Loading...

Pengembangan Hortikultura Berbasis Industri Rumah tangga di Lahan Pekarangan

Pengembangan Hortikultura Berbasis  Industri Rumah tangga  di Lahan Pekarangan
PENDAHULUAN Potensi lahanpekarangan Nasional 10,3 juta ha (14% dari totalluaslahanpertanian) KetersediaanSumberDayaHayatiMelimpah Tanamanpangan (padi, ubi, umbi) Panganhewani (ternak, ikan) Tanamanhortikultura (sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman rempah &obat INTENSIFIKASI LAHAN PEKARANGAN Pengembangan pertanian yang sudah dilaksanakan sekarang ini masih terbatas pada penanganan lahan sawah, sedangkan untuk pekarangan belum banyak mendapatkan perhatian. Mengenai pekarangan kalau kita lihat hampir semua tempat di Indonesia ini dapat kita jumpai adanya pekarangan, kecuali di daerah Banten selatan, dan pekarangan merupakan agroekosistem yang sangat baik serta mempunyai potensi yang tidak kecil dalam mencukupi kebutuhan hidup petani atau pemiliknya, bahkan kalau dikembangkan secara baik akan dapat bermanfaat lebih jauh lagi, seperti kesejahteraan masyarakat sekitar, pemenuhan kebutuhan pasar bahkan mungkin memenuhi kebutuhan nasional. Luas pekarangan seluruh Indonesia mencapai sekitar dua belas ribu dua ratus limapuluh enam dua ratus enam puluh enam ha (12.256.266 ha) atau sekitar enam belas koma delapan puluh delapan persen (16,88 %) dari seluruh luas tanah pertanian rakyat. Pekarangan yang berada disekitar rumah tersebut dapat memberi tambahan hasil berupa bahan makanan seperti palawija, buah-buahan dan sayur-sayuran, kayu-kayuan baik untuk bahan kayu bakar maupun untuk kayu bahan bangunan. Maka untuk merubah penghasilan petani dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat perlu memperhatikan arti penting lahan pekarangan. Di Pulau Jawa terdapat pekarangan seluas kurang lebih sekitar satu setengah juta ha (1,5 juta ha), atau hampir mencapai luas sebesar 20 persennya dari seluruh luas tanah pertanian, dan di sekitar daerah Jawa Barat rata-rata luas pemilikan tanah pekarangan sebesar sekitar 208,12 m2. TUJUAN Memenuhikebutuhanpangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secaralestari Meningkatkankemampuan keluargadanmasyarakatdalampemanfaatanlahan pekaranganuntuk budidayatanamanpangan, buah,sayuran,toga, ternak,ikan, pengolahan hasil,dan kompos Mengembangkan sumber benih/bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan Melestarikan tanaman pangan lokal untuk masa depan MENGEMBANGKAN EKONOMI PRODUKTIF KELUARGA,hingga mampu meningkatkan kesejahteraan danmenciptakanlingkunganhijau, bersihdan sehat PRINSIP Ketahanan dan kemandirian pangan rumahtangga Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal Konservasi sumberdaya genetik (tanaman, ternak, ikan) untuk masa depan Peningkatan kesejahteraan rumahtangga & masyarakat Dengankonsepdanprinsipdiatasmakaakandidapatkannilaitambahyaitu ; Pendidikan dan Pelatihan KesehatandanGiziMasyarakat Modal danPasar Antisipasi perubahan iklim PENDEKATAN Pemanfaatan pekarangan rumahtangga Perkotaan vs Perdesaan Strata (luas lahan pekarangan): sempit, sedang, luas Komoditas yang diusahakan (memenuhi PPH 93,3 tahun 2014): tanaman pangan (non padi), hortikultura (sayuran dan buah-buahan), tanaman obat keluarga (toga), budidaya ternak dan ikan, yang terintegrasi dan berkesinambungan. Pengembangan Kebun Bibit Desa (KBD) Pengembangan Kebun Sekolah Penumbuhan/pengembangan kawasan menjadi Pasar Desa Penulis : Umi Salamah, A.Md ( PenyuluhPertanianKecamatanTingkir Kota Salatiga)