Loading...

Pengamatan Hama Penyakit Tanaman Padi (sampling Dan Pendugaan Lahan)

Pengamatan Hama Penyakit Tanaman Padi (sampling Dan Pendugaan Lahan)
Data populasi hama dan musuh alami, intensitas hama penyakit, cuaca, dan kesehatan tanaman, serta kondisi ekosistempadi yang lain diperoleh dari kegiatan pengamatan mingguan. Pengamatan mingguan tidak dilakukan secara sensus, tetapi dilakukan pada contoh, sehingga bersifat sebagai penduga terhadap keadaan populasi sesungguhnya. Sampling adalah langkah yang pertama dalam metode pengelolaan hama, sedang metode penarikan contoh tersedia cukup banyak, yang pada dasarnya digolongkan kedalam dua golongan, yaitu searas acak dan sistematis. Pemilihan metode penarikan contoh yang sesuai untuk menduga populasi hama tertentu ditentukan oleh jenis hama dan pola sebaran populasi hama tersebut. Metode penarikan contoh dikatakan baik apabila mudah dilaksanakannya, mampunyai ketelitian yang tinggi, dan biayanya murah. Dalam kegiatan ini, para peserta harus bekerja untuk dapat melakukan pendugaan yang tepat terhadap kepadatan populasi serangga hama, musuh alami, tikus, dan kerusakan tikus dilahan. Hasil sampling akan digabungkan dengan informasi yang lain yang didapatkan, seperti populasi musul alami, populasi tanaman yang sehat dan yang terserang hama, besarnya biaya produksi, dan cuaca untuk membuat analisa ekosistem lahan, guna menetapkan keputusan apa yang harus diambil. Sampling biasanya mempunyai beberapa tujuan tergantung dari kepentingan orang yang mengambil sample atau contoh. Untuk seorang peneliti biasanya harus sangat teliti, dan memerlukan banyak waktu pengamatan, serta analisis data. Bagi petani, tujuan sampling adalah untuk mengetahui keadan ekosistem. Selain itu dapat pula diketahui perbandingan populasi hama dan musuh alami yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Bagi petani untuk mengetahui keseluruhan populasi sebenarnya di lahan. Sampling biasanya dikerjakan untuk menduga kepadatan populasi dan atau tanaman terserang hama atau penyakit. Sebagai contoh hasil pengamatan dapat berupa : Jumlah serangga penghisap per rumpun Jumlah beluk atau sundep per rumpun Jumlah ulat pengulung daun per rumpun Jumlah laba-laba per meter persegi Jumlah tunas tanaman yang terpotong oleh tikus per rumpun Jumlah rumpun terserang tungro per meter persegi Jumlah rumpun yang terserang virus (lebih dari 50 % luas daun ) per- meter persegi . Semua kepadatan tersebut dapat konpersikan ke populasi permeter persegi atau perhektar dengan mengetahui jarak tanam dan rata rata anakan perumpun. Kegunaan sampling selain untuk analisa ekosistem juga untuk pendugaan hasil sebagai akibat adanya populasi hama, selain itu dapat pula digunakan sebagai data pelaporan. Admin Kab. Bima Hartanto Ts. SPt. MM.