Pengelolaan irigasi tingkat Usaha tani merupakan kunci keberhasilan pengelolaan air irigasi secara umum. Beberapa hal yang penting dan perlu diperhatikan dalam pengelolaan irigasi tingkat usaha tani yang pengelolaannya diserahkan kepada petani antara lain: 1).Ketersediaan air irigasi 2).Kebutuhan air tanaman3).Efisiensi irigasi4).Kebutuhan air irigasi. 5).Peningkatan efisiensi irigasi 6). Operasi dan Pemeliharaan. Berikut secara ringkas disampaiakan ringkasan perihal yang perludiketahui ditingkat lapangan sbb: 1).Ketersediaan air irigasi; a) Ketersediaan air irigasi dipengaruhi oleh sumber air dimana air tersebut disadap. b). Perencanaan ketersediaan air irigasi umumnya menggunakan debit air andalan (dependable flow) dengan probabilitas 80 %. c.). beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam penyediaan air untuk petak tersier antara lain: alokasi air untuk petak tersier, ketersediaan air actual dalam hubungannya dengan alokasi tersebut, pemberian air kepada petak tersier, dan realibilitas dari air irigasi tersebut.2).Kebutuhan air tanaman; a).Kebutuhan air untuk tanaman merupakan kebutuhan untuk evaporasi dari tempat tumbuhnya tanaman dan kebutuhan air untuk transpirasi bagi tanaman itu sendiri. b).Kebutuhan air tanaman dipengaruhi oleh jenis dan tingkat pertumbuhan tanaman, kondisi iklim setempat (penyinaran matahari, suhu, kecepatan angin, kelembaban udara); status kelembaban tanah; untuk suatu luasan tertentu, dipengaruhi pula oleh kerapatan tanaman. c).Angka kebutuhan air tanaman tersebut dapat diperoleh melalui cara langsung (dengan percobaan) dan cara tidak langsung (cara empiris). d). Dengan menggunakan cara empiris melalui analisa data iklim akan didapatkan nilai evapotranspirasi acuan ETo. Untuk mendapatkan nilai evapotranspirasi tanaman Etc, maka ETo ini harus dikalikan dengan factor tanaman (kc).e). Cara perhitungan ETo dengan menggunakan data iklim yang umum dilakukan antara lain cara Blaney Criddle, Jansen Heise, Hrgreaves dan Samani, Makkink, Penman Monteith dan sebagainya. Nilai ETo ini bisa juga dihitung dengan angka penguapan terukur dari panci klas A yang dikalikan dengan factor/konversi tertentu (kp).3).Efisiensi irigasi; a). Efisiensi irigasi dapat ditafsirkan dengan berbagai definisi, tergantung dari sudut mana memandangnya. b). Dari sudut pandang pertanian, efisiensi irigasi didefinisikan sebagai keluaran produksi pertanian per satuan air sebagai masukan.c). Dari sudut pandang keteknikan, pengertian efisiensi irigasi ini merupakan perbandingan antara volume air yang keluar dan yang masuk pada setiap sub sistem. d). Pada umumnya efisiensi irigasi dibagi menjadi 3 macam: efisiensi penyaluran (conveyance efficiency) pada jaringan utama (primer dan sekunder), efisiensi distribusi (distribution efficiency) pada jaringan distribusi/ tersier dan efisiensi pemakaian (application efficiency) di tingkat lahan. Efisiensi irigasi secara keseluruhan/ efisiensi proyek (overall efficiency, project efficiency) merupakan hasil perkalian dari ketiga efisiensi tersebut. e). Nilai efisiensi penyaluran dan efisiensi distribusi dapat diukur melalui berbagai cara antara lain dengan cara pembendungan (ponding method), pengukuran aliran masuk-aliran keluar (inflow-outflow method), dsb.4).Kebutuhan air irigasi; a).Kebutuhan air irigasi merupakan kebutuhan air dilahan – curah hujan efektif. b).Kebutuhan air dilahan untuk tanaman palawija dan hortikultura = nilai evapotranspirasi, c). Kebutuhan air dilahan untuk tanaman padi = evapotranspirasi + perkolasi + penjenuhan + penggenangan. d).Kebituhan air irgasi netto di lahan = kebutuhan air dilahan - curah hujan efektif. e). Kebutuhan air irigasi gross (kotor) = kebutuhan air netto/ efisiensi5).Peningkatan efisiensi irigasi; a).Peningkatan efisiensi irigasi dapat dilakukan dengan cara: b). perbaikan perencanaan/ perancangan, c). perbaikan kondisi fisik jaringan, e). perbaikan pengelolaan irigasi (O&P), f). pemakaian kembali air buangan (reuse),g). perbaikan kelembagaan, dsb 6).Operasi dan Pemeliharaan; a). Kegiatan operasi jaringan tingkat usaha tani meliputi: persiapan, pelepasan/ penyadapan air, penyaluran, pengaturan, pengukuran debit air, pembagian air, rencana tata tanam, pemanfaatan air, dan pembuangan air kelebihan. b). Kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi meliputi: pemeliharaan rutin, periodic, dan darurat. c). Sesuai ketentuan perundangan, rehabilitasi/ perbaikan jaringan tingkat usaha tani menjadi tanggung jawab petani pemakai air (P3A), bila petani tidak mampu dapat mengajukan bantuan kepada pemerintahPenyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Direktorat Pengelolaan Air Irigasi. 2014. Modul Pelatihan Pengelolaan Air Tingkat Usaha Tani, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta 43 halaman. Hal 41-42Sumber Gambar: http://www.antaranews.com/foto/25047/bajak-kerbau