Pesatnya kemajuan teknologi di bidang informatika telah melahirkan perubahan tatanan sistem informasi yang berpengaruh cepat terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Era informasi digital melalui media elektronik dan alur informasi melalui sistem jaringan dunia maya telah merambah sampai ke pelosok-pelosok desa. Di dunia pertanian khususnya, sebagaian petani, kelompoktani /gapoktan, sudah mulai melakukan transaksi produksi pertanian melalui telephone seluler (handpone). Bahkan beberapa Gapoktan melakukannya dengan memanfaatkan jaringan internet. Dampak globalisasi yang ditandai dengan meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global yang difasilitasi oleh pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, maka peran unit kerja pengelola materi, data dan informasi pertanian perlu didukung sistem informasi yang kuat dan jelas dalam menerapkan dan mengoperasionalkan pelayanan materi, data dan informasi berbasis komputer kepada masyarakat pengguna jasa informasi penyuluhan pertanian.Sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi, Kementerian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian sejak tahun 2007 telah mengembangkan database penyuluhan yang terkoneksi jaringan dengan internet yang selanjutnya disebut Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Selain aplikasi database pada tahun 2010, Pusluhtan juga melakukan modifikasi penyusunan dan penyebaran informasi penyuluhan pertanian untuk mendukung penyediaan materi penyuluhan dan informasi pertanian bagi penyuluh dalam memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha yang terkoneksi dengan internet yang disebut dengan cyber extension. Seiring waktu perjalan, berdasarkan hasil monev ke daerah dan masukan dari pimpinan di pusat, aplikasi database Simluhtan telah mengalami beberapa kali perubahan dan pengembangan. Pada tahun 2014 dilakukan pengembangan Simluhtan yang semula hanya terdapat struktur data ketenagaan penyuluhan dari pusat hingga ke daerah, pada Simluhtan versi 2014 ditambahkan struktur data terkait kelembagaan penyuluhan, potensi wilayah dan kelembagaan pelaku utama. Sedangkan untuk petugas/admin yang semula hanya sampai kabupaten/kota, pada Simluhtan versi 2014 admin sampai tingkat BP3K, sehingga antara Provinsi, kabupaten/kota dan BP3K harus melakukan koordinasi dan dibangun mekanisme kerja, sehingga data yang terakumulasi secara berjenjang dari BP3K sampai provinsi tidak terjadi duplikasi data dan dapat terisi dengan lengkap. Sedangkan pada website Cyber Extension versi 2014, pengembangan yang dilakukan dari segi Design tampilan, perubahan platform aplikasi, menu navigasi berupa filter yang lebih mudah gunakan, menu baru Diseminasi Teknologi Pertanian, menu rembug admin dan menu media cetak berupa file PDF bahan cetakan yang dibuat oleh Pusluhtan.Pengembangan aplikasi Simluhtan dan Website Cyber Extension tahun 2014 diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Penulis : Narindrawati Sumber Tulisan :http://asharameta.blogspot.com/