Dalam budidaya ubi jalar agar menghasilkan produksi yang tinggi dan pendapatan petani meningkat, maka teknologi budidaya ubi jalar dikemas dalam bentuk PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu)Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) ubi jalar merupakan pendekatan inovatif dan dinamis dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. Prinsip utama PTT adalah penerapan inovasi teknologi secara partisipatif, spesifik lokasi, terpadu, sinergi atau serasi, dan dinamis.Komponen teknologi ubi jalar yang akan diterapkan dalam PTT dikelompokan ke dalam teknologi dasar dan pilihan. Komponen teknologi dasar sangat dianjurkan untuk diterapkan di semua wilayah pertanaman ubi jalar, sedangkan komponen teknologi pilihan didasarkan atas kondisi, kemauan, dan kemampuan petani setempat.Komponen teknologi dasar meliputi: 1) varietas unggul baru ; 2) bibit berkualitas; 3) penyiapan lahan: 4) pengaturan populasi tanaman; 5) pemupukan.Kelompok komponen teknologi pilihan meliputi: 1) pengendalian OPT: 2) pengairan dan pembuatan saluran drainase; 3) perbaikan kanopi tanaman: 4) panenKomponen Teknologi Dasar Komponen teknologi dasar terdiri dari: 1) Varietas unggul baru; 2) Bibit berkualitas; 3) Penyiapan lahan; 4) Penanaman dan pengaturan populasi tanaman; 5) Pemupukan.1. Varietas unggul baru, dengan kegiatan-kegiatan sbb: 1) pemilihan varietas ubi jalar disesuaikan dengan agroekosistem setempat dan sesuai dengan permintaan pengguna; 2) telah tersedia VUB ubi jalar genjah (3, 5-4 bulan) dan umur dalam (4,5 – 5,0 bulan).2. Bibit berkualitas, dengan kegiatan-kegiatan sbb: 1) bibit diambil dari tanaman sehat berupa stek pucuk dengan panjang 20 – 25 cm; 2) apabila telah digunakan 4-5 generasi, bibit diperbanyak terlebih dahulu dari umbi, kemudian setelah berumur 2-3 bulan diambil stek pucuk untuk dijadikan bibit; 3) sebelum ditanam, bibit direndam dalam larutan fungisida Mancozeb 80 % dan insektisida karbosulfan selama lima menit.3. Penyiapan lahan, dengan kegiatan-kegiatan sbb: 1) tanah untuk budi daya ubi jalar diolah secara sempurna (dibajak dua kali dengan kedalaman lapis olah >30 cm) dan digaru, dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya; 2) dibuat guludan tunggal dengan lebar 50 – 60 cm, tinggi 40 – 50 cm, dan jarak antara guludan 80 – 100 cm: 3) pada lahan yang miring dibuat teras bangku dan pembuatan guludan mengikuti kontur lahan.4. Penanaman dan pengaturan populasi tanaman, dengan kegiatan sbb: 1) di lahan sawah, ubi jalar ditanam setelah panen padi pada awal atau lahan kering pertengahan musim kemarau dan di lahaan kering pada awal/pertengahan musim hujan; 2) penanaman dapat dilakukan dengan sistem kering (tanah cukup lembab) dan sistem basah (diairi); 3) sebelum bibit ditanaman, sebagian daunnya dikurangi (dirempas) untuk mengurangi penguapan; 4) stek ditanam datar/miring, sedalam 2-3 ruas (5-10 cm); 5) penyulaman bibit yang mati dilakukan sesegera mungkin, maksimum 2 minggu setelah tanam.5. Pemupukan, dengan kegiatan sbb: 1) pupuk kandang 10 ton/ha diberikan pada saat pembuatan guludan; 2) pupuk buatan (anorganik) dengan pengaturan yaitu 100-200 kg urea + 100 kg SP36 +100 kg KCL per ha. Pemupukan pertama: 1/3 Urea + 1/3 KCL + semua SP36, diberikan 2-7 hari setelah tanam, ditugal atau digarit di sekitar tanaman. Pemupukan kedua dengan takaran 2/3 urea + 2/3 KCL diberikan pada umur 1,5 bulan, ditugal/digarit.Komponen Teknologi PilihanKomponen teknologi Pilihan, terdiri dari: 1) Pengendalian OPT terpadu; 2) Pengairan dan pembuatan saluran drainase; 3) Pembalikan kanopi tanaman; 4) Pemanenan. 1. Pengendalian OPT Terpadu terdiri dari Pengendalian hama terpadu, Pengendalian penyakit terpadu dan Pengendalian gulma terpadu2. Pengairan dan pembuatan saluran drainase1) Pada 8 minggu pertama, tanaman memerlukan air yang cukup sehingga apabila tidak cukup hujan, tanaman harus diairi tiap minggu2) Pada minggi berkutnya, tanaman diari 2-3 minggu sekali, tergantung pada keadaan3) Pada 2-3 minggu sebelum panen, lahan diupayakan dalam kondisi kering4) Saluran drainase diperlukan terutama pada musim hujan untuk mencegah terjadinya genangan air.3. Pembalikan kanopi tanaman1) Pembalikan dilakukan dengan mengangkat dan membalik batang/salur tanaman untuk mencegah munculnya akar dari ruas batang agar tidak menganggu pertumbuhan ubi2) Pembalikan kanopi dilakukan dua kali, yaitu pada umur 2 dan 3 bulan4. Pemanenan 1) Di dataran rendah, panen dilakukan pada umur 3,5 – 5 bulan kotoran2) Di dataran tinggi, panen dapat dilakukan sampai tanaman berumur 6 – 8 bulan3) Ciri-ciri tanaman yang siap dipanen adalah sebagian daun telah menguning4) Panen dilakukan dengan memotong batang dan menyingkiran brangkasan tanaman, kemudian membongkar guludan5) Pada saat pemanen diupayakan tidak banyak terjadi pelukaan pada umbi6) Umbi dibersihkan dari tanah dan kotoran7) Sebaiknya dilakukan pemisahan (grading) umbi berdasarkan ukurannya8) Panen dengan tangkai umbi akan memperpanjang masa simpan9) Umbi disimpan dalam karung/keranjangPenulis : Marwati (Penyuluh Pertanian BPPPSDMP-Kementan)Sumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian PertanianGambar::1) http://alamtani.com/budidaya-ubi-jalar-organik.html2) http://blog.umy.ac.id/sulthoni/files/2013/11/ubi-jalar.jpg