Penelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah diterapkan sesuai kondisi setempat (spesific location), memperlakukan kebutuhan tanaman padi yang diusahakan sesuai kebutuhannya, terutama dari segi pemupukan dan ketersediaan unsur hara dalam tanah dan tingkat atau daya serapannya. Itu sebabnya dalam sistim PTT ini indikator daun dipakai untuk penentuan dosis dan jenis pupuk yang akan diberikan. Kebutuhan air juga diusahakan sekecil, sementara pemberian bahan organik diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, menuju tanaman sehat dan kuat yang menjadi falsafah Pengendalian Hama Terpadu (PHT).Dengan demikian PTT merupakan upaya untuk meningkatkan hasil dan pendapatan petani melalaui penerapan Tehnologi yang sesuai dengan kondisi petani dan lingkungan setempat. Beberapa pedoman penerpan PTT antara lain a).Pemahaman masalah yang dihadapi petani, baik yang bersifat tehnis maupun social ekonomi. b). Identifikasi peluang pengembangan usaha tani dan pilihan tehnologi yang sesuai kondisi setempat. c). Pengelolaan secara terpadu anatara tanaman dan sumberdaya tanah dan air yang dikaitkan dengan iklim dan ketersediaan sarana produksi setempat. d). Pemilihan komponen tehnologi kedalam kelompok dasar dan pilihan.1. Komponen Tehnologi Dasar, terdiri dari a). Varitas unggul baru, Pilihan varitas disesuaikan dengan lokasi setempat, misalnya untuk yang endemic penyakit Tungro, pilihlah varitas tahan Tungro, seperti Ciherang, Mekonggga, Cigeulis, dan Inpari 1, atau padi hibrida seperti Bernas Prima, Hibrindo, dan Sembada. b). Benih bermutu dan berlabel; yakni benih yang memiliki kemurnian dan daya tumbuh tinggi. Penggunaan benih bermutu akan menyebabkan tanaman tumbuh seragam dan rata, sehingga memudahkan pengelolaan dan hasil yang tinggi. c).Bahan Organik; jerami dikembalikan kesawah, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk kompos maupun pupuk kandang. d). Pengaturan populasi tanaman; antara lain melalui jajar legowo dengan falsafah sampai batas tertentu makin tinggi populasi tanaman makin tinggi hasil panen. e). Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman; pupuk anorganik diberikan dalam waktu takaran dan cara aplikasi yang tepat sesuai varitas padi yang ditanam. f). Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT); dikendalikan secara Terpadu melalui konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu (PHT), dengan konsep pelaksanaan seperti (1). Monitoring jenis,tingkat populasi Hama, dan tingkat kerusakan karena hama, dan (2). Pilihlah taktik tehnik pengendalian seperti sanitasi, varitas yang tahan, pola tanam dan rotasi varitas, pengendalian hayati atau pestisida nabati, serta terahkir pestisida kimia sebagai pilihan terkhir dan biladiperlukan. 2. Komponen Tehnologi Pilihan; terdiridari a). Pengolahan Tanah; sempurna atau olah tanah minimal sesuai dengan musim dan pola tanam. Olah tanam minimal diperlukan untuk mengejar waktu tanam dan menghindarkan tanaman dari kekeringan. Namun demikian apabila waktu cukup dan memungkinkan pengolahan tanah secara sempurna sangat dianjurkan, penanaman dan penaggulangan gulma lebih mudah, termasuk pengaturan air yang merata. Pengolahan tanah yang sempurna meliputi bajak , rotary, perataan dengan tenggang waktu tertentu, sampai rata rata air. b). Bibit Muda ( umurPenyunting : Ir. Ali BosarHarahap. MMEmail : ali_bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Penge lolaantanamanterpadu (PTT) 2012.Pusat Penelitiadan Pengembangan Tanaman Pangan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tehnologi Pertanian. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.