Loading...

Pengairan Basah Kering ( Pbk )

Pengairan Basah Kering ( Pbk )
LARAT BELAKANG Air tidak hanya menentukan produktivitas tanaman, tetapi juga mempengaruhi intensitas pertanaman (IP) dan luas tanam potensial Potensi penurunan hasil merupakan akibat tidak tercukupinya kebutuhan air tanaman selama masa pertumbuhannya (Sosiawan 2007) Hingga tahun 1984, secara parsial air menyumbang 16 % dari laju kenaikan produksi padi nasional Secara integrasi dengan varietas dan pupuk menjadi 75 % terhadap produksi nasional (Bank Dunia 1987 dalam Abdulrachman et.al 2000 dalam Setiobudi dan Kartaatmadja, 2002) Keterbatasan air merupakan ancaman pada tanaman padi : Perlu pemilihan jenis varietas Pengelolaan air yang benar Penggenangan menyebabkan kerusakan jaringan perakaran akibat terbatasnya pasokan oksigen. Semakin tinggi air, semakin kecil oksigen terlarut. Dampaknya akar padi tak mampu mengikat oksigen sehingga jaringan perakaran rusak. KEBUTUHAN AIR TANAMAN KEBUTUHAN AIR DALAM SATU SIKLUS PERTUMBUHAN TANAMAN PADI Kebutuhan untuk pengolahan tanah, pembibitan, tanam sampai primordia, primordia sampai pembungaan, bunga 10 % s.d penuh, bunga penuh s.d pemasakan dan pemasakan s.d panen Kebutuhan air untuk penggenangan tanaman padi sawah (Agus Handoko, 2002) : Penggenangan 2- 5 cm setelah bibit ditanam Pada Fase pembentukan anakan,ketinggian air diper-tahankan antara 3 - 5 cm Pada Masa Bunting, ketinggian air 10 cm Pada masa pembungaan, ketinggian air 5 - 10 cm Ketika tampak keluar bunga, sawah perlu dikeringkan selama 4 -7 hari Saat bunga muncul serempak air segera dimasukan kembali Menjelang bunting sawah dikeringkan selama 4-5 hari TEKNIK PENGGUNAAN AIR KONSEP HEMAT AIR DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH Sasaran utama : produktivitas air ( perbandingan antara hasil gabah dengan konsumsi air total) yang lebih tinggi dari produktivitas air dengan pemberian secara kontinyu. Atas hal tersebut, Strategi perbaikan produktivitas air : Hasil gabah meningkat dengan konsumsi air total tetap atau Hasil gabah meningkat dengan konsumsi air total berkurang TEKNIK PENGGUNAAN AIR PENGAIRAN BERSELANG Adalah cara pemberian air pada sawah digenangi dan dikeringkan secara berselang. Pengairan berselang tergantung jenis tanah dan pola pengairan. Pemberian airnya adalah sebagai berikut : Tanam Bibit air macak-macak Secara berangsur tanah diairi 2-5 cm s.d 10 hari Biarkan sawah mengering 5 - 6 hari Setelah terlihat permukaan tanah retak, airi kembali 5 cm Keringkan tanpa diari 5 - 6 hari , lalu airi kembali 5 cm Ulangi hal di atas hingga Fase Stadia Pembungaan Fase keluar bunga s.d 10 hari sebelum panen airi setinggi 5 cm, kemudian keringkan KEUNGGULAN INTERMITTEN Penghematan konsumsi air Tanaman lebih tahan rebah Memberi kesempatan akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam Mencegah penimbunan H2S dan asam organik yang dapat menghambat perkembangan akar Mengaktifkan jasad renik mikroba karena temperatur tanah meningkat Pengairan berselang atau intermitten efektif mengurangi emisi gas metan berkisar 17 - 66% daripada pengairan terus menerus karena metoda ini dapat memutus daur hidup bakteri methanogen (Baskoro, 2011) Menghambat perkembangan hama (penggerek batang, wereng coklat, keong mas), dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah daun) Dapat menekan keracunan tanaman akibat akumulasi besi (Fe) dalam tanah Hal – Hal yang perlu diperhatikan : Jenis tanah dan sifat drainase Pola pengairan di wilayah setempat Pengendalian gulma SISTEM TERGENANG Efisiensi penyaluran 80 % namun memerlukan air sebesar 12.000 m3/ha/musim (Setiobudi dan Kartaatmadja, 2002) Penggenangan dan pengolahan tanah dalam keadaan tergenang untuk menanam padi sawah dapat menyebabkan berbagai perubahan sifat tanah. Perubahan tersebut meliputi sifat morfologi, fisika, kimia, mikrobiologi, maupun sifat-sifat lain sehingga sifat tanah sawah dapat sangat berbeda dari sifat asalnya. Penggenangan tanah dapat meningkatkan pasokan N. Hal itu terjadi karena meningkatnya fiksasi N biologi yang dapat terjadi dalam air permukaan dan dalam tanah tereduksi, serta terjadinya akumulasi yang lebih cepat dari N anorganik karena adanya mineralisasi sumber N organik (Hardjowigeno dan Luthfi, 2005). Dapat terjadi pula ketersediaan N yang rendah dalam tanah sawah yang tergenang air permanen atau semi permanen. Hal itu terjadi karena di bawah kondisi tersebut mineralisasi N tanah terhambat sehingga defisiensi N dapat terjadi sekalipun kandungan N tanah cukup tinggi. KONTINYU (Pengairan Tergenang) Penggenangan terus menerus adalah memberikan air langsung dari saluran tersier ke petakan melalui pintu-pintu air yang ada Pengaruh penggenangan terus menerus : Penggenangan dalam 15 cm dalam waktu lama mengakibatkan kemasaman tanah meningkat Ketersediaan unsur hara Mikro berkurang Infeksi penyakit hama dan penyakit dapat meningkat Rusaknya sistem perakaran tanaman sehingga kapasitas penyerapan unsur hara berkurang Batang lemas tanaman mudah roboh Terjadi peningkatan rembesan air