Loading...

PENERAPAN TEKNOLOGI JARWO SUPER 2:1 PADA PADI SAWAH (Oryza sativa) DI KELOMPOK TANI GADUNG TABU

PENERAPAN TEKNOLOGI JARWO SUPER 2:1 PADA PADI SAWAH (Oryza sativa) DI KELOMPOK TANI GADUNG TABU
Teknologi jajar legowo super 2:1 (jarwo super 2:1) dilaksanakan pada hamparan Kelompok Tani Gadung Tabu di Jorong Ganting Padang Palak, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih. Kegiatan ini berupa demplot pembelajaran seluas 0.25 Ha di sawah Eti Daflia (Sekretaris Kelompok Tani) dan Marjohan (anggota Kelompok Tani. Penanaman dilakukan pada tanggal 17 September 2018, dihadiri oleh Pimpinan BPP Junjung Sirih Ifwan Linur,S.P, PP Nagari Paninggahan Wahyurial,S.Pt dan Suyitno,S.Pt. Acara temu lapang penerapan Jarwo Super 2:1 dilaksanakan dalam rangka kegiatan SL-UPSUS Padi Sawah tahun 2018. Teknologi Jarwo Super 2:1 mengedepankan pengelolaan usahatani yang ramah lingkungan dengan menggunakan biodecomposer dan pupuk hayati yang dipadukan dengan pemakaian pupuk kandang dan pupuk anorganik. Perlakuan benih padi sebeum disemai direndam minimal 6 jam dalam larutan pupuk hayati cair, kemudian dikecambahkan selama 2 malam baru ditaburkan dibedengan semai. Umur bibit ditanam 21 hari. Perlakuan pengolahan lahan sawah sebelum dibajak disemprot dengan decomposer pada sisa jerami pasca panen yang telah ditaburkan secara merata pada lahan sawah. Setelah 15 hari lahan baru dibajak yang sebelumnya telah ditaburkan pupuk kandang. Perlakuan selanjutnya penyemprotan pupuk hayati pada saat lahan sawah 3 hari sebelum tanam pada kondisi lahan sudah didatarkan, kondisi lahan lembab tanpa genangan air(macak-macak). Penanaman dilakukan setelah dilakukan pembuatan garis tanam dengan alat penggaris(caplak) yang telah disesuaikan ukuran jarak tanamnya. Metode tanam yang diterapkan jajar legowo 2:1 dengan jarak baris tanaman 25 cm dan lebar antar plot baris 40 cm. Jarak antar tanaman dalam satu baris 12,5 cm (menyerupai tanaman pagar pada jarwo 4:1 atau 3:1). Jarak tanam ini dipakai karena varietas padinya Cisokan (varietas anakan sedang). Penerapan teknologi ini disesuaikan dengan spesifik lokasi dan agroklimat di Wilayah Junjung Sirih. Pemupukan susulan pupuk hayati cair susulan direncanakan pada hari ke 7 HST dan 21 HST. Sedangkan pemupukan pupuk kimia dasar berupa urea, NPK Phonska, dan SP36 dengan perbandingan 1:1,5:1,5 (20 kg:30kg:30kg) akan dilakukan pada umur 10 HST. Pengairan dilakukan secara berselang (intermitten) dan penggenangan terus-menerus dilakukan setelah tanaman berumur 45 HST (fase primordial) sampai dengan 1 minggu sebelum panen. Pemanenan padi direncanakan setelah umur padi 90 HST atau 90% padi telah masak (warna kuning keemasan).Penulis : Ifwan Linur, S.P (Penyuluh Pertanian Muda/Gol.III/d) Pimpinan BPP Junjung SirihReferensi: www. Sumbari.litbang.pertanian.go.id/ind/images/PDF/jarwosuper.pdf www. pangan.litbang.pertanian.go.id/files/Juknisjarwo/Juknis%20Jarwo%20Super.pdf