Loading...

PENGELOLAAN TANAH ASAM PADA TANAMAN KEDELAI

PENGELOLAAN TANAH ASAM  PADA TANAMAN KEDELAI
Pelaksanaan kegiatan sekolah lapang tanaman kedelai tahun 2017 yang dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang Ameliorasi tanah masam Tanah masam perlu disehatkan dengan meningkatkan pH dan menaikkan kejenuhan basa, serta pengkayaan unsur haranya. teknik ameliorasi tanah masam sebagai berikut: 1. Pengapuran untuk meningkatkan pH dan mengatasi keracunan Al. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah, umumnya sekitar 3 t/ha, berkisar antara 1-5t/ha. Kapur yang baik adalah kapur magnesium atau dolomit yang dapat sekaligus mensuplai Ca dan Mg. 2. Ameliorasi pada lapisan tanah bawah (sub-soil) menggunakan gypsum. Pengapuran pada permukaan tanah hanya akan mengoreksi pH pada lapisan olah tanah, sedangkan pada lapisan sub-soil pH masih rendah dan keracunan Al masih terjadi. Oleh karena itu, pemberian gypsum pada lapisan sub-soil dapat memperbaiki pertumbuhan akar menjadi lebih dalam. 3. Pengkayaan fosfat tanah dengan pemupukan P dosis tinggi. Pada lahan masam dengan kandungan fosfat rendah (sekitar 4 ppm P) yang disertai kapasitas fiksasi P yang tinggi, pengkayaan fosfat dalam tanah (build-up soil P level) merupakan persyaratan mutlak untuk memperoleh produksi kedelai yang tinggi. 4. Pengkayaan bahan organik. Dengan pengapuran dan pemupukan saja, kandungan bahan organik tanah akan cepat menurun bila tidak diikuti pengembalian residu tanaman ke dalam tanah. Pola tanam yang mengikutkan leguminosa untuk dibenamkan ke tanah, pengembalian residu tanaman, dan pemupukan dengan kompos sangat dianjurkan. 5. Pengkayaan kalium. Pengkayaan K diperlukan bila ketersediaan K dalam tanah kurang dari 30 ppm dan kandungan liat lebih dari 18%. Takaran pupuk K secara umum adalah 100 kg K2O/ha, dengan cara ditebarkan bersamaan pupuk P dan dimasukkan ke dalam lapisan olah tanah dengan cara bajak. 6. Pengkayaan hara mikro. Bila tanah diduga kahat unsur mikro terutama Zn, Fe, S, B, dan Mo, pemberian pupuk mikro dalam bentuk chelat atau fritted trace element (F, T, E) perlu dilakukan.