Loading...

Pengelolaan Hama Tikus dan Penggerek Batang Padi dengan menggunakan Pola Tanam Jajar Legowo dan Salibu

Pengelolaan Hama Tikus dan Penggerek Batang Padi dengan menggunakan Pola Tanam Jajar Legowo dan Salibu
Teknologi pengelolaan hama dan penyakit pada tanaman padi saat ini sudah semakin berkembang. Konsep pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan teknik PHT atau Pengelolaan Hama Terpadu dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai upaya pengendalian yaitu dengan menggabungkan satu atau lebih dari berbagai teknik pengendalian yang dikembangkan dalam satu kesatuan, untuk mempertahankan populasi di bawah batas yang tidak merugikan secara ekonomis (Untung K, 1993). Salah satu konsep PHT yang dapat diterapkan petani adalah budidaya tanaman sehat, dimulai dengan pemilihan varietas tanaman padi yang tahan, pengolahan tanah yang baik, penggunaan pupuk berimbang, perlakuan benih, pola tanam, penggunaan agen hayati, pemanfaatan musuh alami, penggunaan pestisida nabati dan penggunaan pestisida secara bijaksana. Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman padi. Pengaturan pola tanam selain dapat meningkatkan hasil produksi tanaman padi juga dapat mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh hama khususnya tikus. Salah satu cara yaitu dengan mengatur jarak tanam atau disebut juga dengan jajar legowo. Jajar legowo merupakan sistem penanaman padi yang dilakukan dengan mengatur jarak tanaman untuk menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (Saerodji, 2013). Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Pengaturan jarak tanam dengan jajar legowo ini akan mengurangi kerusakan oleh hama tikus, karena tikus menyerang tanaman padi dimulai dari bagian tengah petakan. Selain itu juga dapat meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam agar produksi lebih meningkat. Teknologi untuk peningkatan hasil produksi tanaman padi juga dapat dilakukan dengan menggunakan sistem tanam. Salah satunya dengan cara sistem tanam salibu yaitu dengan satu kali tanam padi dapat dua sampai tiga kali panen. Cara ini dilakukan dengan cara memangkas tanaman padi pada saat panen dengan ketinggian tertentu, kemudian lahan sawah digenangi kembali dengan air dan diberikan perlakuan menggunakan pupuk baik pupuk organik maupun kimia. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya pada saat pengolahan tanah dan penanaman padi yang dilakukan oleh petani. Selain itu cara ini juga dapat mengurangi populasi hama, khususnya penggerek batang padi yang dapat menyerang tanaman mulai dari pembibitan/persemaian. Untuk pengendalian yang dilakukan dengan cara fisik yaitu dengan cara pemangkasan batang padi serendah mungkin pada saat panen yang diikuti dengan penggenangan air setinggi ± 10 cm agar pupa atau larva penggerek batang padi mati. Segala upaya yang dilakukan untuk pengelolaan hama pada tanaman padi dapat dilakukan dengan menggabungkan berbagai teknik ini sesuai dengan konsep PHT. Selain itu juga dapat meningkatkan produksi tanaman padi yang akan mensejahterakan petani. Namun, untuk pengendalian hama secara efektif dan berkesinambungan maka teknologi ini juga harus didukung dengan teknik pengendalian lain contohnya seperti pemanfaatan musuh alami, penggunaan agen hayati, serta penggunaan pestisida secara bijaksana. Oleh Juwita Suri Maharani, S.P., M.Si. Bahan bacaan: Untung, Kasumbogo. 1993. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta Saerodji. 2013. Dapat dilihat di https://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/sistem-jajar-legowo-dapat-meningkatkan-produktifitas-padi. http://distan.karawangkab.go.id/sites/default/files/pdf/SALIBU.pdf