Dalam rangka swasembada beras dan memantapkan ketahanan pangan pemerintah telah melaksanakan program intensifikasi tanaman padi dan ekstensifikasi lahan sawah melalui pencetakan/pembukaan lahan sawah baru. Sawah bukaan baru adalah lahan kering yang dikonversi menjadi lahan sawah. Dalam rangka program ekstensifikasi lahan pertanian pemerintah memprioritaskan lahan-lahan kering yang berada di luar pulau Jawa (Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi)Berdasarkan sifat-sifat tanah tersebut, maka sawah-sawah bukaan baru memerlukan perlakuan khusus untuk memperbaiki sifat kimia melalui pemupukandan ameliorasi, jaminan ketersediaan air irigasi, dan penggunaan varietas unggul.Sifat-sifat Kimia Lahan Sawah Bukaan BaruPembukaan sawah baru akan menghadapi beberapa masalah antara lain : (a) membutuhkan air cukup banyak untuk proses pelumpuran, (b) produktivitas tanah yang masih rendah, (c) perubahan fisikokimia tanah sedang berlangsung akibat dari penggenangan yang sedang berlangsung yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, sperti keracunan besi dan mangan (Nursyamsi at. al.,1996).Keracunan besi pada lahan sawah bukaan baru mengakibatkan produktivitas tanaman rendah, bahkan tanaman tidak dapat berproduksi sama sekali. Tanaman padi akan keracunan besi apabila kadar besi dalam tanaman melebihi 300 ppm, sehingga daunnya akan menunjukan klorosis, yaitu adanya bintik-bintik coklat pada daun, kemudian menyebar ke helai daun, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, daun menyempit, anakan terbatas, perakaran jarang, pendek dan kasar terselaput warna coklat kemerahan. Pada gejala keracunan besi yang sangat parah bagian daun bawah mengering dan bagian atas berwarna kuning kemerahan. Selain itu serapan hara terhambat akibat perakaran tidak berkembang karena terselimuti besi oksida. Keracunan besi dapat menurunkan hasil padi sampai 75% (Ismunadji dan Sabe,1988).Keracunan besi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : meningkatkan kelarutan besi fero, pH tanah masam, kahat hara P, K, Ca,Mg dan Zn, atau kombinasi dari beberapa faktor tersebut di atas.Perbaikan Keracunan Besi a. Lingkungan tumbuh- Penggenangan awal untuk menghindari peningkatan Fe sampai puncak- Peningkatan penyediaan O2 di permukaan tanah dengan memutuskan aliran air rembesan- Ameloriasi dan pemupukan untuk meningkatkan keseimbangan harab. Penanaman varietas tanaman yang sesuai (adaptif)Perbaikan lingkungan tumbuh- Perbaikan dainase dan pencucianPengairan terputus dapat menanggulangi keracunan besi pada lahan sawah bukaan baru, sehingga dapat mengurangi reduksi Fe+2 dan Mn+2 yang meracuni tanaman. Namun hal ini harus dilakukan dengan hati-hati karena selain Fn dan Mn yang tercuci, kation basa Ca, K, Mg dan N juga ikut tercuci.- Ameliorasi dan pemupukanAmeliorasi pada lahan sawah bukaan baru yaitu dengan pemberian kapur dan bahan organik seperti pupuk kandang dapat meningkatkan hasil padi dan menurunkan kadar besi. Pemberian kapur sebanyak 1 t/ha dan pupuk kandang 5 t/ha serta pemupukan NPK dapat meningkatkan hasil padi 1 - 2 tonPerbaikan sifat fisik Selain usaha perbaikan kesuburan tanah, sifat fisik pada lahan sawah bukaan baru juga perlu diperhatikan adalah laju infiltrasi (kehilangan air). Di lapangan laju infiltrasi bisa bervariasi antara lambat atau cepat tergantung dari jenis tanahnya dan tanah yang berpasir tinggi.Perbaikan varietas tanamanPerbaikan varietas tanaman juga dapat mengendalikan keracunan besi, seperti varietas IR-42 merupakan varietas yang cukup toleran terhadap keracunan besi dan dianjurkan untuk daerah yang tidak terserang hama wereng.Dengan dibukanya lahan-lahan kering menjadi lahan sawah, maka lahan sawah dapat berperan multifungsi, seperti pengendali banjir, pencegah erosi penyedia sumberdaya air, dan pendaur ulang sampah bahan organik.Ruslia Atamaja Sumber : Badan Litbang Pertanian-Puslittanah