Loading...

Pengarusutamaan Gender pada Kelompok Kakao

Pengarusutamaan Gender pada Kelompok Kakao
Upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan, khususnya di perdesaan menjadi sentral. Sebagaimana diketahui, menurut lokasinya, 50,2 persen penduduk Indonesia tinggal di perdesaan. Berdasar lapangan pekerjaannya, mereka yang bekerja di sektor pertanian relatif dominan, yaitu 40,5 persen dari total penduduk Indonesia. Berdasar sub-sektornya, umum diketahui bahwa mayoritas dari mereka bekerja di sub-sektor pertanian. Peranan gender adalah perilaku, tugas-tugas, dan tanggung-jawab yang dianggap pantas untuk laki-laki dan perempuan menurut kepercayaan-kepercayaan dan norma-norma budaya masyarakat dimana mereka menjadi warganya. Dengan perkataan lain, peranan gender adalah peranan yang dilakukan perempuan dan laki-laki sesuai status, lingkungan, budaya dan struktur masyarakatnya. Peranan gender adalah perilaku yang disosialisasikan pada setiap masyarakat, komunitas dan kelompok sosial tertentu yang menjadikan aktivitas-aktivitas, tugas-tugas dan tanggung jawab tertentu dipersepsikan sebagai peranan perempuan dan laki-laki. Moser (1993) membedakan ke dalam tiga kategori peranan gender (triple roles), yaitu:Peranan produktif, yakni peranan yang dikerjakan perempuan dan laki-laki untuk memperoleh bayaran/upah secara tunai atau sejenisnya; termasuk produksi pasar dengan suatu nilai tukar, dan produksi rumahtangga/subsistem dengan suatu nilai guna, tetapi juga suatu nilai tukar potensial. Contohnya, kegiatan bekerja pada rantai pasok cabai: budidaya cabai, industri pengolahan dan pemasarannya sampai tingkat konsumen.Peranan reproduktif, yakni peranan yang berhubungan dengan tanggung jawab pengasuhan anak dan tugas-tugas domestik (rumahtangga) yang dibutuhkan untuk menjamin pemeliharaan dan reproduksi tenaga kerja yang menyangkut kelangsungan keluarga. Misalnya, melahirkan, memelihara dan mengasuh anak, mengambil air, memasak, mencuci, membersihkan rumah, memperbaiki baju, dan lainnya. Peranan pengelolaan masyarakat dan politik. Peranan ini dibedakan ke dalam dua kategori sebagai berikut: 1) Peranan pengelolaan masyarakat (kegiatan sosial), yang mencakup semua aktivitas yang dilakukan pada tingkat komunitas sebagai kepanjangan peranan reproduktif, biasanya bersifat volunter (sukarela) dan tanpa upah. Contohnya kegiatan PKK, pengajian, dan arisan. 2)Pengelolaan masyarakat politik (kegiatan politik), yakni peranan yang dilakukan pada pengorganisasian komunitas pada tingkat formal secara politik, biasanya dibayar (langsung atau tidak langsung), dan dapat meningkatkan kekuasaan atau status. Contohnya, aktif pada: kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Asosiasi Pengusaha, koperasi, partai politik, dan sebagainya. Gender Bukan Jenis Kelamin dan Bukan Perempuan Sampai kini masih banyak orang yang menyamakan atau mempertukarkan istilah seks (jenis kelamin) dan gender, karena dianggap sama pengertiannya. Padahal, makna kedua istilah itu berbeda. Para ahli sependapat bahwa istilah seks (jenis kelamin) adalah penandaan berdasar biologis, karenanya diklasifikasikan berdasar karakteristik biologis. Masyarakat kita menggunakan kualitas biologis dan genetik untuk menentukan apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan. Berbeda dari konsep jenis kelamin, gender diperoleh individu melalui proses interaksi dalam dunia sosial. Banyak ahli mengemukakan bahwa gender itu dikonstruksikan, karena gender bukanlah suatu fakta alamiah, akan tetapi mengambil bentuk kongkrit yang secara historis mengubah hubungan sosial. Terdapat sejumlah ahli gender atau peminat studi perempuan/gender serta lembaga yang mengemukakan definisi gender, diantaranya sebagai berikut: 1. Gender adalah sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan yang dikontruksi secara sosial dan budaya (Fakih, 1994) 2. Gender mengacu pada perbedaan-perbedaan relasi sosial antara laki-laki dan perempuan yang dipelajari, bervariasi secara luas diantara masyarakat dan budaya dan berubah sejalan dengan perkembangan waktu/zaman (ILO, 2000). 3. Gender adalah pandangan masyarakat tentang perbedaan peranan, fungsi dan tanggungjawab antara perempuan dan laki-laki yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman (Kantor Meneg PP, 2001) Teknik Analisis Gender Teknik analisis gender adalah pengujian secara sistematis terhadap peranan-peranan, hubungan-hubungan dan proses-proses yang memusatkan perhatiannya pada ketidakseimbangan kekuasaan, kesejahteraan dan beban kerja antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Teknik ini diterapkan terhadap proses pembangunan, khususnya untuk melihat bagaimana kebijakan pada program pembangunan berdampak berbeda pada laki-laki dan perempuan. Terdapat 4 (empat) pelaku utama, yaitu: 1. Akses diartikan sebagai kesempatan atau peluang yang bisa diperoleh laki-laki atau perempuan untuk memperoleh sumberdaya: lahan, pendidikan, bahan baku, teknologiku ajar dan fasilitas pendidikan lainnya.2. Kontrol adalah kekuasaan yang dimiliki seseorang (termasuk yang menduduki jabatan/posisi tertentu) untuk menentukan kebijakan atau mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program penyuluhan pertanian.3. Partisipasi, adalah peranserta laki-laki dan perempuan dalam program-program pembangunan pertanian pada umumnya, termasuk penyuluhan pertanian dalam konteks pemberdayaan kelompoktani kakao.4. Manfaat, keuntungan (ekonomi, status dan lainnya ) yang dinikmati laki-laki dan perempuan dari hasil-hasil pembangunan pada umumnya, dan khususnya atas peranan dan kontribusi mereka dalam usahatani kakao.Para penyuluh dapat mempertimbangkan bagaimana memberdayakan perempuan sebagai pengusaha kakao yang berhasil, mengondisikannya sebagai suatu teladan bagi perempuan lainnya, berkontribusi pada peningkatan kualitas, dan membawa kepada perubahan rantai nilai pertanian secara sistemik. Penulis: Shalimar Andaya Nia Tamimi Sumber: Siti Sugiah Mugniesyah. Perspektif Gender Dalam Rantai Nilai Cabai. Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. 2012