Pengamatan Hama Ulat Grayak Pada Tanaman Jagung Bersama Petugas Popt Di Kelurahan Gantarangkeke
Memasuki pekan ke-4 bulan Januari 2020 lahan pertanian di Kelurahan Gantarangkeke mulai dipenuhi hijauan pertanaman jagung. Pada hari Selasa 28 Januari 2020 dilakukan pengamatan hama ulat grayak pada tanaman Jagung di 2 kelompok tani sebagai agenda harian kegiatan penyuluhan. Kegiatan pengamatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan petani sehari sebelumnya terkait adanya serangan hama ulat di pertanaman jagung mereka. Kegiatan pengamatan dimulai pukul 09.00-12.00 WITA di lahan pertanaman jagung kelompok tani Erasa Lompoa dan kelompok tani Tompo Tabbing, Lingkungan Dampang Kelurahan Gantarangkeke. Petugas POPT di Kecamatan Gantarangkeke, Nur Melia, SP bersama dengan Penyuluh Pertanian Kelurahan Gantarangkeke Andi Reski Mulya Utami, SP bersama-sama melakukan pengamatan di pertanaman yang dilaporkan mendapatkan serangan hama ulat. Ditemani oleh petani, dilakukan pengamatan seksama pada tanaman jagung varietas BISI 18 yang saat ini berumur 20-25 HST. Gejala yang tampak secara visual berupa daun yang berlubang dan jejak kotoran ulat mirip serbuk gergaji yang tersebar sepanjang pangkal daun hingga pucuk tanaman. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh petugas POPT, hama yang ditemukan didalam pucuk tanaman diidentifikasi sebagai ulat grayak. Menurut pengakuan petani awal mula kehadiran ulat ini mulai diketahui pada saat umur tanaman melewati 10 hari. Pengendalian yang telah dilakukan berupa pengendalian mekanis dengan mengambil dan memusnahkan ulat yang ditemukan mengingat populasinya yang masih sedikit pada saat awal serangan. Namun karena semakin meningkatnya populasi hama dan intensitas serangan, langkah yang diambil berupa pengendalian kimiawi berupa penyemprotan insektisida di pucuk tanaman. Meskipun demikian kami berharap pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan seperlunya saja dan sedapat mungkin menghindari penggunaan berspektrum luas. Penggunaan pestisida nabati juga dapat dijadikan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan. Saat ini di Kelurahan Gantarangkeke mulai digalakkan penggunaan produk organik yang lebih ramah lingkungan sebagai upaya menyelamatkan lahan pertanian meskipun jumlah petani yang beralih masih sangat sedikit. Untuk pengamatan lebih lanjut dan sebagai bahan pelaporan petugas POPT membawa sampel dan data serangan yang diperoleh di kedua kelompok tani yang telah dikunjungi. Andi Reski Mulya Utami, SP - Penyuluh Pertanian Kelurahan Gantarangkeke