Loading...

PENGAPURAN UNTUK MEMPERBAIKI KESUBURAN TANAH

PENGAPURAN UNTUK MEMPERBAIKI KESUBURAN TANAH
Sebagaimana telah disebutkan dimuka, setiap jenis tanaman memerlukan tanah dengan pH yang tertentu, agar dapat tumbuh dan memberikan hasil yang baik. Apabila tanah yang tersedia mempunyai pH tanah yang lebih rendah dari kisaran pH optimum bagi tanaman tersebut, dapat dilakukan usaha menaikkan pH tanah tersebut dengan cara pengapuran.Pengapuran adalah pemberian bahan-bahan pengapur misalnya kapur sirih, kapur tembok atau bahan kapur halus biasanya dalam bentuk tepung, dengan maksud untuk menaikkan pH tanah-tanam masam menjadi 6,5.Meskipun pada umumnya tanaman memerlukan pH tanah yang bersifat agak netral agar dapat memberikan hasil panen yang baik, namun terdapat beberapa jenis tanaman yang justru tumbuh dengan baik pada tanah yang bersifat masam atau sangat masam, selain itu terdapat juga tanaman lain tumbuh dengan baik bila tanah bersifat agak basa. Oleh karena itu diterangkan agar perlunya ketepatan penghitungan tingkat pengapuran, atau jumlah bahan pengapuran yang diberikan dengan memperbaiki jenis tanaman yang ditanam.Bahan pengapuran sebaiknya diberikan setelah tanaman dibajak atau dicangkul, dan sebelum bibit tanaman disebarkan keatas tanah. Hal ini perlu diperhatikan, terutama pada tanah-tanah yang bersifat sangat masam, karena diperlukan waktu yang cukup agar bahan pengapuran yang diberikan itu dapat bereaksi dengan tanah.Pengapuran pada tanah-tanah masam dapat memperbaiki kesuburan tanah, sebab akan menggiatkan kehidupan jasat renik dan unsur-unsur hara makro menjadi lebih tersedia bagi tanaman.Penyerapan unsur-unsur Mo, P dan Mg akan meningkat dengan adanya pengapuran pada tanah masam dan pada waktu yang bersamaan akan menurunkan dengan nyata konsentrasi Fe, Al dan Mn yang dalam keadaan sangat masam dapat mencapai konsentrasi yang bersifat meracun bagi tanaman.Pengapuran pada tanah masam dapat menyebabkan perubahan reaksi kimia, keadaan fisik dan kegiatan mikroba tanah yang lebih menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman. Untuk mencapai keadaan ini perlu adanya metode penetapan dosis kapur yang tepat sehingga kemungkinan terjadinya dosis kapur yang berlebihan yang mengakibatkan tanaman kerdil dan unsur Mn dan P menjadi tidak tersedia.Pemberian kapur dapat mengubah suasana fisiologis yang baik bagi pertumbuhan kacang-kacangan, jagung dan tanaman lain yang membutuhkan suasana kurang atau tidak masam. Beberapa keuntungan pemberian kapur adalah sbb :1. Pengaruh langsung menyumbangkan unsur Ca dan Mg sebagai zat hara.2. Meningkatkan ketersediaan unsur hara.3. Menghilangkan atau menetralkan senyawa yang beracun.4. Berpengaruh baik bagi kegiatan jasad renik.5. Menekan penyakit tanaman.Penambahan kandungan unsur Ca pada tanah mempunyai efek yang baik terhadap pertumbuhan dan pembentukan polong-polong pada tanaman kacang-kacangan.Dasar-dasar pengapuran yang harus diperhatikan meliputi :- Pemberian kapur ke tanah yang akan kita kapur harus sesuai jumlahnya dengan dosis anjuran untuk daerah tersebut.- Penebaran, pembenaman dan pencampuran kapur ke tanah harus dalam dan serata mungkin.Waktu pemberian kapur sebaiknya dilakukan pada musim antara, yaitu akhir musim kemarau menjelang musim hujan, pada waktu pengolahan tanah untuk pertanaman musim hujan. Pemberian kapur ke dalam tanah dilakukan 2-4 minggu sebelum tanaman (kedelai, dll) ditanam. Faktor cuaca perlu diperhatikan pada waktu pemberian kapur karena waktu penebaran terbaik adalah bila tidak terjadi hujan.Kebutuhan kapur baik untuk perbaikan maupun perawatan untuk setiap daerah berbeda-beda. Pada umumnya untuk perbaikan memerlukan kapur minimal 3-5 ton per hektar untuk jangka waktu 3-5 tahun, sedang untuk perawatan minimal sebanyak 300-500 kg per hektar setiap musimnya atau 10-15 % dari jumlah yang diberikan pertama kali. ADMIN CYBER WARDOYO BPP JAMBON KEC JAMBON KAB PONOROGO