PENGAMATAN RUTIN KUNCI UNTUK AMANKAN TANAMAN DI GAPOKTAN KETAPANGKUNING DAN KEDUNGBOGO KEC. NGUSIKAN KAB. JOMBANG
Pendampingan dan pembinaan dalam budidaya tanaman padi tidak berhenti hanya pada kegiatan teknis cara atau metode tanam saja. Selanjutnya setelah kegiatan tanam berlangsung maka diperlukan pendampingan dalam pengamatan rutin terhadap pertumbuhan tanaman padi. Pengamatan rutin secara berkala dilakukan untuk memantau bagaimana kondisi tanaman padi dari waktu ke waktu. Demikian pula yang dilakukan oleh petani di Gapoktan Ketapangkuning dan Gapoktan Kedungbogo bersama dengan PPL WiBi dan POPT. Pengamatan mingguan dilaksanakan bersama-sama agar semua fihak, baik dari petugas pertanian maupun petani bisa mengetahui bagaimana kondisi tanaman pada saat itu. Kegiatan pengamatan yang telah dilakukan pada tanggal 19 Januari 2016 ini memberikan hasil yang memuaskan. Kondisi tanaman rata-rata cukup baik. Hal ini dikarenakan sudah banyak petani bisa menerapkan teknologi budidaya yang dianjurkan oleh PPL. Demikian pula dalam pengamatan hama dan penyakit, hampir tidak ada serangan OPT yang mengganggu tanaman padi. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, ada 1 petak sawah (seluas kurang lebih 100 ru) di Poktan Mlerep Gapoktan Ketapangkuning yang mengalami sedikit permasalahan. Dalam 1 petak tanaman padi ini seluruh tanaman berwarna kuning dari daun muda sampai daun yang tua.namun kami tidak menemukan adanya serangan OPT baik hama maupun penyakit. Selanjutnya kami mencoba mengumpulkan informasi baik dari pemilik sawah maupun dari buruh tani yang merawat sawah tersebut. Dan akhirnya dari informasi yang kami dapatkan ternyata penggunaan pupuk (urea dan phonska) terlalu banyak sehingga tanaman padi mengalami toksisitas (keracunan). Karena penyebab sudah diketahui, akhirnya kami menganjurkan kepada pemilik sawah agar jangan menambah pemupukan lagi. Kami juga menyarankan agar air yang tergenang pada saat itu harus dibuang / dialirkan untuk membuang sisa pupuk yang masih ada agar tidak memperparah kondisi tanaman. Beberapa hari setelah itu kami berkunjung kembali dan sesuai harapan kondisi tanaman sudah kembali berwarna hijau dan pertumbuhannya juga normal. Setelah kami usut penyebab pemilik sawah memupuk dengan jumlah yang lebih banyak jika dibandingkan kebiasaan petani setempat adalah karena petani yang bernama Yasin ini baru pertama kali terjun menggarap sawah. Beliau yang merupakan pedagang sebelumnya belum pernah berusaha tani tanaman padi. Dan baru pada musim tanam padi musim penghujan tahun 2016 ini beliau terjun ke dunia tani. Namun pada akhirnya dengan adanya kegiatan pengamatan rutin yang telah dilakukan, maka saran langkah pemecahan bisa segera diambil dan dilaksanakan. Sehingga kondisi tanaman padi bisa dikendalikan secara cepat dan tepat. Penulis : Deny Murtanti (THL-TBPP BPP Ngusikan)