Pengawalan dan pendampingan petani tanaman sagu meliputi yaitu :1. Pengembangan Budidaya Sagu (Penataan Kebun dan Perluasan Sagu) a. Metode yang dilakukan dalam kegiatan penataan dan perluasan kebun sagu diantaranya: • Melakukan penataan kebun sagu masyarakat• Melakukan perluasan tanaman sagu baru di lahan masyarakat • Melakukan pendampingan kepada masyarakat b. Penataan dan perluasan kebun sagu masyarakat dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut : • Sosialisasi rencana kegiatan penataan dan perluasan sagu kepada masyarakat.• Pelatihan diberikan kepada masyarakat sebelum dilakukan penataan atau perluasan sagu. • Pelaksanaan penataan dan perluasan bekerjasama dengan masyarakat. • Pendampingan dilakukan dengan intensif terhadap pelaksananaan penataan dan perluasan sagu. 2. Inisiasi pengembangan pengolahan sagu di tingkat masyarakat Tahapan: • Sosialisai Inisiasi pengembangan pengolahan sagu.• Pengadaan alat pengolahan sagu yang mudah diaplikasikan oleh petani.• Pembinaan dan pendampingan terhadap pelaksanaan pengolahan sagu. 3. Pelatihan Fasda dan Pelatihan Petani Tahapan: • Tahap persiapan berupa sosialisasi program, penyiapan tim asistensi, survey lapangan dan menyusun program dan materi pelatihan, pemilihan peserta pelatihan.• Tahap pelaksanaan berupa pelatihan fasda di propinsi dan pelatihan petani melalui pelatihan dinamika kelompok dan pelatihan lainnya yang diperlukan.• Tahap evaluasi 4. Bimbingan Teknis Sagu (Bimtek Sagu) Tahapan: • Koordinasi dengan LAPAN, penyiapan materi dan Pelatih serta peserta pelatihan. • Pelaksanaan Bimtek Sagu berupa pelatihan lanjutan Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk mendukung Pengembangan Sagu (Bimtek Sagu).• Pelaksanaan Bimtek Ground Check, pemanfaatan peralatan pemetaan dan pembuatan peta. Dengan demikian, tanaman sagu sangat bermanfaat bagi manusia. Secara umum pemanfaatan sagu dimulai dari daunnya yang dijadikan atap rumah tradisional, tulang daunya dapat dijadikan dinding, lidinya dapat dibuat sapu, kulit batangnya dapat dijadikan lantai. Empulur sagu setelah d iparut dapat dijadikan pakan ternak. Apabila setelah diparut, kemudian parutan tersebut di olah lebih jauh, maka limbahnya yang berupa serat dapat dijadikan makanan ternak, media tumbuh untuk jamur atau media berbagai tanaman pertanian. Limbah cairnya dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, misalnya makanan pokok, bahan baku industri makanan, bahan bakar biofuel, bahan baku penyedap makanan, bahan baku gula cair, bahan baku plastik ramah lingkungan yang dapat terurai didalam tanah, pakan ternak dan sebagai bahan baku berbagai industi lainnya. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Sumber Bacaan :1. Pedoman Teknis Pengembangan Tanaman Sagu 2014. Direktorat Tanaman Perkebunan. Kementerian Pertanian. Desember 2013.2. Berbagai sumber3. Gambar berasal dari Google tentang tanaman sagu.