PENERAPAN POLA PERGILIRAN TANAMAN OLEH KELOMPOK TANI (SUBAK) UMA DESA DI KUTA UTARA
Aktivitas kelompok tani sebagai cermin dinamika kelompok, sudah tentu menekuni dan menerapkan inovasi teknologi pertanian untuk tercapainya pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Pengaturan pola pergiliran tanaman salah satu inovasi yang harus diterapkan di tingkat kelompok tani. Pentingnya penerapan pola pergiliran tanaman bagi lahan pertanian yang setiap tahun dalam satu musim tanam harus diterapkan budidaya palawija sehingga pola tanamnya menjadi padi - padi - palawija atau padi - palawija - padi. Manfaat pengaturan pola tanam dalam setahun ini sudah disepakati oleh kelompok tani dalam satu aliran air yang disebut dengan Pasedahan Yeh. Seperti halnya kelompok tani (Subak) Uma Desa termasuk Pasedahan Yeh Bolo di Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung, dalam tahun 2018 ini mulai Bulan Maret 2018 kelompok tani (Subak) Uma Desa membudidayakan tanaman kedelai varietas Grobogan sebagai pola pergiliran tanaman untuk mengatur pola tanamnya, yang saat ini keadaan tanaman kedelainya sudah menjelang panen. Kegiatan panen diperkirakan pada akhir bulan Mei 2018 ini. Kelompok tani sudah menyadari betapa pentingnya penerapan pola tanam, untuk mengembalikan kesuburan tanah dengan komoditi palawija kedelai, sehingga nantinya hara yang tersedia di dalam tanah dapat memenuhi kebutuhan tanaman pada musim tanam berikutnya, sehingga konsep pertanian berkelanjutan dapat diwujudkan oleh kelompok tani. Manfaat penting lainnya sudah tentu harapan petani sebagai pelaku utama, agar setiap musim tanam terjadi peningkatan produktivitas tanaman, dengan memperhatikan kondisi lahan pertanian yang dikelolanya, sehingga harapan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dapat tercapai.Simbaryadnya (PP.Madya Diperpa Kab.Badung)