Loading...

PENGARUH TANAM SISTEM JAJAR LEGOWO 2 :1 TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PADI

PENGARUH TANAM SISTEM JAJAR LEGOWO 2 :1 TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PADI
BPP Bener merupakan salah satu BPP penerima kegiatan dekon 2018. Kegiatan dekon tersebut dilaksanakan di 5 wilayah binaan yang ada di Kecamatan Bener Kab. Purworejo yang salah satunya di Desa Sukowuwuh. Rangkaian kegiatan salah satunya berupa kegiatan Rembug Tani. Rembug Tani di Desa Sukowuwuh diikuti 5 kelompok tani sebagai pelaksana kegiatan SL Padi tahun 2018. Kelompok Tani pelaksana SL ini antara lain Poktan Suko Mulyo sebagai Pelaksana kegiatan dan 4 kelompok tani lain seperti Suko Widodo, Suko Waluyo, Suko Makmur dan Suko Tani sebagai kelompok pendamping kegiatan ini. Sebelum SL Padi dilaksanakan terlebih dahulu dilakukan Rembug Tani. Dalam rembug tani kali ini membahas rencana kegiatan SL Padi 2018 yang akan dilakukan. Bagaimana usaha tani budidaya tanaman padi agar produktivitas ditingkatkan sehingga pendapatan petani semakin meningkat. Pak Muh Amin selaku ketua kelompok tani Suko Mulyo Desa Sukowuwuh Kecamatan Bener yang memipin Rembug Tani ini mengidentifikasi kendal-kendala yang ada selama ini dalam budidaya padi di Desa Sukowuwuh ini. Ada 3 hal yang dianggap kendala utama adalah tanam tidak serempak sehingga menyebabkan serangan OPT seperti tikus sulit dikendalikan, selain itu diperparah kondisi topografi sawah adalah terasering dan lokasi sawah yang tidak cukup luas (berdekatan dengan lahan kering) membuat petani kesulitan akan pengendalian hama tikus. Selain tikus OPT yang sering menyerang adalah wereng, walang sangit, dan penggerek batang. Selain itu faktor keterbatasan air di areal persawahan di musim kemarau yang terkadang membuat penurunkan produktifitas padi bahkan sampai gagal panen. Kendala lain adalah kepemilikan lahan sawah yang sempit dan banyak kendala yang diharapi petani budidaya padi membuat petani kurang mengupayakan budidaya tersebut karean mereka menganggap lebih menguntungkan melakukan budidaya tanaman lain dilahan keringnya.Untuk mengatasi kendala yang ada untuk dilakukan tanam serempak masih mengalami kesulitan terkait dengan ketersediaan air. Terkait topografi dan adanya beberapa lokasi adalah tadah hujan maka sementara pengaturan tanam serempak dilokasi yang memungkinkan. Selain itu jika jatuh musim hujan ada lokasi-lokasi tertentu yang berlebih air sehingga tidak memungkinkan untuk segera ditanami. Selanjutnya untuk mengatasi gagal panen di musim kemarau karena kekurangan air perlu diatur waktu tanamnya. Penanaman padi lakukan segera setelah ada air sehingga waktu tanam bisa dipercepat dan akan mengurangi resiko kekurangan air. Untuk permasalahan yang ketiga merupakan permasalahan yang masih bisa diupayakan diubah yaitu sikap dan perilaku petani yang kurang mengupayakan sawahnya karena beranggapan melakukan budidaya di sawah yang sempit dan banyak kendala OPT hasilnya tidak akan maksimal. Sikap dan perilaku petani tersebut disebabkan kurangnya pengetahuan terkait PTT padi. Petani kurang mengupayakan pemelihanan tanaman padi dengan sistem PTT. Di persawahan di Desa sukowuwuh ini memungkinkan untuk tanam bibit muda yang sudah mulai petani terapkan. Petani saat ini haruslah menjadi petani yang cerdas yaitu dalam melakukan budidaya selain mengejar peningkatan produktivitas juga perlu menekan biaya produksi serendah-rendahnya. Hal itu dapat dilakukan dengan cara:1) Penanaman bibit muda (<21 hari)2) Tanam bibit 1-3 batang per rumpun 3) Sistem tanam jajar legowo Dari ketiga hal tersebut diatas yang masih jarang dilakukan adalah no 3. Yaitu sistem tanam jajar legowo. Pada prinsipnya penerapan sistem tanam jajar legowo adalah memanipulasi lahan yang ada dengan cara mengatur jarak tanam agar mampu menampung populasi tanaman lebih banyak dengan tanaman efek pinggir yang lebih banyak. Pada sistem ini jarak tanam diatur sedemikian rupa sehingga dalam satu petak lahan pertanaman akan memiliki beberapa barisan kosong dengan jarak yang lebih lebar daripada jarak antar barisan tanaman. Dengan kata lain sistem jajar legowo adalah cara menanam padi dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Metode tanam ini merupakan salah satu paket yang direkomendasikan dalam PTT. Metode tanam jajar legowo membuat populasi tanaman akan meningkat dan yang paling tinggi populasinya adalah jajar legowo 2:1 mencapai peningkatan 33%. Maka diputuskan dalam rembug tani kali ini adalah teknologi yang akan diterapkan adalah tanam jajar legowo 2:1. Petani di pelaksana kegiatan kali ini ingin mengbandingkan keuntungan dan kelemahan dari sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan sistem tanam jajar legowo lainnya ataupun sistem tegel. Dan berujung pada perbandingan peningkatan produktivitas padi. Untuk itu dalam pelaksanaan SL petani peserta akan diajak untuk mengikuti tahapan tkomponen sekolah lapang di lokasi LL nya. Oleh : Kurniasih Dwi Kusuma Wardhani, SP. Penyuluh Pertanian Pertama BPP Kecamatan Bener DINPPKP Kabupaten Purworejo