Produktivitas hijauan selain ditentukan oleh mutu juga ditentukan oleh sifat-sifat hijauan dan perlakuan petani sendiri. Perlakuan yang dimaksud ialah prinsip-prinsip pengelolaan dan penyimpanan/pengawetan. Prinsip pengelolaan ini antara lain: Pemilihan lokasi, pemilihan bibit sebagai bahan tanaman, pengolahan tanah dan penanaman, pemeliharaan dan depoliasi atau pengembalaan. Pemilihan lokasi. Dalam menentukan tempat/lokasi yang hendak dipakai sebagai areal penanaman hijauan, baik sebagai produksi hijauan potongan atau untuk digembalakan. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu : 1) Kesuburan tanah dan iklim. Kesuburan tanah dan iklim sangat ditentukan untuk petumbuhan, produktivitas, mutu dan kontinuitas hijauan pakan. Di samping itu tanah yang subur juga menjamin efisiensi pengelolaan lebih lanjut. 2) Topografi yang berkenan dengan keperluan pemupukan, komunikasi dan sumber air.Pemilih bibit. Adaptasi hijauan pakan terhadap berbagai jenis tanah/lingkungan lebih luas dan mudah bila dibandingkan dengan tanaman pangan. Namun demikian ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terhadap jenis-jenis hijauan yang akan dikembangkan yaitu ; 1) sesuai dengan lingkungan dan budidaya setempat; 2) mudah dikembangkan atau di kelola; 3) bisa memberikan produksi tinggi. Bahan bibit bisa berasal dari biji,stek dan pals (sobekan rumpu). Penanaman hijauan pakan dengan bahan biji bisa dilakukan dengan dua cara yaitu cara larikan yang dilakukan pada suatu areal yang sempit dan tenaga cukup dan cara yang kedua yaitu disebar. Penanaman disebar biasanya dilakukan pada suatu areal yang luas dengan tenaga yang terbatas, atau pada tanah-tanah miring untuk menghindari bahaya erosi. Cara disebar pada daerah seperti ini lebih ekonomis dan praktis. Cara penanaman biji dengan disebar harus dicampur dengan tanah agar hasil penaburan bisa merata. Penanaman dengan Pols (sobekan rumpun). Pols yang baik dapat diperoleh dari sobekan rumpun yang sehat dan mempunyai banyak akar dan calon makanan baru. Cara penanaman: pols yang ditanam ditempat yang sudah dilubangi, bagian vegetatifnya dihilangkan dahulu sobekan bibit ditanam dan setiap pols yang ditanam, bisa terdiri dari dua sampai tiga batang tanaman.Penanaman dengan stek dan stolom. Stek adalah potongan batang, stolom adalah potongan batang yang merayap atau batang yang merayap dan berimpit dengan tanah. Cara mengambil bibit dari stek atau stolen : a) Batang yang sudah tua dan sehat; b) Panjang 20-25 cm (minimal 2 buku); c) Memotong stek harus betul. Cara penanaman stek. a) Satu ruas di bagian bawah harus tertimbun oleh tanah; b) Usahakan stek tegak; c) setiap lubang bisa ditanam lebih dari satu stek; d) setelah stek ditanam usahakan tanah disekitarnya didatkan. Pengolahan Tanah dan Penanaman. a) Pengolahan tanah bisa dilakukan 2 cara yaitu pengolahan tanah sempurna dan pengolahan tanah miuman (tidak sempurna). Pengolahan tanah sempurna yaitu 2 kali dibajak dan 2 kali disisir sehingga tanaman liar yang tidak dimakan oleh ternak mati Pengolahan tanah miuman (tidak sempurna) pengolahan tanah dengan sistem larikan (daerah larikan saja dibersihkan). Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau. b) Penanaman sebaiknya dimulai pada awal musim hujan dengan jarak tanam ; jenis hijauan yang tegak dan berumpun 60-90 cm x 45 x 60 cm. jenis yang membentuk stolen 90 x 60 cm, 90 x 100 cm, 100 x 100 cm.Pemeliharaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan yaitu penyiangan, pengemburan, pemupukan, penyiangan dilakukan untuk memberantas jenis rumput liar yang sudah dimakan oleh ternak. Penyiangan. Cara penyiangan yang umum dipakai adalah cara mekanis yaitu penyiangan dilakukan dengan cara mencangkul. Cara biologis, cara ini dilakukan dengan maksud memperbaiki keadaan tanah. Setelah tanah menjadi subur dan bebas dari rumput liar (weed) barulah dilakukan penanaman. Cara Kimiawi, Cara ini menggunakan obat-obatan seperti herbisida. Cara ini sangat cepat tapi membutuhkan biaya yang cukup tinggi.Penggemburan. Penggemburan tanah ialah menghancurkan tanah dari bongkahan-bongkahan padat, menjadi tanah yang berstruktur tanah remah dan sekaligus membersihkan tanah dari sisa-sisa akar atau bagian tanaman yang tidak dikehendaki.Pemupukan. Dosis pemupukan hendaknya di sesuaikan dengan keadaan tanah, sehingga diperoleh hasil pemupukan yang efektif dan ekonomis. Cara pemupukan, pemupukan dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu disebar merata dipermukaan ranah, disebar dalam larikan (barisan), dan ditanam disekitar rumpun. (Penulis :Suwarna)Sumber :Cara Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Hijauan". BPTP Biromaru, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, tahun 2010.