Loading...

PENGEMBANGAN AREAL TANAM TANAMAN PISANG

PENGEMBANGAN  AREAL  TANAM  TANAMAN  PISANG
GAMBARAN UMUM PENGEMBANGAN TANAMAN PISANG DI TANAH AIR Sebuah lagu diera 60an dengan judul lagu “ Aneka Buah-buahan.” Yang sepenggal sairnya berbunyi “ .... pepaya, mangga, pisang, jambu dibawa ke pasar minggu, di kampung banyak penjualnya dan di kota banyak pembelinya”. Ya .. lagu itu mengingatkan kita akan 2 (dua) hal; pertama betapa kayanya bumi kita yang beriklim tropis ini, sebagai penghasil beragam buah- buahan; dan kedua sekaligus mengajak kita untuk memanfaatkan potensi alam yang ada dengan menanam, mengembangkan, menjual, membeli dan mengkonsumsi buah-buahan Nusantara (lokal) untuk kesehatan tubuh manusia Indonesia. Tanaman pisang merupakan komoditi buah-buahan nusantara diantara jenis buah-buahan lain yang ditetapkan pemerintah sebagai komoditi unggulan yang menyerap Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN ). Beperapa alasan diantarannya komoditi tersebut selain berperan sebagai sumber vitamin dan mineral dalam pemenuhan gizi keluarga, juga dapat mendukung berkembangnya industri dan pariwisata serta eksport, Selain itu kedua jenis tanaman tersebut diusahakan oleh kebanyakan masyarakat pertanian di tanah air dan penyebarannyapun hampir di semua wilayah Nusantara mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Dengan demikian maka komoditi mangga dan pisang dapat pula berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pertanian serta menambah devisa bagi negara. Kebutuhan masyarakat akan buah-buahan termasuk pisang semakin tahun semakin meningkat, sejalan dengan bertambahnya penduduk dan perbaikan gizi keluarga, berkembangnya kawasan industri dan pariwisata serta pemintaan buah buahan tropis dari luar negeri, meningkat dari tahun ketahun; hal ini menunjukan pula bahwa komoditi mangga dan pisang mempunyai prospek yang menggembirakan bagi para pelaku utama dan pelaku usaha pertanian. Disatu sisi dengan ditanda tanganinya kebijakan China Asean Free Trade Areal (CAFTA) oleh Pemerintah Indonesia dengan Pimpinan Negara Asean Lainnya, bukan hanya memberi peluang bagi masuknya produk Indonesia ke pasar internasional, tetapi juga tantangan memberi peluang bagi produk-produk luar negreri (produk Import) termasuk buah-buahan untuk masuk pasar dalam negeri. Dalam menghadapi tantangan tersebut, ditengah maraknya buah import di Indonesia, sair lagu diatas, masih sangat relevan dan turut menginspirasi Kemeterian Pertanian dalam menetapkan kebijaksanaan dibidang hortikultura khusus buah-buahan yaitu meningkatkan produksi dan mutu buah dalam negeri untuk bersaing di pasar internasional, dengan langkah langkah stategis seperti pengembangan kawasan, pengembangan sistim perbenihan, pengembangan sistim perlindungan tanaman dan dukungan manajemen. Indikator keberhasilnnya yaitu : (1) Aspek Teknis antara lain a) meningkatnya produksi, produkiivitas dan mutu komoditas unggulan yang dikembangkan, b) meningkatnya aktifitas pasca panen, pengolahan dan kualitas produk, dan nilai tambah produk, c) meningkatnya jaringan pemasaran komoditas, d) meningkatnya pendapatan pelaku utama dan pelaku usaha, e) meningkatnya penyerapan tenaga kerja dan kesempatan berusaha. (2) Aspek Manajemen antara lain : a) tersusunya master plan dan rencana aksi pengembangan kawasan secara konprehensif di daerah, b) adanya kerjasama lintas sektor dalam pengembangan kawasan didaerah dan c) tersedianya alokasi anggaran yang mendukung pengembangan kawas secara berkelanjutan. GAMBARAN POTENSI LAHAN, TANAH, AGROKLIMAT DAN KESESUAIANNYA DENGAN PENGEMBANAGAN PISANG DI WILAYAH KERJA BPP RIN LEMA KECAMATAN LEWOLEMA Potensi Lahan Dari 10.861 ha luas wilayah BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema, terdapat 2.100 ha, atau kurang lebih 19,36%, merupakan lahan potensial untuk tanaman Pangan dan dari 2.100 ha lahan potensi tanaman pangan, terdapat 375 ha areal potensi untuk komoditi pisang. Dari 375 ha areal potensi untuk tanaman pisang, baru 194 ha yang sudah dimanfaatkan atau baru 51,73 %; Ini berarti masih ada 181 ha areal (48,27 %) yang belum dimanfaatkan. Karakteristik Tanah dan Agroklimat. Karakteristik Tanah Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema mempunyai topografi yang bervariasi; sebagian besar bergelombang dan berbukit dengan persentase kemiringan tanah dan ketinggian tempat dari permukaan laut dapat dilihat pada tabel 1 (satu) dan 2 (dua). Tabel 1. Luas Lahan Berdasarkan Persentase Kemiringan Tanah Di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema No. Persentase Kemiringan Luas Lahan (Ha.) Persentase (%) 1. Lebih Kecil dari 8% 651 1.615 3.141 2.654 2.800 5,99 14,87 28,92 24,44 25,78 2 8 % - 14 % 3 15 % - 39 % 4 40 % - 60 % 5 Lebih dari 60 % Jumlah 10.861 100 Sumber : Profil BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema Tahun 2018. Dari tabel satu di atas dapat diketahui bawah luas lahan yang mempunyai kemiringan lebih dari 60 % mendominasi luas lahan yang ada di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema yakni 2.800 ha atau (25,78 %) dari total luas wilayah. Sedangkan lahan datar dengan kemiringan lebih kecil dari 8 % hanya seluas 651 ha atau (5,99 %). Tabel 2. Lahan Berdasarkan Ketinggian Tempat dari Permukaan Laut ( m. dpl) Ketinggian Tempat (m.dpl.) Luas Lahan (Ha) Persentase (%) 0 - 250 m. 5.875 54,09 251 – 500 m. 4.275 39,36 501 - 750 m 711 6,55 751 - 1.000 m 0 0 1001 - 1.500 m 0 0 1501 - keatas 0 0 Jumlah 10.861 100 Sumber data : Profil BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema Tahun 2016. Belum ada survey detail tentang jenis tanah di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema; akan tetapi berdasarkan peta tanah tentang klasifikasi jenis tanah di kabupaten Flores Timur, maka diperkirakan jenis tanah di wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema adalah sebagian besar tanah Litosol, dan sebagian kecil tanah aluvial dan Regosol. Dari Jenis tanah tersebut, dapat diketahui bahwa tanah di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema bukan berasal dari tanah gunung berapi (vulkanik) dengan kedalaman lapisan olah kurang lebih 1,5 m. Dengan tingkat kemasaman) pH tanah berkisar antara 5 – 7 (agak asam sampai sedikit basah). Karakteristik Iklim Secara umum Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema mempunyai karakteristik iklim termasuk tipe iklim E (agak kering) menurut R/L Oldeman, dengan jumlah bulan basah 3 – 4 bulan dan 8 – 9 bulan kering. Distribusi dan intensitas curah hujan tidak merata. Rata-rata Jumlah curah hujan 5 tahun terakir tertinggi adalah 472,8 mm pada bulan Februari dan terendah adalah 1,9 mm pada bulan Juni. Kesesuaian potensi, Karakteristik Tanah dan Iklim dengan syarat Tumbuh tanaman Mangga dan Pisang. Dari gambaran potensi, karakteristik tanah dan ilkim di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema di atas, bila dicocokan dengan syarat tumbuh tanaman mangga dan pisang, maka sudah dipastikan bahwa tanaman pisang akan tumbuh dengan baik dan memberikan produksi optimum di wilayah ini. Hal ini dapat dibuktikan bahwa tanaman mangga dan pisang yang diusahakan oleh masyarakat tani di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema memberikan hasil yang baik. FAKTOR FAKTOR YANG MENDUKUNG PENGEMBANGAN TANAMAN Beberapa faktor pendukung untuk pengembangan tanaman mangga dan pisang di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema antara lain : Potensi lahan baik untuk tanaman pisang masih tersedia cukup luas Karakteristik tanah dan iklim cocok untuk pertumbuhan tanaman pisang dengan baik dan berprodusi secara optimum. Permintan pasar akan produk dari kedua komoditi tersebut masih sangat terbuka baik dipasar lokal, pasar antar pulau dalam negeri bahkan pasar Internasional. Cabang usaha yang bisa meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya hanya baru mengandalkan komoditi jambu mete dan sedikit peternakan dan perikanan. Bila dianalisis secara ekonomis, maka usaha kedua tanaman tersebut, memberikan keuntungan yang besar dan turut meningkatkan pendapatan para pelaku utama yang mengusahakannya. Panorama pantai, cagar budaya, ritus dan rumah adat di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema telah ditetapkan oleh Pemerintah, menjadi salah satu obyek wisata baik bagi wisatawan dalam negeri maupun wisatawan manca negara. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk, kesadaran masyarakat akan konsumsi buah-buahan baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah menjadi kebutuhan. MASALAH DAN TANTANGAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN PISANG Beberapa masalah dan tantangan yang bisa menghambat pengembangan tanaman pisang di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema diantaranya: Sikap dan perilaku masyarakat yang kurang menghargai usaha sesama pelaku utama ( pencurian). Pengetahuan dan keterampilan pelaku utama akan teknologi produksi dan pasca panen masih rendah. Sifat produk hortikultura umumnya dan khusus pisang yang mudah rusak (busuk), serta memerlukan ruangan yang besar untuk menampung/menyimpan produk sebelum dipasarkan. Kurang tersedianya jenis dan varietas unggul pisang (hanya menggunakan varietas lokal yang berpengaruh pada produksi rendah). SOLUSI YANG DAPAT DITAWARKAN UNTUK MENGATASI MASALAH DAN TANTANGAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN PISANG. Dari berbagai masalah dan tantangan tersebut di atas, maka beberapa solusi yang ditawarkan antara lain : Perlu dibuatkan Peraturan Desa (PERDES) yang berkaitan dengan usaha dan perlindungan usaha para pelaku utama untuk masing - masing desa se- WKBPP Rin Lema Kecamatan Penguatan kelembagaan tani (kelompoktani dan Gapoktan) serta penyuluhan/pendampingan yang terus menerus dan berkelanjutan oleh Penyuluh terlebih pada akses teknologi produksi, pasca panen dan pemasaran serta membangun kemitraan usaha. Mengajukan bantuan kepada pemerintah melalui Dinas terkait ataupun Lembaga Swadaya/Swasta lainnya dalam pengadaan bibit tanaman unggul dan sarana produksi lainnya dalam mendukung pengembangan tanaman pisang di Wilayah Kerja BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema. Penulis: Bernadus Belawa Koten, SST. BPP Rin Lema Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur - NTT. · SUMBER : Yul,dkk., 2012, Mengukur Daya Saing Produk Hortikultura, Tabloit Sinar Tani, Edisi 19 – 25 September halaman 5 (lima) Tamba M, 2016, Strategi Pengembangan Kawasan Komoditi Unggulan Hortikultura, Tabloit Sinar Tani, Edisi 3-9 Januari halaman 3