Loading...

PENERAPAN TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO

PENERAPAN TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO
PENDAHULUAN Jarwo (Jajar Legowo) merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Tanaman yang berada dipinggir lebih banyak memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih tinggi, perakaran yang lebih luas sehingga serapan hara lebih tinggi (efek tanaman pinggir). Dari beberapa hasil penelitian bahwa cara tanam Jajar Legowo 2:1 atau 4:1, terbukti dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22% . KEUNGGULAN CARA TANAM JARWO (a) Rekayasa populasi tanaman à lebih banyak VS tegel (b) Pemupukan lebih mudah, efektif, efisien serta lebih berdaya guna (c) Memudahkan distribusi sinar matahari (d) Memudahkan sebaran air irigasi (e) Memudahkan proses pemeliharaan (pengendalian OPT dan gulma) (f) Menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air (pola mina padi) (g) Efek tanaman pinggir memberi hasil > tinggi (h) Meningkatkan produktivitas KENDALA PENERAPAN JARWO (a) Persiapan lahan harus optimal denganpermukaaan tanah rata (b) Keadaan air mudah diatur (pemasukan dan keluar) (c)Diperlukan alat bantu (caplak, tali, atajarwo) agar populasi tanam yang sesuai dengankaidah "jarwo" tercapai (d) Perlu biaya tambahan yang cukup berat bagi petani(pembuatan saluran keliling = caren, pencaplakan, dan tanam) (e) Perilaku petani masih menganggap sistem tanam "jarwo" rumit dibanding tanam biasa/tegel atau sistem botis 5,6, atau 7 (f) Petani masih beranggapan bahwa dengan cara tanam jarwo akan mengurangi populasi tanaman. HASIL YANG DICAPAI (1)Berdasarkan hasil penelitian terbukti pola "jarwo dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22% (2) Selain itu sistem tanam tersebut juga memanipulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak (3)Berdasarkan hasil padi yang dicapai pada pola sistem tanam jajar legowo 4:1 yang tidak konsisten serta penerapannya yang masih banyak salah berkaitan dengan populasi tanaman, dianjurkan untuk mengunakan sistem jajar legowo 2:1 maupun 4:1 yang didukung dengan penggunaan alat bantu petunjuk tempat bibit padi ditanam yang disebut dengan ATAJARWO (4) Penggunaan ATAJARWO bertujuan populasi tanam tidak berkurang dibanding penggunaan sistem tanam tegel, yaitu bila jajar legowo 2:1 (20x10 cm) populasi tanaman sebanyak 333.000 tanaman/ha, dan bila 4:1 tanpa dipersempit 2 barisan tanam tengah legowo adalah sebanyak 280.000 tanaman/ha, sedangkan bila dengan sistem tanam tegel (250.000 tanaman/ha) ATAJARWO ,Atajarwo adalah cara tanam jajar legowo dengan menggunakan Alat Tanam Benih Langsung (Atabela). Atajarwo merupakan prototipe atabela biasa akan tetapi untuk menciptakan cara tanam sistem legowo 2 ; 1 maupun 4 ; 1 dapat dilakukan dengan penutupan lubang satu baris dalam lingkaran paralon.Atabelajarwo ini dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahan pipa paralon 4 inchi dan 2 buah velg sepeda mini, serta kayu kaso sebagai tangkai penarik. Spesifikasi alat tersebut adalah sebagai berikut (a)Tinggi alat: 60 cm (b)Panjang:70cm (c) Lebar: 160 cm (d) Berat kosong: 8 kg (e)Jarak baris lubang : 20 cm(f) Jumlah baris lubang: 8 baris (g) Volume benih : 2 kg Prinsip kerja alat ini sama dengan atabela sebelumnya hanya dibedakan penutupan lubang satu baris untuk menciptakan gang/jarak 40 -50 cm setiap 2 baris atau 4 baris tanaman. Benih dimasukan ke dalam paralon sebanyak 2 kg dan dijaga agar isi paralon tidak penuh, sehingga memudahkan memudahkan benih keluar dari lubang. Dianjurkan agar benih yang dimasukan adalah benih berkecambah. Jumlah benih yang disiapkan untuk satu hektar yaitu 60 kg. Waktu kerja yang dibutuhkan untuk penanaman dengan menggunakan atajarwo paralon yaitu 7 - 8 jam per hektar. Beberapa keunggulan atajarwo paralon : (a)Harga alat relatif murah (b) Menghemat jumlah tenaga kerja dan waktu penanaman (c)Alat cukup ringan sehingga mampu diangkat oleh 1 orang (d)Cara pembuatanya mudah (e)Mudah perawatannya. Lahan yang akan ditanami padi dengan menggunakan atajarwo paralon yaitu harus dalam keadaan macak-macak. Agar petak sawah dapat dikondisikan macak-macak maka air dalam petak sawah harus mudah diatur artinya keluar masuknya air cukup mudah.Penyusun :Sad Hutomo PribadiSumber : Putri Nirwana S BPTP Sumut