Pendahuluan. Ada beberapa pendapat tentang arti dinamika kelompok (1)Dinamika kelompok adalah studi tentang hubungan sebab akibat yang ada di dalam kelompok, tentang perkembangan hubungan sebab akibat yang terjadi di dalam kelompok, tentang teknik-teknik untuk mengubah hubungan interpersonal dan attitude di dalam kelompok. (2) Dinamika kelompok adalah analisa dari relasi-relasi kelompok sosial, berdasarkan prinsip bahwa tingkah laku dalam kelompok itu adalah hasil dari interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi sosial. (3) Dinamika kelompok adalah kekuatan yang saling mempengaruhi hubungan timbal balik kelompok dengan interaksi yang terjadi antara anggota kelompok dengan pemimpin yang diberi pengaruh kuat pada perkembangan kelompok. Kepemimpinan seseorang dalam usaha kelompok petani dan masyarakat pelaku agribisnis di pedesaan harus mampu mempengaruhi perilaku dan jalan pemikiran orang lain dalam upaya perumusan dan pencapaian tujuan kelompok dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Dengan demikian pemimpin atau pengurus usaha kelompok petani dan masyarakat pelaku agribisnis dipedesaan harus memiliki :1. Kemampuan untuk mengerahkan anggotanya untuk bekerja baik agar tujuan kelompok tercapai.2. Kharisma pribadi dalam menjalin hubungan baik antar anggota sehingga semangat (antosiasme), kesetiakawanan (solidaritas), dan keserasian (harmoni) hubungan antar anggota meningkat.3. Kemampuan menciptakan kerukunan kerja dan keserasian kerja yang menyenangkan.4. Kemampuan memotivasi atau menumbuhkan dorongan anggota untuk melakukan suatu untuk mencaapai tujuan kelompok dengan cara : Menjadi teladan; Menjadi pendamping; Menjadi motivator5. Kemampuan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang dapat membantu mengembangkan kelompok6. Kemampuan melindungi kelompok usaha – usaha pihak luar yang bermaksud merusak kelompok.Adapun syarat-syarat calon pemimpin atau pengurus kelompok yang memenuhi persyaratan dan pembinaannya agar memiliki kemampuan serta kharisma untuk memimpin kelompok. Pemilihan dilakukan oleh anggota kelompok secara musyawarah dan mufakat.Melaksanakan komunikasi dalam kelompok. Kegunaan melaksanakan komunikasi dalam berkelompok. Kelompok petani dan masyarakat pelaku agribisnis dipedesaan adalah perkumpulan orang yang saling mengenal, berkomunikasi dan bekerjasama. Kumpulan orang ini tidak hanya sekedar anggota atau papan nama yang anggotanya tidak pernah melakukan pertemuan sebenarnya bukan kelompok. Pertemuan anggota adalah merupakan perwujudan dari perkumpulan orang. Dengan adanya pertemuan akan menjamin kemajuan dan perkembangan kelompok. Dengan pertemuan ini anggota akan melaksanakan komunikasi sehingga akan semakin saling mengenal, saling bertukar penagalaman dan saling membantu. Dengan demikian kelompok akan menjadi semakin akrab dan kuat.Prinsip-prinsip komunikasi yang efektif . Agar komunikasi yang dilaksanakan oleh anggota kelompok menjadi efektif harus memperhatikan tiga prinsip yaitu : Keterbukaan; kejujuran ; empati. Prinsip keterbukaan menyebutkan bahwa keterbukaan untuk menerima pendapat dan kritik dari orang lain akan membuat seseorang melakukan mawas diri (instrospeksi) dan menjadi lebih dewasa. Prinsip keterbukaan ini tercermin dengan sikap yang mau mendengarkan pendapat orang lain dan bersilap "hangat" yang tidak dibuat-buat. Prinsip kejujuran berarti mau berterus terang, tetapi sekaligus juga mempercayai orang lain, tidak sekaligus berprasangka atau curiga. Dengan penerapan prinsip kejujuran dalam berkomunikasi maka hubungan antar anggota kelompok akan menjadi harmonis, saling mengingatkan dan tidak saling mencurigai atau berprasangka. Prinsip empati atau tepa selira menyebutkan bahwa dalam melaksanakan komunikasi antar anggota kelompok mengedepankan empati atau tepa selira yaitu perasaan atau keinginan untuk memahami sikap, situasi, kondisi, lingkungan dan perilaku orang yang diajak berkomunikasi.Mengembangkan Struktur Organisasi Kelompok. Sebagai wadah dan sarana untuk mencapai tujuan kelompok dan untuk lebih memungkinkan terciptanya pembagian tugas serta tanggung jawab anggota kelompok perlu dikembangkan struktur organisasi kelompok. Untuk mengembangkan struktur organisasi kelompok petani dan masyarakat pelaku agribisnis dipedesaan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : Kebutuhan adanya tata tertib untuk mendukung kegiatan usaha; Tingkat kesadaran anggota untuk berorganisasi; Tingkat pengetahuan anggota dalam berorganisasi. Strukur organisasi kelompok usaha petani dan masyarakat pelaku agribisnis dipedasaan yang paling sederhana terdiri dari : Pertemuan anggota; Pengurus kelompok yang terdiri dari : Ketua kelompok, Sekretaris dan Bendahara.Pertemuan anggota merupakan forum musyawarah untuk mengambil semua keputusan kelompok. Keputusan kelompok diambil secara musyawarah dan mufakat. Misalnya keputusan tentang tata tertib kelompok, keputusan tentang rencana usaha, keputusan tentang penjualan hasil dan lain-lain. Ketua kelompok adalah anggota yang dipilih untuk menjadi penanggung jawab semua kegiatan kelompok. Ia berperan sebagai pengemudi untuk mengendalikan jalannya kelompok. Sekretaris adalah anggota yang dipilih untuk membantu ketua kelompok dalam menangani berbagai hal yang berkaitan dengan administrasi kelompok. Bendahara adalah anggota yang dipilih untuk membantu ketua kelompok dalam menangani keuangan kelompok dan kekayaan kelompok.Pengakaran Kelompok pada Lingkungannya. Jangan sampai kelompok tumbuh menjadi satu persekutuan yang hidup menyendiri, terlepas dari lingkungannya. Kelompok yang menyendiri tidak akan kuat, akan rapuh. Sebaliknya kelompok yang berhasil menyatu dengan lingkungannya akan kuat karena mendapat dukungan dari orang yang terkemuka di masyarakat. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM. Sumber : Pedoman pembinaan kelompok tani dan dari berbagai sumber)