Loading...

PENGARUH PROSES BELAJAR DALAM KEBERHASILAN PENYULUHAN

PENGARUH PROSES BELAJAR DALAM KEBERHASILAN PENYULUHAN
Seorang penyuluh dalam bertugas selain memberikan peny uluhan, juga bertugas sebagai pendidik, pengajar dan sebagai motivator.kepada para petani yang dibinanya. Terkait dengan pendidikan, keberhasilan penyuluhan tak lepas dari proses belajar yang dialami para petani. Dalam melaksanakan penyuluhan, penyuluh harus memahami bagaimana proses belajar pada orang dewasa agar tujuan penyuluhan tercapai. Hal-hal penting yang harus dikuasai penyuluh dalam proses bejalar adalah mengetahui tentang: 1) jenis belajar; 2) cara belajar; 3) prinsip-prinsip belajar; dan 4) ciri-ciri belajar; yang mempengaruhi proses belajar. Masing-masih akan diuraikan sebagai berikut. Jenis belajar Pendidikan yang berorientasi pada kegiatan penyuluhan mempunyai tujuan untuk mengubah perilaku sasaran/petani agar mereka mampu mememecahkan masalah. Dengan pendidikan penyuluhan, petani dididik untuk mampu memecahkan masalah yang dihadapi melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Belajar mengidentifikasi berbagai potensi, tantangan, peluang dan permasalahan yang ada di lingkungan dan melakukan skala prioritas; 2) Belajar memecahkan masalah dengan mengidentifikasi dan mempelajari tiap masalah dan membuat bagaimana pemecahannya secara bertahap; 3) Belajar menyusun dan merealisasikan dalam program semua upaya-upaya untuk pemecahan masalah yang dihadapi dengan skala prioritas. . Cara belajar Cara belajar dalam pendidikan pada penyuluhan beragam karena petani sasaran juga beragam baik dari segi umur, pengalaman, tingkat pendidikan dan latar belakang budayanya. Beberapa cara belajar yang dapat dilakukan oleh penyuluh dalam kegiatan latihan atau kursus sebagai berikut: 1) Learning by doing, yaitu belajar dengan berbuat/mengerjakan/praktek: 2) Learning by experience yaitu belajar melalui berbagai pengalaman; 3) Learning by problerm solving yaitu belajar dengan cara memecahkan masalah; 4) Learning by participation yaitu belajar dengan cara berperan aktif/terlibat langsung pada kegiatan latihan/kursus; 5) Learning by multimedia yaitu belajar dengan cara memanfaatkan berbagai media agar tujuan belajar tercapai; 6) Belajar dengan peniruan (mencontoh) yaitu belajar yang dilakukan melalui peniruan model atau contoh-contoh yang diamati petani sasaran. Dalam penyuluhan biasa dilakukan dengan metode demontrasi (dem-cara, dem-plot, dem-area); 7) Belajar dengan kondisi atau kebiasaan, yaitu dalam proses belajar petani/sasaran dihadapkan pada kondisi tertentu untuk merangsang proses belajar. Kondisi yang dilihat secara langsung dan terus menerus akan membawa pengaruh kuat pada petani/sasaran untuk mengikuti apa yang diajarkan. . Prinsip-prinsip belajar Menurut Mardikanto (1993), ada prinsip-prinsip belajar yang baik untuk diterapkan agar menghasilkan hasil belajar yang baik pula yaitu: 1) Prinsip latihan, yaitu proses belajar yang dibarengi dengan aktivitas fisik untuk lebih merangsang seluruh anggota badan terlibat dalam proses belajar. Prinsiplatihan didasari pada pemahaman bahwa hasil belajar seseorang akan lebih baik jika petani/sasaran mengalami sendiri; 2) Prinsip menghubung-hubungkan, yaitu proses belajar dengan cara menghubungkan perilaku lama dengan pengalaman/ hal-hal baru. Dengan menghubungkan pengalaman lama petani/sasaran akan lebih mudah memahami; 3) Prinsip akibat, yaitu proses belajar dapat mengikuti proses belajar dengan baik bila proses belajar tersebut akan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi petani/sasaran; dan 4) prinsip kesiapan, yaitu prinsip dimana kegiatan belajar akan berhasil dengan baik bila ada kesiapan dari petani/sasaran yang dapat berupa kesiapan emosi, kemauan yang kuat untuk belajar dan motivasi untuk maju. Ciri-ciri belajar Menurut Mardikanto (1993) ada ciri-ciri belajar yang dapat digunakan sebagai patokan dalam proses belajar yaitu: 1) Proses belajar adalah proses aktif, artinya setiap individu yang terlibat harusmelakukan aktivitas; 2) Proses belajar adalah proses yang harus dialami sendiri oleh petani/sasaran yang memiliki kemauan sendiri, artinya belajar tidak dapat diwakili oleh orang lain; 3) Belajar merupakan proses yang hasilnya sangat dipengaruhi oleh kemampuan petani/sasaran yang tiap individu tidak sama yang disebabkan oleh faktor genetis, jenis kelamin, usia,inteligensia, bakat dan lingkungan, maka dalam proses belajar harus dikelompokkan agar lebih efektif; 4) Proses belajar dipengaruhi oleh pengalaman seseorang artinya pengalaman seseorang akan memberikan kontribusi terhadap minat dalam belajar; 5) Proses belajar akan lebih efektif jika seseorang belajar dengan menggunakan seluruh inderanya (penglihatan, pendengaran, gerakan tangan dan kaki, 6) Proses belajar dipengaruhi oleh kebutuhan petani/sasaran, untuk itu penyuluh harus selalu memperhatikan kebutuhan petani/sasaran dalam menentukan materi dan kegiatan penyuluhan ; 7) Proses belajar dipengaruhi oleh hasil belajar yang pernah dicapai, sehingga setiap kegiatan penyuluhan harus dapat menghasilkan hasil belajar yang baik dan terukur. Bila hasil penyuluhan yang diperoleh dari hasil belajar mengalamikegagalan/kekecewaan, maka akan sulit mengembalikan kepercayaan pada petani/sasaran; dan 8) Proses belajar tergantung pada kondisi lingkungan yang nyaman bagi petani/sasaran. Dengan lingkungan yang sesuai, hasil belajar akan lebih efektif dan lebih baik. Pendidikan orang dewasa Selain harus menguasai pengetahuan tentang proses belajar, penyuluh juga harus menguasai pengetahuan tentang pendidikan orang dewasa. Pendidikan orang dewasa merupakan proses pendidikan yang diorganisasikan isi atau pesannya sedemikian rupa,, dengan mengunakan metode penyampaian maupun pelaksanaannya di lapangan agar nantinya dapat dilanjutkan sebagai pengganti pendidikan di sekolah. Tujuan dari pendidikan orang dewasa adalah agar terjadi proses perubahan perilaku menuju yang lebih baik dan menguntungkan bagi petani/sasaran. Perubahan perilaku yang lebih baik hanya dapat terjadi apabila ada perubahan yang mendasar dalam bentuk perubahan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dalam pendidkan orang dewasa harus diciptakan suasana belajar yang kondusif atau menyenangkan sehingga proses belajar akan lebih berhasil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan suasana belajar yang kondusif antara lain adanya suasana yang: 1) saling menghargai; 2) saling percaya; 3) suasana penemuan diri; 4) suasana tak mengancam; 5) suasana keterbukaan; 6) suasana mengakui kekhasan kepribadian; 7) suasana membenarkan kepribadian; 8) mengakui hak untuk berbuat salah; 9) suasana membolehkan keraguan; 10) melakukan evaluasi diri dan evaluasi. Pendidikan yang diperuntukkan orang dewasa pada umumnya relatif sulit dibandingkan dengan pendidikan pada siswa, maka para penyuluh diharapkan dapat mempelajari dan membandingkan antara prinsip-prinsip pendidikan pada siswa dan pendidikan orang dewasa agar dalam menetapkan metode penyuluhan bagi petani/sasaran lebih tepat. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber :1)Mardikanto, T, 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Penerbit Sebelas maret University Press, Surakarta; 2) Dihimpun dari berbagai sumber. Sumber gambar: pribadi/ Sri Puji Rahayu.