Loading...

PENERAPAN CARA TANAM JAGUNG JAJAR LEGOWO DI DESA KALISARI KECAMATAN REBAN, KABUPATEN BATANG, PROVINSI JAWA TENGAH

PENERAPAN CARA TANAM JAGUNG JAJAR LEGOWO DI DESA KALISARI KECAMATAN REBAN, KABUPATEN BATANG, PROVINSI JAWA TENGAH
PENDAHULUANProgram nasional swasembada jagung oleh pemerintah telah tercapai. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya impor jagung dan meningkatnya ekspor jagung ke luar negeri. Sebagian besar produksi jagung guna memenuhi kebutuhan pakan ternak dalam negeri. Harga jagung cenderung bagus sehingga petani bersemangat dalam membudidayakannya.Desa Kalisari merupakan salah satu desa sentra jagung di wilayah Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas baku lahan sawah sekitar 60 ha, petani Desa kalisari mengusahakan tanaman jagung, padi dan aneka sayuran (khususnya cabai kriting dan bawang merah).Penyuluh Pertanian Wilayah Kalisari, mengenalkan Pola tanam Jagung Jajar Legowo 100x20x20cm. Pola tanam tadi hasil dari modivikasi dari jajar legowo yang sudah berkembang di masyarakat.Keuntungan dari Pola tanam ini atara lain :1. Meningkatnya populasi tanaman jagung sebanyak 30% dibandingkan pola tanam yang biasa dilakukan petani ( 70 x 20 cm).2. Memudahkan dalam penanganan OPT dan Gulma.3. Adanya jarak legowo 100cm, intensitas sinar matahari lebih maksimal. 4. Bisa di tumpangsari, tumpang gilir atau tumpang sisip dengan berbagai tanaman yang tajuknya lebih rendah dari tanaman jagung itu sendiri5. Secara estetika hamparan bterlihat lebih indah.Sebagian besar petani Desa Kalisari yang di pelopori oleh Pengurus Kelompok Tani Srisadono 2, Bapak Jono. Alasan utama mencoba untuk melakukan cara tanam ini yaitu karena kebutuhan bibitnya meningkat. Biasanya per luasan 1000m2 jarak tanam 70 x20 cm menghabiskan bibit sekitar 1,2 kg bibit jagung. Dengan pola tanam jajar legowo, menghabiskan bibit sekitar 1,5kg.Secara umum pertumbuhan tanaman jagung juga normal, bahkan lebih bagus. Hasil panennya pun meningkat. Yang biasanya 700 kg jagung pipil kering, bisa menghasilkan 900 sd 1000 kg jagung pipil kering.Penulis : Irwan Dwi Hendriyanto, S TP