Semenjak dahulu Nagari Salayo terkenal dengan produksi pisangnya, namun beberapa tahun belakangan sudah tidak lagi karena adanya serangan penyakit Fusarium yang cukup besar, sehingga sampai saat ini sangat jarang masyarakat Nagari Salayo yang membudidayakan pisang, terutama pisang batu (sejenis pisang kepok tapi ukurannya lebih kecil). Kalaupun ada yang membudidayakan hanya beberapa dan tidak banyak.Kegiatan pengembangan bibit pisang varietas Kepok Tanjung ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 16 Maret 2017 di lahan kelompok tani Serba Usaha Nagari Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Acara dihadiri oleh pengurus dan anggota kelompok tani Serba Usaha (± 20 orang), Balitbu Sumatera Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Solok, UPTD Pertanian, Camat Kubung, Danramil/Babinsa, Dinas terkait lainnya, BPSB, Penyuluh Pertanian dan kelompok tani perwakilan nagari.Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balitbu melalui Dinas Pertanian Kabupaten Solok dengan membagikan 400 batang bibit tanaman pisang varietas Kepok Tanjung kepada kelompok tani Serba Usaha. Keunikan pisang ini adalah tidak mempunyai jantung pisang, tandan yang lebih besar dan panjang sehingga buah lebih banyak dan besar-besar. Pada hari itu juga disuguhkan beberapa hasil olahan pisang kepok tanjung, seperti pisang goreng biasa, pisang goreng dibalut tepung panir, pisang goreng coklat, pisang bakar kelapa parut, dan yang paling spesifik adalah keripik pisang balado. Selain sambutan-sambutan dari pihak terkait juga diberikan pengarahan oleh perwakilan Balitbu bagaimana cara membudidayakan pissang kepok tanjung ini. Di penghujung acara dilaksanakan pembagian bingkisan dari Balitbu kepada undangan yang hadir serta pembagian bibit pisang kepada kelompok tani perwakilan masing-masing nagari se-Kecamatan Kubung. Penulis : Rina Elfita, S.TP (Penyuluh Pertanian Muda) Sumber Tulisan : Liputan Langsung