Loading...

Penerapan Metode Takakura Di Kelompok Wanita Tani Harapan Kita Wilayah Binaan Kelurahan Rajabasa Jaya Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Rumah Tangga Di Perkotaan

Penerapan Metode Takakura Di Kelompok Wanita Tani Harapan Kita Wilayah Binaan Kelurahan Rajabasa Jaya Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Rumah Tangga  Di Perkotaan
Limbah rumah tangga atau sampah dapur di perkotaan jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah terhadap pencemaran lingkungan, kesehatan, sosial ekonomi, dan keindahan kota apabila menjadi tumpukan berlebihan. Solusi permasalahan akibat tumpukan sampah yang berlebih salah satunya dengan mengolah menjadi kompos terutama sampah dapur. Kompos merupakan pupuk organik melalui proses pembusukan sampah atau sisa sisa bahan organik baik secara aerob maupun anaerob yang saling menunjang pada kondisi lingkungan tertentu terfermentasi dan terdekomposisi sempurna yang dapat dimanfaatkan dari beberapa aspek yaitu aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek tanah/tanaman. Manfaat dari aspek ekonomi yaitu menyangkut biaya transportasi dan penimbunan limbah, mengurangi volume/ukuran limbah, dan memiliki nilai jual lebih tinggi dari bahan asalnya; dari aspek lingkungan dapat mengurangi polusi udara, mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan dan mengurangi kerusakan lingkungan;dari aspek tanah/tanaman ialah dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, meningkatkan kualitas hasil panen, menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman, menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman, dan meningkatkan retensi/ketersediaan hara dalam tanah. Takakura merupakan metode alternatif pengolahan kompos dari limbah rumah tangga atau limbah dapur di perkotaan dengan cara Takakura Home Method Composting yaitu metode pembuatan kompos yang bertujuan untuk mendaur ulang sampah dapur, yang diperkenalkan pertamakali di Surabaya pada tahun 2004 oleh Mr. Takakura berkebangsaan Jepang,beliau berprinsip proses medaur ulang limbah rumah tangga menjadi kompos dapat dimulai sejak dari dapur sehingga tetap bersih karena dapur merupakan tempat mengolah makanan sebaiknya hygienis, bersih dan tidak berbau serta tidak terkesan jorok dan kotor. Satu keranjang standar dengan starter kompos 8 kg dipakai oleh keluarga dengan jumlah total anggota keluarga 7 orang, sampah rumah tangga yang diolah dlam keranjang maksimal 1,5 kg/hari. Tahapan Pembuatan Kompos Metode Takakura; (1) menyiapkan keranjang yang berlubang-lubang kecil atau berpori yang ditempatkan diteduhan, (2) meletakan sekam didasar keranjang yang berfungsi untuk menyerap air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik, (3) lapisi keranjangdengan kardus yang diikat tali, (4) isi keranjang dengan starter kompos setebal 5 cm (8 kg), (5) masukan sampah atau limbah dapur dalam keadaan sudah dirajang atau potong kecil kekeranjang Takakura setiap hari/setiap selesai masak atau makan lalu aduk pelan dan rata jangan sampai merobek kardus lapisan komposnya, kemudian tambahkan EM-4/air cucian beras/atau kompos jadi/starter alternatif pengganti EM-4 berupa MOL nasi yang dicampur air dengan perbandingan 1: 5 atau 1:10 lalu disemprotkan atau cipratkan hingga kondisinya lembab, lakukan demikian tiap kali memasukan sampah dapur sambil mengaduk rata dan menyemprotnya, (6) masukan sekam secukupnya lalu tutuplah dengan kain dan tutup rapat keranjang Takakura, dan tidak harus diisi langsung penuh melainkan masukan limbah rumah tangga atau sampah dapur seadanya tiap hari hingga keranjang penuh dan sampah yang dimasukan akan terferementasi dalam waktu 1-2 hari, jika diatas 2 cm tangan kita diletakkan terasa panas berarti sedang proses fermentasi, (7) lakukan berulang kali selama 40-60 hari hingga limbah fermentasi terdekomposisi sempurna menjadi kompos yang berwarna hitam, tidak bau, dan remah serta sudah dingin jika tangan kita masukan kedalamnya, (8) Panen dapat dilakukan ketika kompos yang dibuat dengan metode Takakura berumur 60 hari dan telah terfermentasi dan terdekomposisi sempurna dengan mengambil 1/3 bagian dan dipisahkan serta dikeringanginkan selama seminggu dan kemudian dapat digunakan sebagai campuran media tanam maupun media semai benih sayuran. Yang 2/3 tetap tinggalkan dikeranjang untuk starter pembuatan kompos berikutnya. Ciri ciri kompos yang telah terfermentasi dan terdekomposisi sempurna berwarna coklat kehitaman, remah, tidak berbau, dan dingin ditangan serta jika dilarutkan dalam air akan tenggelam dan melarut. (Penulis: Susetiowati, SP. Penyuluh Urban Farming Kelurahan Rajabasa Jaya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. 2019) Sumber: : Muhammad Johan Widikusyanto, M.Sc. Membuat Kompos dengan Metode Takakura. Cilegon. 2015