Loading...

PENERAPAN PUPUK BERIMBANG DENGAN MENUTUP LUBANG TANAM MEMAKAI PUPUK ORGANIK

PENERAPAN PUPUK BERIMBANG DENGAN MENUTUP LUBANG  TANAM MEMAKAI PUPUK ORGANIK
Dalam pelaksanaan budidaya jagung, tidak semua komponen teknologi tersebut harus diterapkan sekaligus, terutama dilokasi yang memiliki masalah spesipik, misalnya daerah yang sangat kering dengan ketersediaan air yang sangat terbatas pada musim kemarau. Di bawah ini disampaikan budidaya jagung hibrida sistem pupuk berimbang dengan menutup lubang tanam mamakai pupuk organik di kelompok tani kuang keropak Desa Beru Jelenga Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat.A. Pengolahan tanahPengolahan tanah 2 hari sebelum tanam dengan cara dibajak sistem kering serta digaru dan diratakan karena lahan demplot bekas padi dan alahan yang sangat kering maka dibuat alur tanam menggunakan bajak dengak 80 cm dan di buat cuklakan sesuai jarak tanam yang diinginkan, kemudian di tugal sedalam 5-10 cm.B. Persiapan tanamPada lahan demplot kuang keropak dosis dan jenis pupuk untuk tanaman jagung hibrida yang digunakan adalah 300 kg NPK Phonska, 300 Kg urea, dan 500 Kg pupuk organik Petroganik per Ha C. Tanam Penanaman benih pada lahan demplot kuang keropak adalah dengan cara di tugal dan diberi sedikit air baru ditanam benihnya, kemudian lubang tanam ditutup dengan sedikit tanah/pupuk organik/abu dapur. Penggunaan pupuk dasar pada demplot kuang keropak adalah 500 kg pupuk organik petroganik/ha digunakan untuk menutup lubang tanam, setelah benih ditanam dilubang tersebut. Penggunaan pupuk berimbang pada tanaman jagung dengan menggunakan formulasi 5 : 3 : 3 atau 500 kg pupuk organik petroganik, 300 kg NPK PHONSKA plus, dan 300 kg urea / ha. Dengan penggunaan pupuk berimbang diharapkan pada demplot kuang keropak akan mampu meningkatkan hasil panen dan terbukti hasil panen meningkatkan dari tahun sebelumnya.