PENERAPAN TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO PADI SAWAH DESA DUJUNG SAKTI
Jajar Legowo merupakan sistem tanam untuk memanfaatkan pengaruh barisan pinggir tanaman padi (border effect) yang lebih banyak dimana kelompok-kelompok barisan tanaman padi dipisahkan oleh suatu lorong yang luas dan memanjang. Penerapan sistem jajar legowo memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak. Seperti kita ketahui bahwa tanaman pinggir memiliki kualitas pertumbuhan dan jumlah produksi yang lebih baik. Tanaman yang berada pada barisan pinggir memiliki ruang tumbuh lebih leluasa serta mendapatkan intensitas sinar matahari lebih banyak, intensitas sinar matahari mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi padi. Dengan semakin banyaknya tanaman efek pinggir kualitas dan produksi gabah dapat meningkat. Di Desa Dujung sakti, sistem tanam jarwo yang diterapkan oleh petani adalah 2:1 dan 4:1 dengan jarak antar baris tanaman padi 20 cm atau 25 cm maka lorong yang memisahkan antar kelompok barisan menjadi 40 cm atau 50 cm. Namun Kebanyakan petani lebih suka tanam Jajar legowo 2:1 dibandingkan 4:1. Penerapan teknologi tanam jajar legowo ini memberi dampak positif bagi petani Desa Dujung Sakti antara lain : Jumlah Populasi Tanaman Meningkat. Memudahkan Perawatan & Pemeliharaan. Menekan Serangan Hama dan Penyakit. Hemat Biaya Pemupukan . Meningkatkan Produksi dan Kualitas Gabah. (MISNARYATI, S.PKP)