Penerapan Metode Komunikasi Melalui Pertemuan Kelompok Oleh Penyuluh Pertanian
Metode penyuluhan dengan pendekatan kelompok dalam dengan cara pertemuan kelompok rutin sangat efektif untuk pengembangan usaha agribisnis petani, melalui pertemuan kelompok dianggap lebih efektif karena karakteristik kelompoktani dengan kekompakan para anggotanya yang sangat tinggi dan mudah berkumpul. Bagaimana agar lebih mengenal karakter kelompok dan kita bisa dekatdekat? Tidak lain adalah salah satunya dengan seringnya penyuluh pertanian melakukan kunjungan lapangan. Apabila penyuluh jarang berkunjung ke kelompok tani, maka akan semakin jauh hubungan petani dan penyuluh. Kondisi tersebut berpengaruh juga dengan kegiatan atau program yang masuk ke Poktan tersebut. Walaupun kini petani bisa dengan mudah mendapatkan informasi teknologi pertanian dari internet dan segala hal yang berbau instan, sehingga ada kesan petani tidak lagi memerlukan pendampingan penyuluh. Namun kenyataan dilapangan, petani tetap masih memerlukan bimbingan penyuluh pertanian. Dalam Permentan Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani, sangat jelas dukungan SDM berkualitas melalui penyuluh pertanian dengan pendekatan kelompok yang dapat mendukung sistem agribisnis berbasis pertanian (tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan). Karena itu perlu dilakukan pembinaan dalam rangka penumbuhan dan pengembangan kelompok tani menjadi kelompok yang kuat dan mandiri untuk meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya. Salah satu tugas penyuluh pertanian adalah membina kelompok tani. Pembinaan kelompok tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis, peningkatan peran serta petani dan anggota masyarakat pedesaan lainnya, menumbuhkembangkan kerjasama antar petani dengan pihak lainnya yang terkait untuk mengembangkan usaha tani. Dengan pembinaan kelompok tani diharapkan dapat membantu menggali potensi, memecahkan masalah usaha tani secara lebih efektif, dan memudahkan mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya. Hal ini bisa dilihat dari organisasi kelompok tani yang kuat dan mandiri. Ada beberapa ciri untuk mengembangkan kelompoktani menjadi organisasi yang kuat dan mandiri: Adanya pertemuan/rapat anggota/rapat pengurus yang diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan. Dengan dihadiri penyuluh selaku fasilitator dan yang menyampaikan imformasi dari pihak intansi terkait. Disusunnya rencana kerja kelompok secara bersama dan dilaksanakan oleh pelaksana sesuai kesepakatan bersama. Setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipasi dengan melibatkan penyuluh. Memiliki aturan/norma yang disepakati dan ditaati bersama. Memiliki pencatatan/pengadministrasian organisasi yang rapih. Memfasilitasi kegiatan-kegiatan usaha bersama di sektor hulu dan hilir. Memfasilitasi usaha tani secara komersial dan berorientasi pasar. Sebagai sumber serta pelayanan informasi dan teknologi untuk usaha anggota kelompok tani. Admin BPP Kecamatan Cisaat