Loading...

Penerapan Sekolah Lapang (SL) Dengan Metode PTT Padi Sawah

Penerapan Sekolah Lapang (SL) Dengan Metode PTT Padi Sawah
Komoditi pangan memiliki peranan pokok dalam memenuhi kebutuhan pangan harian yang menjadi konsumsi. Kebutuhan akan pangan khususnya beras sudah menjadikan hal yang tidak dapat di tawar lagi. Hal ini dikarenakan beras merupakan konsumsi pokok yang setiap harinya dikonsumsi masyarakat di Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka prodiktivitas tanaman padi harus meningkat. Upaya peningkatan produksi, produktivitas serta mutu hasil pertanian tanaman pangan khususnya padi sawah ditempuh dengan mengucurkan beberapa cara, seperti intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi. Cara ekstensifikasi dengan perluasan areal lahan sawah kurang memungkinkan untuk dilakukan di Kecamatan Sodonghilir karena tofografi yang sangat bergelombang. Sementara upaya diversifikasi masih relatif jarang dilakukan mengingat pangsa pasar dari komoditi yang diusahakan masih terbatas,. Selain itu teknologi pasca panen belum maksimal. Saat ini, salah satu upaya peningkatan produksi yang paling mungkin dilakukan adalah intensifikasi, yaitu dengan penerapan teknologi produksi yang lengkap dan terpadu. Sekolah Lapang (SL) dengan penerapan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi merupakan salah satunya metode pendekatan dalam mengajarkan teknologi produksi tanaman pangan kepada petani. Dimotori oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, BPP Sodonghilir melakukan kegiatan Sekolah Lapang (SL) dengan penerapan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di beberapa wilayah kerja. Salah satunya di kelompok tani Budimukti Satu, Desa Muncang Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pelaksanaan Sekolah Lapang (SL) dengan penerapan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dilaksanakan selama satu musim tanam padi sawah dengan persentase, 25% dilakukan di saung pertemuan dan 75% dilakukan di lahan sawah peserta. Selama satu musin tanam padi sawah peserta diminta untuk mengungkapkan permasahan yang sering dihadapi selama satu musim tanam padi sawah sebelumya. Permasalahan-permasalahan tersebut dijawab melalui pelaksanaan Sekolah Lapang (SL) selama satu musim tanam padi sawah. Hasal yang diperoleh pada kegiatan ini adalah berupa peningkatan produktivitas padi sawah rata-rata di kelompok tani Budimukti satu meningkat 3 Kw/Ha, dari rata-rata 67 Kw/Ha menjadi 70 Kw/Ha. Dengan kegiatan Sekolah Lapang (SL) yang telah dilaksanakan, harapan kami semoga penerapan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) terus dilaksanakan oleh para pelaku utama di wilayah kerja BPP Sodonghilir agar produktivitas yang sudah ada bisa ditinkatkan lagi. Sesuai dengan program yang telah di luncurkan BPPSDMP kementerian pertanian, melalui dinas pertanian Kabupaten Tasikmalaya yaitu Pelaksanaan Kegiatan Sekolah Lapang (SL) yang hasilnya lebih dapat dirasakan oleh pelaku utama. Dengan sedikit pengalaman ini kami mengharapkan kontinyuitas dari kegiatan serupa.. Terima kasih atas terlibatnya berbagai pihak, semoga apa yang telah dilakasanakan dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Berbagi Pengalaman Itu Indah”