A. Latar Belakang Secara umum jagung memiliki kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, mengandung banyak vitamin. Selain sebagai sumber karbohidrat, daun, batang jagung sebagai pakan ternak, yaitu tongkol dan daunnya sebagai hijauan, bijinya dapat dibuat menjadi minyak atau dibuat menjadi tepung jagung (tepung maizena) dan biji serta tongkolnya dapat menjadi bahan baku industri. B. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang PTT jagung terutama dalam dalam memilih komponen teknologi unggulan. C. Manfaat Diharapkan dengan pembelajaran ini petani jagung dapat menerapkan teknologi budidaya dengan baik dan benar. Bahasan Penyiapan Benih Benih yang digunakan sebaiknya benih unggul dan bermutu dilengkapi label benih bersertifikat, daya hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit seperti Bisi 2. Pengolahan Tanah Tanah diolah dengan menggunakan hand traktor, pada kondisi tanah lembab dibajak sekali, biarkan selama 3 hari lalu ratakan. Buat bedengan selebar 3 – 4 m dan panjang disesuaikan kondisi lahan. Buat parit atau saluran drainase pada sisi bedengan 30 – 40 cm dan dalam 30 cm. Pengapuran Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah harus diberi kapur. Jumlah kapur yang diberikan berkisar 300 kg per hektar. Tebar merata pada permukaan bedengan. Untuk lahan yang sering ditanami, sebaiknya pengapuran dilakukan setiap 2 -3 tahun sekali. Teknik Penanaman Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang sekitar 3 – 5 cm diisi 1 biji per lubang untuk varietas hibrida dan 2 biji per lubang varietas komposit. Kedalaman benih perlu perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. Jarak tanam 75 cm x 25 cm. Pemeliharaan- Penjarangan Penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam. Jumlah tanaman per lubang harus diatur agar tidak terjadi persaingan unsur hara dan mengoptimalkan jumlah populasi untuk menekan pertumbuhan gulma. - Penyiangan Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda menggunakan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya. Pada saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam. - Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan kedua yaitu 7 minggu setelah tanam. Tujuan pembumbunan yaitu untuk memperkokoh posisi batang sehingga tanaman tidak mudah rebah. Selain itu, pembumbunan juga bertujuan untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. - Pemupukan Pemupukan dilakukan sebagai penambah unsur hara yang ada di dalam tanah. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan varietas jagung yang ditanam. Dosis anjuran rata-rata per hektar yaitu tanpa pupuk majemuk untuk varietas hibrida dosis yaitu 300 - 400 kg Urea, 200-300 kg SP-36 dan 100-200 kg KCl di tamabah pupuk organik 1 ton. Jika menggunakan pupuk majemuk yaitu Urea 200 kg, SP-36 100 kg, KCl 100 dan Za 100 kg dan NPK Ponska 500 kg serta 1 ton pupuk organik masing- masing per hektar. - Pengairan Pengairan hanya dilakukan bila tidak turun hujan selama 3 hari berturut-turut. Pedoman perlu tidaknya pengairan dengan cara melihat keadaan tanah dan tanaman. Namun, menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih banyak sehingga perlu dialirkan air pada parit di antara bumbunan tanaman jagung. - Pengendalian OPT Organisme pengganggu tananaman (OPT) pada tanaman jagung adalah ulat bibit, ulat grayak, ulat tanah, penyakit bulai dan karat. Pengendalian OPT dengan pengaturan pola tanam, sanitasi lahan dan penggunaan pestisida sebagai langkah terakhir. - Panen dan Pasca Panen Panen dilakukan pada saat tongkol atau kelobot mulai mengering, biji mengeras dan mengkilap jika ditekan tidak membekas. Lakukan pengupasan kelobot untukmempercepat pengeringan. Ir. Dorri Sjukur, M.Si. Penyuluh Pertanian Madya DTPHBUN Prov. Sulsel