Loading...

Penerapan sistem tanam Jarwo Melalui Kegiatan SL Poktan semoga jaya

Penerapan sistem tanam Jarwo Melalui Kegiatan SL Poktan semoga jaya
Kegiatan Budidaya Tanaman Padi bukan lah hal yang baru bagi para petani dikelompok Tani Semoga jaya Nagari Buluh Kasok kecamatan lubuk tarok, kegiatan budidaya tanaman padi ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat petani yang ada di nagari buluh Kasok khususnya kelompok tani semoga jaya. Mulai dari kegiatan pengolahan tanah , penyemaian, penanaman, pemupukan, pengairan, dan pemeliharaan sampai dengan panen dan pasca panen. Adapun kegiatan tersebut juga dilakukan oleh generasi muda sebagai penerus kegiatan usaha tani budidaya Padi Sawah dalam keluarganya, selain itu juga sebagai penunjang ekonominya . sebaga upaya peningkatan produksi padi tentu tidak terlepas dari berbagai inovasi teknologi budidaya yang salah satunya adalah teknologi sistim tanam jajar legowo. Teknologi tanam jarwo telah diperkenalkan kepada petani melalui sekolah lapang dan pendampingan oleh penyuluh setempat. Adapun istilah jarwo diambil dari bahasa jawa yaitu berasal dari bahasa lego berarti luas dan dowo berarti memanjang, system tanam legowo adalah pola tanam yang berselang seling antara dua atau lebih ( biasa nya dua atau empat baris ) tanaman padi dan satu baris kosong yang memiliki jarak dua kali jarak tanaman antar baris. Modifikasi tanaman pinggir dilakukan pada baris tanaman ke 1 dan ke 3 yang diharapkan dapat diperoleh hasil yang lebih tinggi dari adanya efek tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar baris. Meskipun tanam jarwo telah diperkenalkan kepada para petani namun belum semua petani mampu mengadopsi teknologi tersebut dikarenakan tenaga kerja yang digunakan pada saat tanam masih belum terampil dan belum terbiasa menerapkan tanam jarwo . alasan tersebut sangatlah tidak tepat karena pola tanam jarwo banyak memberi mamfaat diantaranya, adanya peningkatan populasi tanaman yang disisipkan dipinggir barisan tanaman sehingga dapat meningkatkan produksi ,memudahkan bagi tanaman mendapatkan sinar matahari bagi tanaman pinggir sehingga meningkatkan bobot buah yang lebih berat, menekan serangan penyakit pada lahan yang relative terbuka, mempermudah kegiatan pemupukan dan penyiangan dan masih banyak lagi keuntungan tanam jarwo. Kelompok Tani Semoga Jaya Nagari BuluhKasok, Kecamatan LubukTarok, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat merupakan kelompok Tani pelaksana Kegiatan Sekolah Lapang ( SL ) Budidaya Padi Sawah melalui Anggaran APBN Tahun 2019. Yang diketuai Oleh Bahirullah dengan jumlah anggota kelompok 30 Orang dengan Luas sawah 15 Ha. Produktivitas padi yang pernah dicapai 5,6 ton/Ha. Untuk Upaya peningkatan Produksi kelompokTani Semoga jaya melaksanakan Demplot Seluas 1 Ha dengan penerapan sistim Tanam Jarwo, yang didampingi oleh penyuluh dan Petugas dari Dinas Pertanian. Dengan adanya kegiatan sekolah Lapang ini diharapkan petani /dan selaku pelaku Usaha untuk dapat sama-sama belajar dan berbagi pengalaman yang nantinya dapat merubah pola piker dan prilaku petani yang ada dikelompok Tani Semoga jaya serta anggota Kelompok Lain Yang tergabung dalam kegiatan SL. Ditulis oleh: YelOfrita.SP ( PenyuluhPertanian THL Daerah KabupatenSijunjung )