Pengamatan Persebaran Spodoptera Frugiperda Di Tanjung Palas
Sore itu tanggal 4 Desember 2019, rombongan dari BBPOPT (Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman) serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Utara hadir di Desa Gunung Putih dipandu oleh penyuluh setempat menuju kebun pertanaman jagung untuk melakukan pengamatan persebaran Spodoptera frugiperda atau dikenal sebagai ulat grayak. Hasil penelitian yang tertuang dalam literatur, dari sebanyak 220 jenis tanaman tropis yang paling disukai adalah tanaman jagung. Dari hasil pengamatan pada tanaman di masa vegetatif, didapat serangan ulat grayak jenis Spodoptera frugiperda. Pengamat dari BBPOPT menyarankan bahwa tindakan pengendalian sebaiknya dilakukan dengan : Melakukan sanitasi lingkungan sekitar, mengingat banyaknya tanaman yang disukai oleh ulat ini. Melakukan pola tanam jagung secara serempak. Pola tanam serempak ini akan dapat menekan perkembangan hama frugiperda di lapangan. Lakukan pengamatan ketika jagung berdaun tumpuk dua atau umur vegetatif awal. Fokus pengamatan pada titik di sebalik daun, jika terdapat telur di sebalik daun segera lakukan penyemprotan secara kimiawi dengan menggunakan insektisida disarankan berbahan aktif (pilih salah satu) MIPC, BPMC, Emmamektin Benzoat, Metomyl, Spinetoram dan Lamda Sihalotrin dan semprotkan sesuai dosis. Pengamat hama dari BBOPT dalam kunjungannya kali ini juga memberikan pengetahuan ciri-ciri tanaman jagung sudah terkena serangan. Tanaman yang terkena serangan akan susah untuk bertumbuh disebabkan ulat grayak memakan pucuk daun muda (titik tumbuh daun) Setelah memakan pucuk daun muda ulat akan bersembunyi di dalam lipatan daun dimana daun muda biasanya muncul. Biasanya terdapat kotoran berupa serbuk kecoklatan berada disekitar pucuk daun dan lebih banyak lagi membungkus badan ulat grayak sehingga susah dicapai oleh penetrasi air semprotan insektisida. Pada wilayah yang belum ditemukan serangan S. frugiperda maka perlu dilakukan tindakan antisipasi sebagai berikut: Kewasapadaan serangan hama S. frugiperda terutama untuk wilayah yang masih belum terserang S. frugiperda. Penyediaan informasi tentang hama S. frugiperda dan pelatihan pengenalan hama S. frugiperda pada petugas lapang. Melakukan survei penyebaran S. frugiperda baik di wilayah yang sudah terserang maupun yang masih belum terserang. Semoga Bermanfaat Disunting oleh : Admin BPP-Tanjung Palas (Wahyu Suryadini, S.Pt ; Yossa Harpadiyata, SP)