Loading...

Penerapan Pengendalian Hama Terpadu di Poktan Pade Girang Desa Mekar Sari Kec. Narmada

Penerapan Pengendalian Hama Terpadu  di Poktan Pade Girang Desa Mekar Sari Kec. Narmada
Pengertian PHT : Memadukan semua teknik pengendalian yang ada ke dalam suatu kegiatan untuk mengendalikan populasi OPT tetap pada tingkat yang tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis dan membatasi pengaruh sampinang terhadap lingkungan yang tidak dikendalikan.Kegiatan mencakup? Menciptakan ekosistem pertanian yang tidak sesuai untuk perkembangan OPT.? Pemantauan Perkembangan OPT secara intensif.? Penggunaan pestisida yang bijaksana (mengacu pada 5 (lima) tepat )KONSEP PHT• PEMAHAMAN AGROEKOSISTEM• ANALISIS BIAYA MANFAAT PENGENDALIAN OPT • TOLERANSI TANAMAN THD KERUSAKAN• MEMPERTAHANKAN ADANYA SEDIKIT POPULASI HAMA DI PERTANAMAN • BUDIDAYA TANAMAN SEHAT• PEMANTAUAN LAHAN• MEMASYARAKATAN KONSEP PHTPRINSIP-PRINSIP PHT1. Budidaya tanaman sehat- Pemilihan bibit yang sehat dari varietas tahan hama, yang cocokdengankondisisetempat.- Pengairancukupdanpemupukan yang seimbang- Penyiangangulmasecarateratur- Peningkatandanpemeliharaankesuburantanah2. Melestarikan Musuh Alami• Menemukan, mengenali dan mengamati musuhalami di lahansawah.• Memelihara keseimbangan lingkungan lahan sawah.3. Pengamatan Agroekosistem Mingguan- Mengamati tanaman, air, tanah, cuaca, penyakit, hama dan musuh alami.- Menganalisis potensi kehilangan hasil akibat keberadaan OPT dan mempertimbangkan tindakan pengelolaan yang perlu dilakukan.4. Petani menjadi ahli PHTPetani PENGAMBIL KEPUTUSAN dan PENGELOLA Agroekosistem dan unit usaha taninya, tidak tergantung pada pihak-pihak lain. PENGAMATAN DI LAPANGANProses pengamatan dilakukan oleh petani secara berkala (seminggu sekali) dan dipandu oleh PHP, setiap pengamatan dilakukan pencatatan pada setiap obyek yang ditemukan dilahan belajar, baik pada lahan belajar yang diberikan perlakuan maupun yang tidak diberikan perlakuan (perlakuan petani). Penggambaran dan Analisa hasil pengamatan agroekosistem.• Penggambaran hasil pengamatan Agroekosistem meliputi kondisi tanaman, OPT,Musuh Alami, kondisi Lingkungan dll).• Analisa : - KeadaanTanaman( umur, tinggi, anakan, pertumbuhan, kerusakan, dll) - Keadaan OPT dan MA (Jenis, Populasi) - KedaanLingkungan( air, cuacadll.) - Tindakan yang harus dilakukan /diperlukan. Presentasi hasil analisa agroekosistem.• Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil penggambaran dan analisa.• Kelompoklainnyaikutmembahas. Pengambilan keputusan• Membuat keputusan untuk tindak lanjut yang arus dilakukan terhadap keadaan agroekosistem saat itu. Keputusan al :• Tindakan agronomis yang harus dilakukan kelompok.• Tindakan pengendalian yang harus dilakukan kelompok. TOPIK KHUSUS & STUDI KHUSUSTopik khusus digunakan untuk menjawab permasalahan yang timbul pada sa'at kegiatan SL atau pembuktian sa'at ada kasus.Dalam hal ini topic yang di ambil adalah pembuatan Pestisida Nabati dan penanaman tanaman repugia Pembuatan pestisida yang berbahan baku dari beberapa jenis tanaman yang ada di sekitar/ lokasi SL, seperti daun sirsak, Laos, , dan Sereh, masing-masing bahan sebanyak kurang lebih 1 kg.Cara pembuatannya cukup mudah yaitu semua bahan di cincang hingga ukuranya kecil-kecil kemudian di rendam dengan air bersih dan diberi bahan pengemulsi sabun colek se ujung sendok teh. Air remdaman sebanyak 20 liter. Pestisida ini akan mengendalikan semua jenis serangga yang ada pada tanaman padi, perendaman dilakukan selama 5-7 hari, dan cara aplikasinya setiap 400 ml air rendaman bisa dicampur dengan 14 liter air Tanaman repugia adalah tanaman yang ditanam disekitar tanaman utama (di pematang) yang bertujuan sebagai tanaman tempat hidup dan berkembang biaknya musuh alami dari hama pada tanaman padi adapun jenis tanaman yang di tanam adalah glorey morning. STUDI KHUSUSYaitu proses belajar tentang topic tertentu yang mendukung kegiatan utama dalam hal ini SL, kegiatan. studi khusus yang diambil adalah pembuatan PGPR / zat pengatur tumbuh yang berbahan baku dari akar bambu, cara pembuatannya yaitu dengan cara merendam akar bambu dengan air dingin yang sebelumnya sudah dimasak hingga mendidih, perendaman dilakukan selama satu minggu, setelah itu baru diaplikasikan. Cara aplikasinya cukup mudah yaitu dengan mengencerkan air rendaman 400 ml – 500 ml dicampur dengan air jenih 14 liter. Oleh: Gatot Risanto, SP. THL-TBPP WKPP Mekar Sari