LATAR BELAKANGBenih merupakan kunci utama yang menentukan keberhasilan usahatani. 60% ke-berhasilan dalam proses budidaya ditentukan oleh mutu benih itu sendiri, benih yang di gunakan sebaiknya adalah benih unggul ber-sertifikat yang sudah disebarluaskan kepada petani.Benih dengan berat jenis yang lebih tinggi, mempunyai mutu fisiologis (daya kecambah dan vigor yang lebih tinggi, serta pertumbuhanya yang lebih cepat dan seragam dilapangan. Sedangkan kebutuhan benih perhektarnya antara 25 - 40 Kg, bahkan penanaman dengan pola SRI (System of Rice Intensification), hanya membutuhkan 5-10 Kg/ha. Metode yang mudah dan murah untuk menguji daya tumbuh atau uji vigor adalah dengan memasukan benih kedalam larutan garam, dengan menggunakan larutan garam benih yang mengapung tidak hanya benih yang hampa tetapi termasuk benih yang bernas. Namun daya tumbuh nya tidak sebaik benih yang tenggelam walaupun benih ber-seritifikat atau benih dihasilkan sendiri.Dengan menanam padi varietas unggul dengan pertumbuhan yang seragam dapat dijamin produksinya lebih tinggi, gabah ber-warna kunig keemasan, akan menghasilkan beras bermutu tinggi, nilai jualnya juga tinggi dengan demikian petani akan memperoleh untung besar. MASALAH : ? Pelaku Utama masih boros dalam peng-gunaan benih dalam persemaian? Secara ekonomi tidak meguntungkn karna terjadi pemborosan? Belum menguasai teknik perlakuan uji benih TUJUAN1. Untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pelaku utama dalam proses perlakuan benih padi sebelum disemai2. Mengurangi jumlah benih dalam proses persemaian 3. Calon benih bermutu tinggiLangkah-langkah Uji Daya Tumbuh dengan menggunakan Larutan Garam1. Pengujian Daya Tumbuh.a. Masukan Air ke dalam ember/Bokor plastic atau wadah lainnya yang dapat menampung benih dalam proses peng-ujian.b. Masukkan garam secukupnya, kemudian masukkan telur biar sampai mengapung, bila telur belum mengapung tambahkan garam hingga telur mengapung.c. Setelah telur mengapung, telur dikeluar-kan dan masukkan benih yang akan di uji daya tumbuhnya sambil di aduk-aduk sampai ada benih yang mengapung.d. Bila terdapat benih yang mengapung di keluarkan/dibuang sedangkan benih yg. tenggelam dicuci lagi dengan air bersih berulang-ulang untuk menghilangkan larutam garam.e. Benih yang sudah dicuci direndam dengan air selama 24-48 jam untuk me-mutuskan masa dormansinya (tidak ber kecambahnya benih hingga waktu ter-tentu karena sebab-sebab tertentu atau bias juga karena factor dari dalam biji maupun factor luar.2. Pemeraman Benih.Langkah selanjutnya adalah benih di peram selama 24 jam dengan diangin-anginkan dalam ruangan, ditebar di atas karung tipis-tipis sampai tumbuh akar ± 2 mm. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa bila diperam selama 2 malam (48 jam) maka akan kesulitan dalam menabur diatas bedengan karena akarnya panjang dan saling mengikat satudengan yang lain nya sehingga akan terjadi penumpukkan dipesemaian.3. Persiapan Tempat Pesemaian.a. Sebelum menabur benih tempat pese-maian sudah ditebur dengan pupuk kandang atau pupuk bokashi untuk menambah unsure hara bagi pertumbuh an calon bibit.b. Kebutuhan luas pesemaian adalah 5% per hektar atau 5 are.c. Air dalam petakan harus dalam keadaan macak-macak.4. Pesemaian Pola SRI dengan mengguna-kan baki.Pesemaian untuk budidaya pola SRI tidak harus menggunakan pesemaian disawah, tetapi dapat dilakukan dengan mengguna-kan baki/nare, yang terbuat dari plastic atau bamboo/besek, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam penanaman/ trans-planting.Proses Pesemaian sebagai berikut :Benih yang bermutu dicuci sampai bersih kemudian direndam, langkah perlakuan benih sama seperti di atas, hanya tempat pesemaian yang berbeda yakni niru/baki.a. Niru atau baki dilapisi dengan daun pisang yang sudah dilemaskan, lalu di beri tanah yang subur bercampur kompos dengan perbandingan 1 : 1 tinggi tanah pembibitan sekitar 4 cm.b. Tabur benih ke tempat pesemaian kemudian ditutup dengan tanah yang tipis.c. Penanaman/tanam pindah (Transpla-ting). Benih ditanam umur 8 hari setelah semai (maksimal berdaun 2) dengan jumlah bibit perlubang 1 (tanam tunggal) dan dangkal 1 – 1,5 cm5. Biaya Yang dibutuhkan? Garam 5 kg @ Rp. 2500,- =Rp. 12.500,-? Telur 1 butir @ Rp. 2500,- =Rp. 2.500,- Total biaya . . . . . . . . . . . . =Rp. 15.000,- By. Lazarus Tipa Djawa,SSTPenyuluh Kec Kupang TengahKabupaten Kupang NTT