Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Universitas Hasanuddin Makassar, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep dan Pemerintah Kabupaten Pinrang bekerjasama melaksanakan program penerapan IPTEKS bagi wilayah. Program ini berupa penerapan hasil-hasil riset bidang pertanian dan peternakan yang berbasis wilayah. Lima orang tim ahli dengan kepakaran berbeda akan membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi para pelau utama. Potensi lokalita setempat akan dioptimalkan, diberi nilai tambah, distandarisasi untuk selanjutnya fasiltasi pasar. Ujungnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program akan dilaksanakan selama 3 tahun (2015-2017) dan dipusatkan di Kecamatan Mattiro Bulu. Tahap awal berupa sosialisasi program telah dilaksanakan pada kamis, 9 april 2014 di Kantor Camat Mattiro Bulu. Sosialisasi dihadiri oleh para Kepala Desa/Lurah, Ketua Gapoktan, Ketua Kelompoktani dan Penyuluh pertanian se Kecamatan Mattiro Bulu. Sementara SKPD terkait yang hadir yaitu perwakilan dari BAPPEDA, BP4K, dan DISTANAK kabupaten Pinrang. Camat Mattiro Bulu, Candera Yasin yang membuka kegiatan sosialiasi ini memaparkan potensi pertanian-peternakan di kecamatan Mattiro Bulu kepada para tim ahli. Selanjutnya, Camat berharap nantinya ada tindak lanjut dari pertemuan ini "Kelompoktani harus memanfaatkan kesempatan untuk menggali ilmu dari para tim ahli, ini juga peluang emas untuk menembus pasar yang lebih luas" terangnya. Ketua Tim Ahli, Alima Bachtiar Abdullah memaparkan rencana makro program yang akan dilaksanakan. Setiap tahun, tim akan menyasar tiga kelurahan/desa "Untuk tahun pertama akan ditempatkan di desa Pananrang, Manarang dan Padaidi" Kata ketua tim. "Agar tujuan program dapat tercapai, maka akan difokuskan pada satu komoditi setiap desa". Dalam penentuan komoditi unggulan, maka tim menjaring informasi dari para pelaku utama. Beberapa isu mengemuka yang disampaikan oleh para kepala desa dan ketua kelompoktani pada sesion diskusi antara lain; penanganan pasca panen buah-buahan lokal seperti nenas, nangka, pisang, pepaya dan teknologi pengolahannya; pengolahan sekam padi menjadi media tanam berupa arang sekam, pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik; serta budidaya ternak puyuh. Selain itu, tim ahli juga akan membantu mengolah limbah pasar kecamatan yang terletak di dusun Kariango, desa Pananrang. Yang tak kalah penting dari kegiatan ini adalah keterlibatan penyuluh pertanian yang mendampingi kelompoktani dan gabungan kelompoktani pelaksana. "Demplot akan dilakukan di setiap kelurahan/desa untuk selanjutnya dilakukan pengawalan oleh tim ahli bersama penyuluh pertanian setempat" tutup ketua Tim. Sebagai follow up dari kegiatan sosialisasi, selanjutnya akan dilakukan pertemuan dengan para anggota kelompoktani di masingmasing gapoktan selambatlambatnya dua pekan ke depan. (@IrsyamSyam, BP3K Mattiro Bulu)