Loading...

PENGAMATAN DAN PENGENDALIAN HAMA WERENG DI KECAMATAN METRO TIMUR

PENGAMATAN DAN PENGENDALIAN HAMA WERENG  DI KECAMATAN METRO TIMUR
Hama wereng coklat atau Wereng Batang Coklat (WBC) atau brown planthopper memiliki nama latin Nilaparvata lugens. Termasuk ordo Homoptera (bangsa wereng dan kutu-kutuan), famili Delphacidae. Hama wereng coklat memiliki siklus hidup; telur, nimfa dan imago (dewasa).Wereng coklat menyerang pada stadia (fase) nimfa dan imago. Stadia nimfa berlangsung selama kurang lebih 30 hari sebelum masuk pada stadia imago. Imago betina wereng coklat mampu bertelur hingga 600 butir telur. Hama wereng coklat bekerja merusak tanaman padi dengan 2 cara antara lain serangan langsung serta sebagai vektor virus. Serangan langsung terlihat dari Wereng coklat menyerang dan merusak tanaman dengan cara menghisap cairan sel tanaman hingga tanaman kering, dan menimbulkan efek seperti terbakar (hopperburn). Serangan wereng coklat parah pada areal penanaman yang luas dikenal dengan istilah PUSO. Hal ini juga dapat dilihat dari bekas gigitan wereng sebagai vektor virus. Selain itu wereng coklat juga diketahui menjadi vektor (penyebar virus), yaitu virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput.Hama wereng coklat menyerang tanaman padi pada saat memasuki stadia pertumbuhan (tanaman muda) hingga fase keluarnya malai. Dampak dan kerugian yang ditimbulkan oleh serangan wereng coklat ini, dalam waktu 10 hari bisa menurunkan produktivitas panen 10% sampai 50%. Parahnya, di Indonesia serangan dengan populasi 10-15 ekor per rumpun saja sudah cukup untuk membuat PUSO dalam waktu 10 hari.Fase tanaman muda dimana tanaman padi yang diserang (cairan selnya dihisap) akan muncul gejala tanaman padi menguning, mengering, lalu mati. dan fase tanaman tuaSedangkan pada tanaman yang sudah tua (sudah keluar malai), serangan wereng coklat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhenti dan mengakibatkan butir padi menjadi hampa (kopong).Hama wereng coklat adalah salah satu hama utama pada tanaman padi dan merupakan hama yang paling sulit dibasmi. Hal ini dikarenakan dampak serangan yang ditimbulkan serta penyebarannya cepat dan luas. Hama wereng coklat akan makin sulit dibasmi saat terjadi ledakan. Ledakan wereng coklat disebabkan oleh perubahan iklim. Iklim ekstrim dan cenderung basah sepanjang tahun (salah satunya karena kemarau basah, efek dari La Nina) menyebabkan perubahan pola tanam petani. Pola tanam petani pada umumnya padi-padi-palawija, karena adanya pasokan air yang cukup pola tanam petani berubah menjadi padi-padi-padi.Penanaman padi secara terus-menerus dan tidak serempak adalah salah satu pemicu ledakan hama wereng coklat. Selain penanaman terus-menerus, ledakan wereng coklat muncul juga karena aplikasi pestisida yang tidak efektif. Ledakan wereng coklat sangat berpengaruh signifikan terhadap turunnya produksi beras nasional.Dari uraian di atas kita ketahui bahwa serangan hama wereng coklat ini begitu mengerikan dampaknya. Tidak hanya menurunkan produktivitas hingga 50%, tapi pada tingkat serangan yang parah menyebabkan PUSO. Lalu bagaimanakah cara mengendalikan atau mengatasi wereng coklat ini terutama agar tidak terjadi ledakan hama?Ada beberapa strategi dan cara yang dilakukan untuk mengatasi mengendalikan hama wereng coklat ini diantaranya.Strategi Secara kultur teknis diantaranya ; pertama menggunakan benih yang secara genetis tahan wereng yaitu VUTW (varietas unggul tahan wereng), kedua pengaturan pola tanam agar tidak menanam padi secara terus menerus, ketiga melakukan monitoring secara rutin terhadap OPT dan melakukan tindakan antisipasi sedini mungkin dan terakhir pengendalian sedini mungkin dilakukan dengan insektisida jika sudah mencapai batas ambang ekonomi yaitu jika : populasi wereng coklat 5 ekor per rumpun tanaman yang umurnya 40 hst.Sedangkan Secara sosial politik : Pengawalan secara ketat oleh pemerintah bersama dinas terkait agar penyebarannya dapat diantisipasi sedini mungkin dan penanaman dilakukan secara serempak tanpa memperhatikan batas administrasi wilayah tertentu. Ini dilakukan karena hama wereng coklat ini dapat bermigrasi hingga radius 200 km dari titik serangan menuju ke areal penanaman padi yang masih muda (berada pada fase vegetatif).Tanaman padi di sebagian wilayah Kecamatan Metro Timur yang sudah berusia satu atau dua minggu bahkan ada, mulai diserang hama wereng.Petani khawatir bila tidak diantisipasi, serangan hama wereng akan meluas.Serangan hama wereng terlihat di kawasan Kelurahan Yosodadi, Tejosari, Tejoagung, dan beberapa Kelurahan lainnya di Kecamatan Metro Timur."Tingkat serangan memang belum meluas, namun pada batang padi mulai ditemukan hama wereng yang bila tidak diantisipasi akan cepat meluas," ujar Suyono, seorang petani di Kelurahan Yosodadi.Seorang petani lainnya di Kelurahan Tejosari Kecamatan Metro Timur Susilo mengatakan, serangan hama wereng memang masih rendah. Namun serangan akan cepat meluas dalam tempo satu minggu saat tanaman menguning dan langsung hancur.Serangan hama wereng hampir merata di seluruh kecamatan Kota Metro, Metro Timur, Metro Barat, Metro Utara, Metro Selatan maupun Metro Pusat.Mengantisipasi serangan hama wereng, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Perikanan Kota Metro mengintruksikan kepada seluruh PPL dan pengamat hama untuk mengumpulkan data luas serangan dan mengambil langkah pengendalian hama wereng sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh POPT Provinsi Lampung. (E.Ayuningsih /Penyuluh Pertanian Metro Timur).