Panen dan pasca panen padi harus dikelola dengan baik dan benar sesuai rekomendasi teknologi anjuran. Rekomendasi yang dianjurkan panen padi dilakukan setelah padi menguning dan malai masih segar. Panen padi dapat dilakukan secara tradisional menggunakan sabit bergerigi atau panen padi modern dengan mesin combine harvester atau mesin reaper. Rekomendasi dianjurkan panen padi dilakukan beregu atau kelompok dan perontokan padi juga dianjurkan berkelompok menggunakan pedal thresher atau power thresher.Teknologi yang dianjurkan Vivi Aryati panen padi idealnya dilakukan 5 - 7 orang dilengkapi dengan 1 unit pedal thresher atau 15 – 20 orang dengan 1 unit power thresher. Penumpukan dan pengumpulan padiPanen padi dilakukan pagi hari dianjurkan sore hari dilakukan perontokan. Karena jika perontokan ditunda lebih dari 2 hari akan menyebabkan kerusakan pada beras. Penumpukan dan pengumpulan padi merupakan tahap pasca panen padi. Penanganan pasca panen padi yang tidak tepat dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Untuk mengurangi terjadinya kehilangan hasil dianjurkan pada waktu melakukan penumpukan dan pengangkutan padi menggunakan alas yang dapat menekan kehilangan hasil antara 0,94 sampai 2,36 % Perontokan padiProses perontokan padi seringkali menjadi penyebab kehilangan hasil yang bisa mencapai lebih dari 5 % jika tidak dilakukan sesuai teknologi yang dianjurkan. Prinsip dasar dari proses perontokan padi adalah memisahkan butir gabah dengan tangkai malai. Perontokan padi dapat dilakukan dengan cara digebot, pedal threser atau dengan mesin power threser. Perontokan padi digebot merupakan cara perontokan padi tradisional banyak dilakukan petani, Peralatan gebot terbuat dari bambu atau kayu berupa rak rak yang regang dengan jarak regangan 1- 2 cm utuk saluran rontokan butir padi kealas dasar terpal dibawah gebot. Perontok padi pedal threser merupakan perontok padi yang menghemat waktu dan tenaga kerja. Satu pedal threser cukup dioperasionalkan satu orang saja. Tenaga pendorong perontok pedal threser melalui pedal yang akan memutar rantai sepeda sebagai transformator perontok padi. Perontok padi power threser merupakan mesin perontok padi yang mempunyai kapasitas kerja lebih besar dan effisiensi kerja lebih tinggi Pengeringan gabahMerupakan proses menurunkan kandungan kadar air pada gabah sampai nilai standrad yang sesuai anjuran peryaratan penggilingan gabah atau target keamanan penyimpanan gabah. Pengelolaan pengeringan gabah bila tidak dilakukan dengan tepat sesuai teknologi yang dianjurkan akan menimbulkan kehilangan hasil sampai 2,13 %. Pengeringan padi dilakukan dengan cara penjemuran dan dikembangkan pengeringan buatan. Pengeringan padi cara buatan bila pengeringan gabah tidak memungkinkan dengan sinar matahari. Pengeringan padi cara buatan dapat dilakukan dengan 3 cara 1) tumpukan datar, 2) sirkulasi dan 3) kontinyu. Penjemuran padi merupakan proses pengeringan gabah basah yang mengandalkan sinar matahari. Penjemuran dilakukan dengan cara lantai jemur atau penjemuran dengan alas terpal/plastik. Penjemuran lantai jemur menggunakan semen merupakan alas yang terbaik. Permukaan lantai semen dapat dibuat rata atau bergelombang. Dianjurkan lantai jemur yang bergelombang karena dapat mengalirkan air hujan secara cepat, Penjemuran menggunakan alas terpal/plastik mempunyai nilai keuntungan 1) Akan memudahkan pengumpulan gabah pada saat dilakukan pengarungan di akhir penjemuran, 2) Bila tiba tiba hujan akan memudahkan dalam menyelamatkan gabah dari air hujan. 3) Tenaga kerja penjemuran gabah dapat dikurangi jumlahnya Penyimpanan gabahMerupakan perlakuan pada gabah agar tetap keadaan baik dalam jangka waktu yang tertentu. Kesalahan melakukan penyimpanan gabah dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur, timbulnya serangan serangga, binatang mengerat dan kutu beras. Salah dalam pengelolaan penyimpanan gabah dapat menimbulkan kualitas beras menurun.Penyimpanan gabah dapat dilakukan dengan cara sistem curah yaitu penyimpanan gabah yang sudah kering pada suatu tempat yang dipandang aman dari gangguan cuaca maupun hama. Cara kedua penyimpanan gabah menggunakan wadah atau kemasan seperti karung plastik, karung goni dll.Penyimpanan gabah sistem curah dapat menggunakan silo kapasitas besar. Bentuk silo silinder atau segi empat terbuat dari plat lembaran atau papan.Silo dilengkapi sistem aerasi, pengering dan elevator. Perlu diperhatikan penyimpanan gabah dengan kemasan/wadah : 1) Karung harus dapat menjamin melindungi gabah dari kerusakan dalam pengangkutan dan penyimpanan, 2) Karung tidak boleh mengakibatkan rusaknya gabah atau pencemaran akibat bawaan karung, 3) Karung harus kuat dapat menahan beban tumpukan dan melindungi fisik gabah dari goncangan dan dapat mempertahankan keseragaman gabah. 4) Idealnya bagian luar karung diberikan label menjelaskan gabah yang di kemas. Nani Priwanti SoehartoSumber : 1. Yulia Pujiharti, Junita Barus dan Bambang Wijayanto. Brosur Teknologi Budidaya Padi. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2008 2. Vivi Aryati. Panen dan Pasca Panen Padi . Inovasi Teknologi Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Cetakan 2014