Tanaman kedelai sangat peka terhadap kekurangan dan kelebihan air. Pengisapan air secara aktif oleh tanaman dikarenakan air berfungsi sebagai : 1) Komponen utama dari protoplasma; 2) Pelarut bahan organik dan anorganik yang nantinya didistribusikan ke bagian-bagian tubuh tanaman yang memerlukan; 3) Pereaksi dalam proses fotosintesa dan hydrolitik, seperti perombakan pati menjadi gula; 4) Memantapkan turgor sel-sel untuk kelang-sungan pembelahan dan pembesaran sel; dan 5) Mengatur suhu tanaman dan tanah.Periode kritis kedelai terhadap air terutama pada umur 15-21 HST (awal pertumnuhan vegetatif), 25-35 HST (saat berbunga) , dan 55-70 HST (saat pengisian polong), tergantung umur tanaman (genjah, sedang, dan dalam). Kekurangan air pada periode kritis tersebut akan menyebabkan hasil menurun. Selain itu, tanaman kedelai juga memerlukan air yang cukup dan tidak menghendaki kelebihan air/tanah becek selama pertumbuhannya.Akibat yang terjadi bila tanaman kedelai mengalami kekeringan adalah : 1) Periode perkecambahan, dapat menghambat proses perkecambahan sehingga jumlah tanaman yang tumbuh menjadi berkurang; 2) Periode pertumbuhan aktif, dapat menghambat pertumbuhan daun dan meluruhkan daun-daun pada cabang bagian bawah; 3) Periode pembungaan, dapat mempertinggi derajat kerontokan bunga; 4) Periode pembentukan polong, dapat menghambat pembentukan polong dan meluruhkan polong-polong yang baru terbentuk; dan 5) Periode pengisian polong, dapat mengurangi jumlah biji dan kepadatan ukuran biji.Pemberian air dapat dilakukan melalui berbagai cara dengan sasaran untuk mengurangi kehilangan air sehingga lebih efisien. Beberapa cara pemberian air adalah : 1) Irigasi permukaan, dilakukan dengan cara guyuran secara merata ke seluruh petak, guyuran lewat alur-alur antara baris atau antara beberapa baris tanaman; 2) Iirigasi pancaran, dilakukan dengan cara memancarkan air melalui sprinkler per satuan luas tergantung diameter pancaran; 3) Irigasi tetesan, dilakukan dengan cara meneteskan air sedikit demi sedikit ke setiap tanaman atau rumpun tanaman melalui pipa-pipa air yang terbuat dari plastik; dan 4) Irigasi bawah permukaan, dilakukan dengan cara menyalurkan air di bawah lapisan perakaran melalui pipa-pipa air, dan merembes lewat kapiler tanah ke lapisan perakaran.Berdasarkan pertimbangan ekonomi dan efisiensi, cara pemberian air yang dianjurkan untuk tanaman kedelai adalah irigasi permukaan, di mana air didistribusikan melalui alur-alur (drainase) antara barisan tanaman atau antara beberapa barisan tanaman. Jarak antar alur (saluran) ditentukan oleh jenis tanah, umumnya 2-5 m.Keuntungan irigasi permukaan ini adalah : 1) Mengurangi evaporasi karena luas bidang evaporasi berkurang; dan 2) Mulsa dapat di sebar di sepanjang barisan tanaman tanpa mengganggu aliran air pada saluran (alur-alur).Sebaliknya, kelebihan air menyebabkan terjadinya genangan yang berakibat kurang baik bagi pertumbuhan tanaman, karena : 1) Menurunnya ketersediaan oksigen bagi akar, organisme tanah, dan pembentukan bintil akar; 2) Terpengaruhnya sifat fisik tanah, di mana saat terjadinya genangan, struktur tanah rusak akibat daya rekat agregat lemah oleh adanya air sehingga menghalangi diffusi udara; dan 3); Terpengaruhnya sifat kimia tanah, genangan menyebabkan bebeapa perubahan elektro-kimia, antara lain : penurunan potensial redoks, peningkatan pH masam, penurunan pH tanah alkalin, perubahan keseimbangan hara, reaksi pertukaran kation dan anion , serta penyerapan dan pelepasan ion. Genangan dapat meningkatkan ketersediaan P, K, Ca, Si, Fe, S, Mo. Ni, Zn, Pb, Co, Mn, dan Al tetapi menurunkan serapan N, P, K, dan beberapa hara mikro.Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.comSumberBacaan :1. Atman. 2014. Produksi Kedelai; Strategi Meningkatkan Produksi Kedelai Melalui PTT. Graha Ilmu. Yogyakarta. 2. Adisarwanto, T. 2014. Kedelai Tropika; Produktivitas 3 ton/ha. Penebar Swadaya. Jakarta.3. Sumber gambar berasal dari soylution.co.id.