untuk Bulan Agustus 2020 disarankan : a) Tabela (Tanam Benih Langsung) tanggal 25 s/d 31 Juli dan 1 s/d 3 Agustus 2020 b) Tapin (Tanam Pindah) tanggal 4 s/d 12 Agustus 2020 c) Hambur benih mulai tanggal 15 s/d 23 Juli 2020 II. Prediksi Hama dan Penyakit Yang Perlu Diwaspadai Hama : Tikus, Penggerek Batang, Wereng Batang Coklat (WBC) Penyakit : Blast, Tungro, Kresek III. Anjuran Teknologi Penanaman : Jarak Tanam Tandur : Jajar 20 x 20 cm Legowo 2 : 1 dan 4 : 1 Tanam Pindah (Tapin) : Umur benih 18 – 20 hari Varietas (Berdasar rekomendasi Umum) : Cigeulis, Ciliwung, Ciherang, Inpari 7, Mekongga, Cisantana (Balitbangtan) Pada akhir musyawarah peserta juga bersepakat agar mengupayakan penanaman padi di Kelurahan Mancani dan Batu Walenrang seluas 48 Ha sudah bisa dituntaskan hanya sampai bulan Juli 2020. (Penulis : Baso A. Parana, S.TP_ Penyuluh Pertanian Pertama BPP Telluwanua)