PENGELOLAAN AIR SISTEM BASAH KERING (AWD) PADA PADI SAWAH
Petani dalam menggunakan air pada tanaman padi sangat boros, berkisar antara 11.000-14.000 m3 pada musim kemarau (MK) dan 8.000-10.000 m3 pada musim hujan (MH), dengan sistim penggenangan. Penggunaan air padi irigasi, untuk menghasilkan 1 kg padi, memerlukan air 5.000 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila kondisi jenuh air bisa dipertahankan selama pertumbuhan, tanaman padi dapat menghemat air 40% air di tanah liat berlempung, tanpa mengurangi hasil. Pemberian air secara bergilir 3 hari sekali, maka kebutuhan dapat di hemat 25-30 % dibanding dengan pengairan secara terus menerus. Pengelolaan Air Sistem Basah Kering • Pengelolaan air dengan sistem basah kering/Alternate Wetting and Drying (AWD) diukur dengan menggunakan pipa paralon untuk mengukur tingkat ketersediaan air didalam tanah yang dapat dimanfaatkan tanaman padi sawah.• Pipa sepanjang 35 cm dengan diameter 3-5 inchi dengan dibuat lubang-lubang kecil setinggi 20 cm, pipa tersebut ditanam pada petakan sawah sedalam 20 cm dan pipa diatas permukaan tanah setinggi 15 cm.• Tanah yang ada di dalam pipa dikeluarkan sehingga air akan merembes masuk kedallam pipa melalui pori-pori Pengamatan dilakukan setiap 2 hari untuk memantau kondisi air didalam pipa AWD. • Bila air didalam pipa AWD masih setinggi 5 cm atau lebih, maka petakan sawah belum diberi air, namun bila tinggi air dalam pipa kurang dari 5 cm, maka saat itu juga petakan sawah segera diberi air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa produksi gabah kering panen yang diperoleh petani kooperator dengan perlakuan AWD rata-rata lebih tinggi sekitar 360 kg/ha, selain peningkatan produksi yang diperoleh dengan pengelolaan sistem basah kering (AWD), juga yang lebih penting penghematan air yang berimplikasi pada peningkatan luas tanam• Pengelolaan air dengan sistem basah kering (AWD) telah mendapat respon yang positif baik dari petani, kelompok tani dan pemerintah. • Petani dapat memodifikasi alat yang digunakan yaitu dengan membuat alat yang terbuat dari bambu.• Kegiatan ini cocok dilaksanakan pada daerah irigasi teknis, setengah teknis dan sawah pompanisasi.Ditulis kembali oleh : Kukuh Wahyu WE- mail : widjajantokukuh@yahoo.comSumber : Unsri PalembangGambar : BPTP Sumetera Selatan