Loading...

PENGARUH KEKURANGAN PUPUK PADA SAWIT DAN CIRI-CIRINYA

PENGARUH KEKURANGAN PUPUK PADA SAWIT DAN CIRI-CIRINYA
1. DefisiensiDefisiensi adalah suatu keadaan dimana tanaman kekurangan nutrisi tertentu, yang dapat dilihat dari gejala fisik tanaman terutama pada bagian daun dan batang. Seorang pekebun yang handal harus bisa mengetahui kondisi tanaman dikebunnya apakah dalam keadaan kekurangan nutrisi atau tidak. Dengan mengetahui status nutrisi tanaman dapat dibuat suatu rencana kedepan sebagai antisipasinya. Gejala defisiensi dapat dianlisa dengan cara berikut. Gejala defisiensi B, Ca, Cu, Fe, Mn, S, Zn, Ni dimulai dari pelepah paling muda. Gejala defisiensi N, P, K Cl, Mg dan Mo dimulai dari pelepah paling tua.Memupuk tanaman kelapa sawit tidaklah bisa asal-asalan. Misalnya memupuk setahun sekali atau setahun dua kali dengan urea dan TSP saja. Padahal, tanaman sawit, seperti tanaman perkebunan lain umumnya, membutuhkan lebih dari sekedar unsur nitrogen dan phosfat. Bagaimana mengetahui sebenarnya tanaman sawit kita membutuhkan pupuk apa? Berikut kami uraikan cara mengetahui ciri kukurangan unsur hara pada tanaman kelapa sawit.Gejala kekurangan unsur hara pada kelapa sawit umumnya adalah unsur hara: nitrogen, kalium, magnesium, phosfat dan boron. Kelima unsur hara ini merupakan unsur hara yang paling di butuhkan oleh tanaman kelapa sawit. 2. Ciri - ciri sawit kurang pupuk/nutrisi : a. Kekurangan unsur Kalium [K+]Gejala kekurangan unsur hara kalium [K+] menyebapkan daun berwarna merah yang berlahan – lahan mengering [nekrosis] pada awal terdapat bintik – bintik berwarna kuning kemerahan yang selanjutnya berubah merah semua dan ahirnya mengering. b. Gejala kekurangan Nitrogen [N]Kekurangan Nitrogen ditunjukan dengan daun menguning [klorosis] mulai dari ujung anak daun dan menjalar ke pelepah yang tadinya berwarna hijau menjadi kekuningan, kekurangan unsur[N] menyebabkan pertumbuhan titik tumbuh terhambat yang berdampak produksi hormon auksin menjadi terganggu,yang akibatnya tanaman sawit gagal memproduksi bunga betina. Pada tanaman sawit hormon auksin sangat berpengaruh terhada pembentukan bunga betina yang merupakan cikal bakal pembentukan TBS. demikian juga sebaliknya kelebihan unsur [N] membuat tanaman mandul [tidak berbunga betina, ataupun bunga jantan]. Karena tanaman hanya memproduksi daun dan pelepah secara berlebih. c. Kekurangan Boron [B3+]Kekurangan unsur [B3+] menyebapkan tanaman tidak normal dan terkesan cacat daun tumbuh membengkok, pendek sehingga ujung pelepah melingkar, anak daun pada ujung pelepah muda berubah bentuk menjadi kecil seperti rumput, atau tumbuh rapat pendek seolah – olah bersatu dan padat. Kekurangan Borat dan N menyebapkan tanaman menjadi mandul permanen dan penyimpangan gen seolah – olah terse3rang virus.d. Kekurangan phospate [P] Kekurangan phospat pada tanaman muda menyebapkan pertumbuhan menjadi sangat tidak normal anak daun dan pelepah menjadi kemerah – merahan dan batang tumbuh meruncing pada bagian atas mengecil sepeti pensil. Kekurangan [P dan K] secara bersamaan menyebapkan tanaman menjadi mandul dan ntanaman menjadi kusam, tidak mengkilat, pad TBS menyebapkan buah tidak bisa tumbuh normal dan kada rminyak sangat rendah dan keriput. e. Kekurangan sulfur [SO4”]Gejala kekurangan sulfur ditandai daun muda menjadi hijau kekuningan dengan tulang daun kekuning – kuningan. Pengaruk kekurangan sulfur pada tanaman sawit sangat mempengaruhi pembentukan protein yang merupakan zat sangat berpengaru terhadap metabolisme sel dalam pembentukan hormon dan enzim untuk mengataur sistem reproduksi dalam menghasilkan TBS. beberapa asam amino pada minyak sawit yang merupakan cikal bakal pembentukan CPO dalam sistem metabolismenya dikopling oleh senyawa [S]. Sumber :http://srinugrohoresdiantoro.blogspot.com/2013/10/ciri-ciri-sawit-kurang-pupuknutrisi.html Penyadur/Penulis : Endi Harmoko, SP (Kelompok Fungsional Kabupaten Merangin)